65% Sebaran Kasus Covid-19 Global adalah Varian Inggris
Selasa, 22 Juni 2021 - 14:42 WIB
loading...
A
A
A
Baca juga: Vietnam Konfirmasi Wabah Covid-19 Terbaru adalah Varian Inggris
Oleh karena itu, kata Mahardika, logis jika Covid-19 mudah melakukan mutasi. “Dan bahwa mutasi atau munculnya varian-varian yang dominan ini sangat logis, mempersingkat waktu jadi semakin banyak orang terinfeksi maka semakin banyak ruang untuk bermutasi. Dan karena kemudian ada lokasi, jadi pembatasan geografis jadi bisa saja kemudian satu varian muncul di satu tempat geografis, jadi ini sangat logis,” katanya.
Namun, Mahardika mengatakan bahwa perubahan gen pada varian Delta hanya 0,1% atau sangat minor. “Yang menarik dari varian Delta ini adalah memang terjadi perubahan gen, jadi gen virus Covid-19 ini, jadi sekitar 32 titik, saya baru saja analisis 32 titik dari gen itu berubah, itu hanya 0,1% secara statistik sebenarnya, sama minor sangat kecil maknanya, tetapi ada beberapa mutasi yang kemungkinan menyebabkan virus ini mudah berkembang.”
Sehingga, kata Mahardika varian Delta ini belum bisa dikaitkan dengan lonjakan kasus Covid-19 yang sangat tinggi beberapa hari terakhir. Pasalnya, katanya, lonjakan kasus juga ada beberapa faktor manusianya yang juga berperan.
“Tetapi, di samping karena faktor virus, kita lihat bahwa terjadinya lonjakan kasus belakangan bukan hanya karena faktor virusnya, tetapi saya yakin sekali bahwa faktor manusianya juga berperan,” paparnya.
Oleh karena itu, kata Mahardika, logis jika Covid-19 mudah melakukan mutasi. “Dan bahwa mutasi atau munculnya varian-varian yang dominan ini sangat logis, mempersingkat waktu jadi semakin banyak orang terinfeksi maka semakin banyak ruang untuk bermutasi. Dan karena kemudian ada lokasi, jadi pembatasan geografis jadi bisa saja kemudian satu varian muncul di satu tempat geografis, jadi ini sangat logis,” katanya.
Namun, Mahardika mengatakan bahwa perubahan gen pada varian Delta hanya 0,1% atau sangat minor. “Yang menarik dari varian Delta ini adalah memang terjadi perubahan gen, jadi gen virus Covid-19 ini, jadi sekitar 32 titik, saya baru saja analisis 32 titik dari gen itu berubah, itu hanya 0,1% secara statistik sebenarnya, sama minor sangat kecil maknanya, tetapi ada beberapa mutasi yang kemungkinan menyebabkan virus ini mudah berkembang.”
Sehingga, kata Mahardika varian Delta ini belum bisa dikaitkan dengan lonjakan kasus Covid-19 yang sangat tinggi beberapa hari terakhir. Pasalnya, katanya, lonjakan kasus juga ada beberapa faktor manusianya yang juga berperan.
“Tetapi, di samping karena faktor virus, kita lihat bahwa terjadinya lonjakan kasus belakangan bukan hanya karena faktor virusnya, tetapi saya yakin sekali bahwa faktor manusianya juga berperan,” paparnya.
(muh)
Lihat Juga :