Menyiapkan Diri Kembali Bekerja dari Kantor
Rabu, 21 Juli 2021 - 07:17 WIB
loading...
A
A
A
Nah, regulasi atau informasi terbaru itu bisa berubah dengan sangat cepat. Para manajer dan para pemimpin unit di dalam organisasi harus tahu secara tepat, supaya ia memiliki rujukan atau pegangan yang pasti ketika muncul pertanyaan dari anak buah atau bawahan. (Baca juga; Cegah Efek Negatif Bekerja Online, Kemnaker Gelar Webinar Berdamai dengan Pandemi )
Dengan menyiapkan segala aturan dan informasi terbaru, kita mengurangi suatu risiko kecemasan yang menghinggapi setiap orang ketika mereka melakukan suatu aktivitas yang berbeda/baru dari yang biasanya mereka lakukan.
Yang berikutnya harus diantisipasi adalah menghadapi kondisi mentalitas pegawai yang berbeda-beda. Bagi sebagian orang, kembali memiliki ritme pekerjaan yang rutin, teratur, dan ada sesuatu yang dikerjakan sepanjang harinya, yaitu dengan bekerja di kantor, adalah situasi yang dirindukan. Tapi bagi sebagian yang lain belum tentu. Bisa saja terjadi, kondisi pandemi selama hampir 2 tahun ini telah menciptakan zona nyaman yang membuat para pegawai merasa lebih produktif dan efisien dalam bekerja.
Secara umum, dua kondisi ekstrem tersebut mesti dicari jalan keluarnya supaya masing-masing pegawai menyadari perubahan yang terjadi di dalam keseharian mereka, dan menjadikannya sebagai sesuatu yang lumrah/biasa, bukan ancaman atau hal yang perlu dikhawatirkan berlebihan.
Penting juga bagi para manajer, pemimpin unit, para leader dalam organisasi untuk melihat ruang fleksibilitas atau ruang adaptasi yang lebih luwes terhadap setiap kemungkinan yang berubah atau telah berubah sepanjang pandemi berkepanjangan, baik dalam cara orang bekerja maupun dalam cara orang menyikapi kerja. Ruang adaptasi tersebut pada umumnya muncul atau tersedia, bilamana organisasi atau para pemimpin tertinggi di dalam organisasi memberikan kelenturan untuk merespons situasi yang berkembang.
Dengan menyiapkan segala aturan dan informasi terbaru, kita mengurangi suatu risiko kecemasan yang menghinggapi setiap orang ketika mereka melakukan suatu aktivitas yang berbeda/baru dari yang biasanya mereka lakukan.
Yang berikutnya harus diantisipasi adalah menghadapi kondisi mentalitas pegawai yang berbeda-beda. Bagi sebagian orang, kembali memiliki ritme pekerjaan yang rutin, teratur, dan ada sesuatu yang dikerjakan sepanjang harinya, yaitu dengan bekerja di kantor, adalah situasi yang dirindukan. Tapi bagi sebagian yang lain belum tentu. Bisa saja terjadi, kondisi pandemi selama hampir 2 tahun ini telah menciptakan zona nyaman yang membuat para pegawai merasa lebih produktif dan efisien dalam bekerja.
Secara umum, dua kondisi ekstrem tersebut mesti dicari jalan keluarnya supaya masing-masing pegawai menyadari perubahan yang terjadi di dalam keseharian mereka, dan menjadikannya sebagai sesuatu yang lumrah/biasa, bukan ancaman atau hal yang perlu dikhawatirkan berlebihan.
Penting juga bagi para manajer, pemimpin unit, para leader dalam organisasi untuk melihat ruang fleksibilitas atau ruang adaptasi yang lebih luwes terhadap setiap kemungkinan yang berubah atau telah berubah sepanjang pandemi berkepanjangan, baik dalam cara orang bekerja maupun dalam cara orang menyikapi kerja. Ruang adaptasi tersebut pada umumnya muncul atau tersedia, bilamana organisasi atau para pemimpin tertinggi di dalam organisasi memberikan kelenturan untuk merespons situasi yang berkembang.