Sebagian Masyarakat Tolak PPKM Darurat karena Kurangnya Sosialisasi

Senin, 19 Juli 2021 - 10:42 WIB
loading...
Sebagian Masyarakat...
Kendaraan terjebak kemacetan saat melintasi Pos Penyekatan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Darurat di Underpass Mampang Prapatan, Jakarta Selatan. Foto/Dok MPI/Faisal Rahman
A A A
JAKARTA - Kurangnya sosialisasi kepada masyarakat luas dinilai menjadi faktor yang menyebabkan banyaknya penolakan PPKM Darurat di berbagai daerah. Diketahui, PPKM Darurat Jawa Bali diberlakukan sejak 3 Juli sampai 20 Juli 2021.

"Saya melihat penolakan sebagian masyarakat terhadap PPKM Darurat lebih disebabkan faktor kurangnya sosialisasi kepada masyarakat luas. Saya belum melihatnya sebagai gerakan politik yang sistematis," ujar anggota Fraksi Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) DPR RI Luqman Hakim kepada SINDOnews, Senin (19/7/2021).

Secara prinsip, dia melihat masyarakat masih memiliki niat mematuhi kebijakan-kebijakan pemerintah untuk pengendalian Covid-19. "Terus terang, saya menilai pemerintah agak terlambat memberi penjelasan mengenai berbagai bantuan sosial yang akan diterima masyarakat," kata Wakil Ketua Komisi II DPR RI ini.

Dia menambahkan, pada saat dimulainya PPKM Darurat 3 Juli, informasi mengenai program bantuan sosial untuk masyarakat nyaris tak terdengar. Akibatnya, kata dia, telanjur terbentuk persepsi bahwa pemerintah tidak mengimbangi pembatasan kegiatan masyarakat dengan bantuan sosial yang dibutuhkan.

Baca juga: Mendagri Larang Satpol PP Pakai Kekerasan untuk Tegakkan PPKM Darurat
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Masyarakat Wajib Pertahankan...
Masyarakat Wajib Pertahankan Sanitasi Meski PPKM Berakhir
PPKM Dicabut, Menag:...
PPKM Dicabut, Menag: Kapasitas Tempat Ibadah Sudah Diperbolehkan 100%
Begini Cara Pemakaian...
Begini Cara Pemakaian Masker Setelah PPKM Dicabut
PPKM Dicabut, Jokowi...
PPKM Dicabut, Jokowi Tegaskan Bukan untuk Gagah-gagahan
Catatan Akhir Tahun,...
Catatan Akhir Tahun, ISKA Apresiasi Langkah Pemerintah Terkait PPKM dan Ciptaker
Wapres: Songsong 2023...
Wapres: Songsong 2023 dengan Optimisme dan Keyakinan
Pemprov DKI Wajibkan...
Pemprov DKI Wajibkan Masyarakat Gunakan Masker di Transportasi Umum
PPKM Dicabut, Dinkes...
PPKM Dicabut, Dinkes Bekasi: Kita Senang, tapi Masker-Jaga Jarak Jangan Ditinggalkan
PPKM Dicabut, Apakah...
PPKM Dicabut, Apakah Biaya Pengobatan Covid-19 Masih Ditanggung Negara?
Rekomendasi
Kilau Emas Meredup,...
Kilau Emas Meredup, Turun 9 Ribu Sentuh Level Rp2.601.000/Gram
Legenda Liverpool Kevin...
Legenda Liverpool Kevin Keegan Meninggal Dunia di Usia 75 tahun
Tabungan Kelas Menengah...
Tabungan Kelas Menengah Melambat, LPS Menyoroti Anomali Melejitnya Simpanan di Atas Rp5 Miliar
Berita Terkini
Heboh Kipas Angin Rp1,8...
Heboh Kipas Angin Rp1,8 T untuk Kopdes, KPK Ingatkan Pengadaan Barang Titik Rawan Korupsi
Komisi I DPR Setujui...
Komisi I DPR Setujui Hibah Kapal Induk Giuseppe Garibaldi, Nurul Arifin: Perkuat Pertahanan dan Tingkatkan Daya Gentar
Hasil Perampasan Aset...
Hasil Perampasan Aset Diurus Badan Khusus, Komisi III DPR: Perlu Ada Tim Pengawasan
Judul RUU Perampasan...
Judul RUU Perampasan Aset Diubah Menjadi RUU Pemulihan Aset? Ini Pandangan Pakar Hukum Pidana
96 Perwira Duduki Jabatan...
96 Perwira Duduki Jabatan Strategis di Bareskrim pada Mutasi Juni 2026, Ini Namanya
Prabowo Minta Tindakan...
Prabowo Minta Tindakan Tegas Terhadap Penyelewengan Tak Merusak Stabilitas Nasional
Infografis
15 Perang yang Melibatkan...
15 Perang yang Melibatkan Tentara AS, Pernah Kalah karena 60.000 Pasukan Tewas Sia-sia
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved