Syahganda Nainggolan Lihat Presiden Prabowo Berpeluang Jadi Pemimpin Dunia
Senin, 14 April 2025 - 20:57 WIB
loading...
Focus Group Discussion (FGD) bertema Mencermati Arah Politik dan Diplomasi Prabowo di Timur Tengah dan Turki yang diselenggarakan di Kantor GREAT Institute, Jalan Taman Gunawarman, Jakarta Selatan, Senin (14/4/2025). Foto/Istimewa
A
A
A
JAKARTA - Ketua Dewan Direktur GREAT Institute Syahganda Nainggolan melihat Presiden Prabowo Subianto berpeluang menjadi pemimpin dunia. Menurut dia, kunjungan Prabowo ke Uni Emirat Arab (UEA), Turki, Mesir, Qatar, dan Yordania dilakukan dalam rangka membangun hubungan politik dan memperkuat posisi Indonesia di panggung internasional khususnya di Global South.
Sejauh ini, kata dia, agenda politik dan ekonomi yang dibawa Prabowo dalam kunjungan itu mendapatkan sambutan di setiap negara yang disinggahi. Hal itu diungkapkan Syahganda merangkum Focus Group Discussion (FGD) bertema Mencermati Arah Politik dan Diplomasi Prabowo di Timur Tengah dan Turki yang diselenggarakan di Kantor GREAT Institute, Jalan Taman Gunawarman, Jakarta Selatan, Senin (14/4/2025).
“Namun di sisi lain, pemerintah perlu membangun komunikasi politik yang lebih baik, sehingga kebijakan luar negeri Indonesia tidak mendapatkan persepsi negatif,” kata Syahganda.
Baca juga: Momen Raja Abdullah II Jadi Sopir Prabowo, Sambut Hangat Kunjungan di Yordania
Tiga pembicara pemantik dalam FGD itu adalah Nurhayati Assegaf, Hilmy Bakar Almascaty, dan Teguh Santosa. Sementara sejumlah ilmuwan dan pemerhati yang memberikan respons dan menajamkan pokok-pokok pikiran adalah Rizal Darmaputra, Zarmansyah, Indra Kusuma Wardhani, Rahmi Fitrianti, Iswandi Syahputra, Sudarto, Smith Alhadar, Omar Thalib, (Cand) Turino, Abdullah Rasyid, Wahyono, dan Hanief Adrian.
Sejalan dengan yang disampaikan Syahganda, Direktur Geopolitik GREAT Institute Teguh Santosa menguraikan dilema setiap negara di arena internasional yang anarkis. Hubungan dengan negara lain haruslah dibangun tanpa menciptakan ketergantungan atau the absence of dependency.
Sejauh ini, kata dia, agenda politik dan ekonomi yang dibawa Prabowo dalam kunjungan itu mendapatkan sambutan di setiap negara yang disinggahi. Hal itu diungkapkan Syahganda merangkum Focus Group Discussion (FGD) bertema Mencermati Arah Politik dan Diplomasi Prabowo di Timur Tengah dan Turki yang diselenggarakan di Kantor GREAT Institute, Jalan Taman Gunawarman, Jakarta Selatan, Senin (14/4/2025).
“Namun di sisi lain, pemerintah perlu membangun komunikasi politik yang lebih baik, sehingga kebijakan luar negeri Indonesia tidak mendapatkan persepsi negatif,” kata Syahganda.
Baca juga: Momen Raja Abdullah II Jadi Sopir Prabowo, Sambut Hangat Kunjungan di Yordania
Tiga pembicara pemantik dalam FGD itu adalah Nurhayati Assegaf, Hilmy Bakar Almascaty, dan Teguh Santosa. Sementara sejumlah ilmuwan dan pemerhati yang memberikan respons dan menajamkan pokok-pokok pikiran adalah Rizal Darmaputra, Zarmansyah, Indra Kusuma Wardhani, Rahmi Fitrianti, Iswandi Syahputra, Sudarto, Smith Alhadar, Omar Thalib, (Cand) Turino, Abdullah Rasyid, Wahyono, dan Hanief Adrian.
Sejalan dengan yang disampaikan Syahganda, Direktur Geopolitik GREAT Institute Teguh Santosa menguraikan dilema setiap negara di arena internasional yang anarkis. Hubungan dengan negara lain haruslah dibangun tanpa menciptakan ketergantungan atau the absence of dependency.
Lihat Juga :