Masa Depan Sektor Pertanian di Era Digital

Kamis, 08 Juli 2021 - 13:36 WIB
loading...
Masa Depan Sektor Pertanian...
Herry Nugraha, Founder dan CEO etanee.id. Foto/Dok. Pribadi
A A A
Herry Nugraha

Founder & CEO etanee.id
Mahasiswa Program Doktor Ilmu Ekonomi Pertanian di Institut Pertanian Bogor.


Kuartal II baru saja usai di pengujung Juni lalu, tentu para pemerhati ekonomi menanti-nanti rilis BPS terkait PDB Q2-2021 yang merupakan indikator pertumbuhan ekonomi nasional terbaru. Bagaimana nasib ekonomi Indonesia dan perkembangan berbagai sektor strategis pasca 1,5 tahun wabah Covid19 di tanah air? Jawaban pertanyaan tersebut menarik untuk dinanti, namun jawabannya kurang lebih bisa diprediksi dari sekarang.

Struktur perekonomian Indonesia dari sisi pengeluaran didominasi oleh konsumsi rumah tangga lebih dari separuhnya, karena memiliki populasi yang besar sebagai penggerak utama ekonomi. Tercatat di laporan PDB nasional tahun 2020; kontribusi konsumsi rumah tangga di angka 53,9% tak banyak berubah selama 5 tahun terakhir. Bahkan setelah pandemik genap satu tahun pun, di Q1-2021 kontribusi konsumsi rumah tangga tetap bertengger di angka 54,1%. Bisa dikatakan bahwa Indonesia lebih tahan krisis berdasarkan PDB pengeluaran konsumsi rumah tangga dibandingkan Singapura, negara yang hanya berpenduduk 5,7 juta orang tersebut tidak bisa mengandalkan konsumsi sebagai penggerak ekonomi.

Sektor yang selama ini menggerakkan ekonomi Indonesia secara berurutan adalah industri pengolahan, perdagangan, pertanian, lalu konstruksi dan pertambangan sebagai lima sektor terbesar penyumbang PDB nasional. Namun peringkat ini berubah di masa pandemi Covid-19. Pertanian menjadi satu-satunya sektor yang masih tumbuh positif di Q1-2021 dengan besaran 3,8% secara year on year atau tumbuh 11,2% quarter to quarter. Diperkirakan sektor pertanian masih akan tumbuh di PDB Q2-2021 karena ada momentum bulan puasa dan lebaran di Q2 tahun ini yang mendorong konsumsi rumah tangga. Pertanian adalah sektor penghasil bahan baku pangan pokok, sedangkan sektor industri pengolahan yang mengubah bahan baku menjadi barang siap konsumsi dan siap pakai.

Struktur ekonomi Indonesia bisa dipastikan tidak akan banyak berubah selama masa pandemik. Perlambatan akan terjadi di sektor industri pengolahan dan perdagangan, namun tidak dengan sektor pertanian. Turunnya daya beli masyarakat tidak akan menurunkan volume konsumsi namun menyebabkan pola konsumsi beralih dari produk premium ke produk pokok dan dasar. Masyarakat tetap membutuhkan pangan untuk konsumsi namun akan berubah perilakunya dengan membeli produk kebutuhan pokok yang lebih terjangkau dan dalam kemasan yang lebih kecil terkait ketatnya arus kas di tingkat rumah tangga.

Gelombang Ketiga Ekonomi Digital
Sektor pertanian akan terus memegang peranan cukup vital di era ekonomi digital saat ini. Perkembangan ekonomi digital mengalami tiga fase, yang pertama adalah lahirnya ecommerce yang menghubungkan penjual dan pembeli melalui platform digital dengan lintas batas (borderless). Tercatat perusahaan besar yang menikmati fase ini adalah Amazon dan Alibaba.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Apakah Pengadilan Tengah...
Apakah Pengadilan Tengah Mengadili Metode Berpikir dr Tifa dan Roy Suryo?
Perubahan UU Pemilu:...
Perubahan UU Pemilu: Membangun Sistem Pemilu yang Demokratis, Berkeadilan, dan Berintegritas
Palapa di Pundak Sang...
Palapa di Pundak Sang Jenderal: Gajah Mada, Sjafrie Sjamsoeddin, dan Siklus 7 Abad Nusantara
Dokter Tifa dan Roy...
Dokter Tifa dan Roy Suryo: Ujian bagi Kebangkitan Intelektual Publik?
Ekonomi Piala Dunia...
Ekonomi Piala Dunia dan Problem Institusi di Indonesia
Transformasi Polri di...
Transformasi Polri di Tengah Era Disrupsi Digital
Produksi CPO RI Capai...
Produksi CPO RI Capai 53 Juta Ton, Hilirisasi Sawit Perlu Dipercepat
Ekonomi Lesu, Welhelm...
Ekonomi Lesu, Welhelm Kurnala Perkuat UMKM Maluku lewat Dana Stimulan
Workshop di Makassar,...
Workshop di Makassar, Tri Tito Karnavian Ingatkan Orang Tua Wajib Hadir dalam Aktivitas Digital Anak
Rekomendasi
MNC Sekuritas Dukung...
MNC Sekuritas Dukung MNC University dalam Seminar 'Crafting Your Career and Wealth in The Web3 Era'
Militer Iran Gempur...
Militer Iran Gempur Sistem Rudal HIMARS AS di Kuwait
Garudafood Resmikan...
Garudafood Resmikan Rumah Maggot di Depok, Kelola 100 Ton Sampah Organik Jadi Nilai Ekonomi
Berita Terkini
UU PFII Bukti Pemerintah...
UU PFII Bukti Pemerintah Serius Bangun Fondasi Ekonomi Jangka Panjang
BGN Perkenalkan Deputi-Sestama...
BGN Perkenalkan Deputi-Sestama Baru, Ada Mantan Kapuspenkum Kejagung
Dugaan Penyamaran Aset...
Dugaan Penyamaran Aset Mantan Jampidsus Febrie Adriansyah Disorot
Jadi Investor Fiktif,...
Jadi Investor Fiktif, 10 WNA Ditangkap Imigrasi
Penguatan Kualitas Lulusan...
Penguatan Kualitas Lulusan Terus Digencarkan SGU
Cerita Megawati Pergoki...
Cerita Megawati Pergoki Intelijen: Hidup Saya Ini Diinteli Terus
Infografis
Joao Pinheiro, Wasit...
Joao Pinheiro, Wasit Kontroversial di Laga Argentina vs Swiss
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved