Produksi Rokan Turun Cederai Kedaulatan Energi Negeri
Selasa, 10 Agustus 2021 - 13:11 WIB
loading...
A
A
A
Hanya, pemaknaan kembalinya kedaulatan energi yang sesuai amanah konstitusi itu harus kaffah alias utuh. Tidak hanya dikuasai oleh Pertamina, tetapi Blok Rokan juga harus memberikan sebesar-besarnya bagi kemakmuran rakyat. Salah satu indikatornya adalah produksi Migas Blok Rokan tidak mengalami penurunan pasca alih Kelola. Kalau tidak bisa menaikkan produksi Migas saat diambil alih, Pertamina paling tidak mempertahan produksi Migas Blok Rokan tetap sama dengan produksi pada saat dikelola oleh Chevron.
Namun, data Blok Teriminasi, Blok Mahakam dan Blok ONWJ, sebelumnya ternyata produksinya mengalami penurunan sejak diambil alih oleh Pertamina. Target produksi Blok Mahakam pada 2019 sebesar 85.869 barrel per hari (bph) hanya dapat dicapai sebesar 75.879 bph atau 83,3% dari target.
Penurunan produksi tidak hanya terjadi di Blok Mahakam, tetapi terjadi juga di Blok ONWJ. Pada 2017, target produksi minyak di Blok ONWJ ditetapkan sebesar 33.002 bph, namun produksi dicapai sebesar 30.457 bph atau sekitar 92,29% dari target.
Berdasarkan data produksi di Blok Mahakam dan Blok ONWJ, produksi Blok Rokan berpotensi juga mengalami penurunan setelah dikelola Pertamina. Kalau penurunan produksi Migas Blok Rokan benar-benar terjadi, alih kelola itu justru akan mencederai kedaulatan energi negeri. Pasalnya, penurunan produksi Blok Rokan saat dikelola Pertamina akan mengurangi kemampuan negara untuk mempergunakan Blok Rokan bagi sebesar-besarnya kemakmuran rakyat, sesuai dengan amanah konstitusi.
Namun, data Blok Teriminasi, Blok Mahakam dan Blok ONWJ, sebelumnya ternyata produksinya mengalami penurunan sejak diambil alih oleh Pertamina. Target produksi Blok Mahakam pada 2019 sebesar 85.869 barrel per hari (bph) hanya dapat dicapai sebesar 75.879 bph atau 83,3% dari target.
Penurunan produksi tidak hanya terjadi di Blok Mahakam, tetapi terjadi juga di Blok ONWJ. Pada 2017, target produksi minyak di Blok ONWJ ditetapkan sebesar 33.002 bph, namun produksi dicapai sebesar 30.457 bph atau sekitar 92,29% dari target.
Berdasarkan data produksi di Blok Mahakam dan Blok ONWJ, produksi Blok Rokan berpotensi juga mengalami penurunan setelah dikelola Pertamina. Kalau penurunan produksi Migas Blok Rokan benar-benar terjadi, alih kelola itu justru akan mencederai kedaulatan energi negeri. Pasalnya, penurunan produksi Blok Rokan saat dikelola Pertamina akan mengurangi kemampuan negara untuk mempergunakan Blok Rokan bagi sebesar-besarnya kemakmuran rakyat, sesuai dengan amanah konstitusi.
(poe)
Lihat Juga :