Mustahil Rumah Anggota DPR Tidak Cukup untuk Isoman
Rabu, 28 Juli 2021 - 14:02 WIB
loading...
Kompleks Parlemen Senayan, Jakarta. Foto/Dok SINDO
A
A
A
JAKARTA - Langkah Sekretariat Jenderal (Setjen) DPR menyediakan hotel bintang 3 untuk tempat isolasi mandiri ( isoman ) legislator yang terpapar Covid-19 terus menuai kritikan. Menurut Direktur Eksekutif Indonesia Political Opinion (IPO) Dedi Kurnia Syah, fasilitas mewah tersebut hanya memperkuat dugaan publik bahwa lembaga DPR tidak layak dipercaya, miskin empati, dan hilang kepekaan sosial.
Dedi berpendapat, hotel bintang 3 untuk isoman para anggota Dewan itu bukan menjadi persoalan selama pemerintah telah menjamin kelayakan fasilitas isoman untuk seluruh warga negara. Namun, kata dia, faktanya bahwa kelayakan bagi warga negara belum tersedia.
"Maka, fasilitas untuk anggota DPR hanya memperkuat dugaan publik jika lembaga ini tidak layak dipercaya, miskin empati, dan hilang kepekaan sosial," kata Dedi Kurnia Syah, Rabu (28/7/2021).
Baca juga: Hotel Bintang 3 untuk Isoman Anggota Dewan Melukai Rakyat
Menurut Dedi, mustahil rumah masing-masing anggota DPR tidak mencukupi untuk isoman mereka. "Persoalannya bukan fasilitas, tapi mental politisi yang sulit berdikari, kondisi semacam ini benalu bagi proses pembangunan manusia Indonesia yang unggul, karena keteladaan hilang dari oknum anggota parlemen," ujarnya.
Dedi berpendapat, hotel bintang 3 untuk isoman para anggota Dewan itu bukan menjadi persoalan selama pemerintah telah menjamin kelayakan fasilitas isoman untuk seluruh warga negara. Namun, kata dia, faktanya bahwa kelayakan bagi warga negara belum tersedia.
"Maka, fasilitas untuk anggota DPR hanya memperkuat dugaan publik jika lembaga ini tidak layak dipercaya, miskin empati, dan hilang kepekaan sosial," kata Dedi Kurnia Syah, Rabu (28/7/2021).
Baca juga: Hotel Bintang 3 untuk Isoman Anggota Dewan Melukai Rakyat
Menurut Dedi, mustahil rumah masing-masing anggota DPR tidak mencukupi untuk isoman mereka. "Persoalannya bukan fasilitas, tapi mental politisi yang sulit berdikari, kondisi semacam ini benalu bagi proses pembangunan manusia Indonesia yang unggul, karena keteladaan hilang dari oknum anggota parlemen," ujarnya.
Lihat Juga :