Kesan dan Pesan Politik di Balik Vaksinasi
Rabu, 14 Juli 2021 - 12:42 WIB
loading...
Lely Arrianie (Foto: Dok. Pribadi)
A
A
A
Lely Arrianie
Dosen Komunikasi Politik Universitas Nasional, Presidium Ilmuwan Komunikasi Politik Indonesia (AIKPI) dan Dewan Pakar ISKI
ANTUSIASME masyarakat mengikuti vaksinasi Covid-19 memberi gambaran bahwa pro-kontra yang sempat muncul di media sosial mengenai isu vaksin, baik dilihat dari aspek kehalalan, efektivitas maupun dampaknya, menjadi selesai. Melalui pemberitaan media tampak betapa masyarakat Indonesia membeludak ikut antrean untuk divaksin.
Misalnya kerumunan di Lantai 8 dan 12 Pasar Tanah Abang dan beberapa tempat lain yang membuat petugas penanganan Covid-19 kewalahan mengatur antrean.
Kesan dan Pesan Vaksinasi
Ingar-bingar kesan dan pesan dari warganet di media sosial, terutama pada saat pra- dan pasca-pemesanan serta pembelian vaksin Covid-19 oleh pemerintah, mengisyaratkan bahwa persoalan penanganan kesehatan atas pandemi sejatinya selalu saja dikaitkan dengan politik. Bahkan hampir semua persoalan kini seolah-olah berkaitan dengan politik. Baik masalah pendidikan yang berkaitan dengan baju seragam, pembubaran organisasi terlarang, peristiwa budaya, kelahiran dan kematian maupun peristiwa dan ritual agama sekalipun seperti kebijakan penundaan umrah dan haji, seolah selalu ada kaitannya dengan politik pemerintah. Termasuk pula peristiwa kriminal yang menimpa tokoh-tokoh agama selalu dikaitkan dengan politik.
Ada kesan seolah pemerintah tidak memiliki kemampuan mengelola dan menangani semua peristiwa. Dalam konteks vaksinasi, upaya pemesanan vaksin yang dilakukan dengan membuat kebijakan pemesanan sebelum adanya uji vaksin ternyata juga menjadi komoditas politik warganet.
Dosen Komunikasi Politik Universitas Nasional, Presidium Ilmuwan Komunikasi Politik Indonesia (AIKPI) dan Dewan Pakar ISKI
ANTUSIASME masyarakat mengikuti vaksinasi Covid-19 memberi gambaran bahwa pro-kontra yang sempat muncul di media sosial mengenai isu vaksin, baik dilihat dari aspek kehalalan, efektivitas maupun dampaknya, menjadi selesai. Melalui pemberitaan media tampak betapa masyarakat Indonesia membeludak ikut antrean untuk divaksin.
Misalnya kerumunan di Lantai 8 dan 12 Pasar Tanah Abang dan beberapa tempat lain yang membuat petugas penanganan Covid-19 kewalahan mengatur antrean.
Kesan dan Pesan Vaksinasi
Ingar-bingar kesan dan pesan dari warganet di media sosial, terutama pada saat pra- dan pasca-pemesanan serta pembelian vaksin Covid-19 oleh pemerintah, mengisyaratkan bahwa persoalan penanganan kesehatan atas pandemi sejatinya selalu saja dikaitkan dengan politik. Bahkan hampir semua persoalan kini seolah-olah berkaitan dengan politik. Baik masalah pendidikan yang berkaitan dengan baju seragam, pembubaran organisasi terlarang, peristiwa budaya, kelahiran dan kematian maupun peristiwa dan ritual agama sekalipun seperti kebijakan penundaan umrah dan haji, seolah selalu ada kaitannya dengan politik pemerintah. Termasuk pula peristiwa kriminal yang menimpa tokoh-tokoh agama selalu dikaitkan dengan politik.
Ada kesan seolah pemerintah tidak memiliki kemampuan mengelola dan menangani semua peristiwa. Dalam konteks vaksinasi, upaya pemesanan vaksin yang dilakukan dengan membuat kebijakan pemesanan sebelum adanya uji vaksin ternyata juga menjadi komoditas politik warganet.
Lihat Juga :