Angka Kematian Covid-19 Terus Naik, Guru Besar FK UI: Lindungi Nakes Kita
Minggu, 08 Agustus 2021 - 14:26 WIB
loading...
Istri dan anak mencium pusara almarhum Heribartus Agustriyanto di TPU Punggolaka, Kendari, Sulawesi Tenggara, Selasa (3/8/2021). Petugas medis di RS Abunawas Kendari itu eninggal akibat terpapar COVID-19. FOTO/ANTARA/JOJON
A
A
A
JAKARTA - Angka kematian akibat Covid-19 di Indonesia terus naik. Guru Besar Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia (UI), Tjandra Yoga Aditama mengungkapkan di awal pemberlakuan pembatasan kegiatan masyarakat (PPKM) Darurat 3 Juli angka kematian rata-rata 7 hari adalah 471 orang.
"Data pada awal PPKM darurat 3 Juli 2021 menunjukkan angka kematian 493 di hari itu, dengan angka kematian rata-rata 7 hari adalah 471 orang," kata Tjandra yang juga Mantan Direktur Organisasi Kesehatan Dunia (World Health Organization/WHO) Asia Tenggara, dalam keterangannya, Minggu (8/8/2021).
Menurut Tjandra, di akhir PPKM level 4 pertama pada 2 Agustus lalu, angka kematian akibat Covid-19 naik sekitar tiga kali lipat. "Di hari akhir PPKM level 4 periode pertama di tanggal 2 Agustus, angka kematian adalah 1.568 kematian, naik sekitar tiga kali lipat," paparnya.
Baca juga: IDI Laporkan 640 Dokter Meninggal karena Covid-19, Booster Vaksin Harus Disegerakan
Sementara itu menjelang berakhirnya PPKM level 4 pada 9 Agustus, data kematian akibat Covid-19 per 6 Agustus juga terus meningkat menjadi 1.881 orang. Bahkan, 3 dokter wafat dalam sehari.
"Data 6 Agustus angka kematian naik lagi menjadi 1.881 orang, dan di hari itu setidaknya ada 3 dokter yang wafat, Dr Tigor yang mengabdikan hidupnya di Papua, Dr Syukriati pakar Anestesi dari Kalimantan dan Dr Yulherina tokoh Dokter Keluarga & Layanan Primer," kata Tjandra.
"Data pada awal PPKM darurat 3 Juli 2021 menunjukkan angka kematian 493 di hari itu, dengan angka kematian rata-rata 7 hari adalah 471 orang," kata Tjandra yang juga Mantan Direktur Organisasi Kesehatan Dunia (World Health Organization/WHO) Asia Tenggara, dalam keterangannya, Minggu (8/8/2021).
Menurut Tjandra, di akhir PPKM level 4 pertama pada 2 Agustus lalu, angka kematian akibat Covid-19 naik sekitar tiga kali lipat. "Di hari akhir PPKM level 4 periode pertama di tanggal 2 Agustus, angka kematian adalah 1.568 kematian, naik sekitar tiga kali lipat," paparnya.
Baca juga: IDI Laporkan 640 Dokter Meninggal karena Covid-19, Booster Vaksin Harus Disegerakan
Sementara itu menjelang berakhirnya PPKM level 4 pada 9 Agustus, data kematian akibat Covid-19 per 6 Agustus juga terus meningkat menjadi 1.881 orang. Bahkan, 3 dokter wafat dalam sehari.
"Data 6 Agustus angka kematian naik lagi menjadi 1.881 orang, dan di hari itu setidaknya ada 3 dokter yang wafat, Dr Tigor yang mengabdikan hidupnya di Papua, Dr Syukriati pakar Anestesi dari Kalimantan dan Dr Yulherina tokoh Dokter Keluarga & Layanan Primer," kata Tjandra.
Lihat Juga :