PSBB Kurangi 40% Pergerakan Warga, Seberapa Efektif Dibanding Negara Lain?

Selasa, 26 Mei 2020 - 16:22 WIB
loading...
PSBB Kurangi 40% Pergerakan...
Petugas sedang memberhentikan pengendara sepeda motor dalam operasi PSBB di Bekasi, Jawa Barat. Foto/SINDOnews
A A A
JAKARTA - Pembatasan sosial berskala besar (PSBB) di Indonesia dinilai sukses mengurangi mobilitas masyarakat hingga 40%. Namun, kebijakan tersebut belum mampu menurunkan jumlah kasus positif Covid-19 harian.

Berdasarkan riset data yang dilakukan Lifepal, penurunan kasus signifikan terjadi pada negara-negara yang mobilitas masyarakatnya dapat ditekan hingga di atas 70%.

Sejak 10 Maret hingga 19 Mei 2019, mobilitas atau pergerakan masyarakat ke berbagai pusat aktivitas di Indonesia mengalami penurunan. Contohnya aktivitas di taman dan ruang terbuka yang menurun hingga 36%, di pusat retail dan rekreasi menurun hingga 38%, di stasiun dan terminal transit menurun hingga 53%, dan di tempat kerja yang menurun hingga 36%. Total, rata-rata penurunan mobilitas masyarakat Indonesia adalah 40%.

Penurunan mobilitas ini diharapkan akan menurunkan penambahan kasus positif Covid-19. Namun, faktanya belum terlihat adanya tren penurunan pada grafik kurva jumlah kasus positif Covid-19 harian. Misalnya saja pada 20 Mei, Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 melaporkan adanya tambahan 693 kasus terkonfirmasi positif Covid-19.(Baca juga: 60 Mal di DKI Jakarta Siap Dibuka 5 Juni 2020, Ini Daftar Lengkapnya )

Angka tersebut tidak lebih sedikit dari angka yang dicatat tepat sebulan sebelumnya, pada 20 April, di mana ditemukan 185 kasus terkonfirmasi positif. Artinya, alih-alih turun, tren yang ditunjukkan justru cenderung naik.

Namun, fakta menarik bisa dilihat dari sejumlah negara di Eropa yang memberlakukan pembatasan sosial dalam bentuk kebijakan lockdown. Spanyol, Italia, dan Prancis sukses menekan mobilitas masyarakat hingga lebih dari 70%.
Dampaknya amat jelas terlihat dari kurva jumlah penambahan kasus harian masing-masing negara tersebut. Contohnya saja seperti di Italia. Pada tanggal 19 Mei hanya ada penambahan 451 kasus baru. Angka ini jauh menurun dari penambahan kasus sebulan sebelumnya, pada tanggal 19 April yang tercatat sebanyak 3.491 kasus baru.

"Tren serupa juga dapat dilihat pada kurva kasus terkonfirmasi positif di Spanyol dan Prancis. Penambahan kasus harian di kedua negara tersebut berangsur menurun, sejalan dengan penurunan pergerakan masyarakat yang masing-masing mencapai 77 persen dan 72 persen," ungkap riset tersebut seperti dikutip SINDOnews, Selasa (26/5/2020).
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
PPKM Level 1, Pemerintah...
PPKM Level 1, Pemerintah Uji Coba New Normal di Kota Blitar
Keterbukaan Informasi...
Keterbukaan Informasi Dinilai Jadi Faktor Penting dalam Atasi Pandemi
Kemenkes Sebut Gelombang...
Kemenkes Sebut Gelombang Ketiga Corona Bisa Terjadi
Vaksinasi hingga Prokes...
Vaksinasi hingga Prokes Dinilai Jadi Cara Bangkit dari Pandemi
Pemilu 2024, Bawaslu...
Pemilu 2024, Bawaslu Perkirakan Pelanggaran Banyak Terjadi jika Masih Pandemi
Mendagri Apresiasi Sejumlah...
Mendagri Apresiasi Sejumlah Daerah Cukup Baik Tangani Pandemi
Pulih dari Covid-19,...
Pulih dari Covid-19, PM Singapura Diizinkan Kembali Bekerja
PM Singapura Positif...
PM Singapura Positif Covid-19 Usai Lawatan ke Afrika
Pandemi Corona Sebabkan...
Pandemi Corona Sebabkan 10 Ribu Personel AD Amerika Alami Obesitas
Rekomendasi
Hamas Tak akan Serahkan...
Hamas Tak akan Serahkan Persenjataan, tapi Hanya Polisi yang Bawa Senjata di Gaza
Drone Ukraina Meledak...
Drone Ukraina Meledak Sendiri di Pelabuhan Negara NATO, Kyiv Tuduh Rusia Kerjai Sinyalnya
MNC Vision Network-MNC...
MNC Vision Network-MNC Peduli Salurkan Bantuan Seragam dan Sembako di Panti Asuhan Anak Ceria Indonesia Depok
Berita Terkini
Revisi UU Polri: Batas...
Revisi UU Polri: Batas Usia dan Syarat Anggota Kompolnas Diusulkan Lebih Fleksibel
KontraS Kritik Tuntutan...
KontraS Kritik Tuntutan 2,5 Tahun Penjara untuk Terdakwa Penyiraman Andrie Yunus
Revisi UU Polri, Menteri...
Revisi UU Polri, Menteri Pigai Usulkan Sejumlah Jabatan Utama Bisa Diisi Sipil
Film Pesta Babi Bergeser...
Film Pesta Babi Bergeser dari Kritik Sosial Jadi Instrumen Kampanye Disintegrasi Papua
KPK Angkut Moge, Mobil...
KPK Angkut Moge, Mobil Mewah, dan Sepeda usai Geledah Rumah Silmy Karim
Ancam 6 Juta Tenaga...
Ancam 6 Juta Tenaga Kerja, Wacana Kemasan Polos Harus Dibatalkan
Infografis
7 Wilayah AS yang Diperoleh...
7 Wilayah AS yang Diperoleh dengan Membeli dan Merebut dari Negara Lain
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved