Covid-19 Bisa Dikendalikan Pemerintah Setempat

Senin, 20 April 2020 - 15:22 WIB
loading...
“Covid-19 Bisa Dikendalikan...
Dubes RI untuk Serbia Mochamad Chandra Widya Yudha. photo: ist
A A A
Bersama Amerika Serikat, Eropa merupakan episentrum pandemi Covid-19. Hingga Senin (20/4) virus mematikan itu telah menjangkiti 738.923 warga Negeri Paman Sam. Dari jumlah itu, 39.015 diantaranya meninggal dunia. Data dari Benua Biru tak kalah seram. Di Spanyol, wabah itu menulari 194.416 orang, 20.639 meregang nyawa. Lalu di Italia, 175.923 orang yang terpapar, 23.327 jiwa tak mampu bertahan hidup. ( baca juga : Nasib WNI Perantauan di Tengah Covid-19 )

Tentu menarik untuk mencari tahu bagaimana nasib warga negara Indonesia (WNI) di Eropa. Kamis pekan lalu (16/4) Sindonews mendapat kesempatan berbincang dengan Duta Besar (Dubes) RI untuk Serbia, Mochamad Chandra Widya Yudha melalui WhatsApp. Di salah satu negeri pecahan Yugoslavia itu hingga Senin ini tercatat 6.318 orang terpapar virus corona. Dari jumlah itu, 122 meninggal dunia.

Berikut petikan wawancara dengan Dubes Chandra:

Bagaimana kondisi WNI di Serbia di tengah pandemi?
Kondisi para WNI di Serbia hingga saat ini pada umumnya sehat dan dalam keadaan baik. KBRI Beograd secara berkala memantau keadaan para WNI, baik melalui kunjungan ke rumah maupun via grup WA dan telepon. KBRI terus menyampaikan setiap informasi mengenai kebijakan otoritas Kesehatan setempat/Pemerintah Serbia terkait penangangan COVID-19. KBRI juga meminta kepada seluruh masyarakat Indonesia di wilayah Serbia untuk senantiasa mengikuti peraturan dan ketentuan pemerintah setempat, utamanya: tidak pergi keluar rumah, kecuali untuk hal mendesak; himbauan work from home bagi yang bekerja, physical distancing, tetap waspada dan tidak panik, serta selalu menjaga kesehatan dan kebersihan diri sesuai dengan protokol kesehatan pemerintah setempat dan WHO.

Selama lockdown apa aktivitas mereka?
Masyarakat Indonesia di Serbia sejauh ini diketahui patuh dan disiplin terhadap ketentuan pemerintah setempat untuk melakukan physical distancing dan tdak pergi keluar rumah, kecuali untuk hal mendesak. Sejumlah aktivitas selama lockdown antara lain, WFH (work from home) bagi yang bekerja, online study/belajar di rumah dilakukan oleh para mahasiswa Indonesia di Serbia, aktivitas rumah seperti memasak, berbagi resep makanan, dan informasi positif via grup WA. Untuk yang beragama Islam juga dilakukan pengajian online oleh para Ibu-ibu dan mahasiswi yang diorganisir oleh Dharma Wanita Perwakila KBRI Beograd. Selain itu KBRI juga melakukan program menyapa masyarakat via online untuk dapat berbagi cerita dan saling memberikan semangat selama masa darurat saat ini.

Apa fasilitas yg disediakan KBRI untuk meringankan beban mereka?
Pemberlakuan lockdown memberi dampak cukup signifikan terhadap pergerakan masyarakat, khususnya bagi mereka yang berpenghasilan harian, para lansia dan masyarakat yang tinggal di desa terpencil sehingga minim akses ke pertokoan atau pasar. Untuk meringankan beban dan kendala yang ada, beberapa Langkah yang dilakukan oleh KBRI Beograd, antara lain, sebagai berikut:
- Bantuan kekonsuleran jika diperlukan,
- Pemberian sembako, masker dan sarung tangan, hand sanitizer, dan kebutuhan pokok lainnnya kepada WNI kelompok rentan, terdiri dari: lansia (di atas 65 tahun), mahasiswa dengan beasiswa pemerintah setempat ataupun dengan biaya pribadi, WNI yang tidak memiliki pekerjaan/penghasilan dan atau terkena dampak PHK serta wisatawan WNI yang stranded akibat penutupan bandara Nicola Tesla, Beograd;

- Shelter di premis KBRI khusus WNI dengan kondisi darurat yang membutuhkan tempat tinggal akibat pandemik COVID-19;

- Bekerja sama dengan PT Indoadriatic Industry, memberikan bantuan berupa mie instan/INDOMIE, melengkapi dukungan logistik dasar kepada WNI yang membutuhkan.

Apakah ada yang minta dipulangkan ke tanah air?
Hingga saat ini tidak ada permintaan dari masyarakat Indonesia di Serbia untuk dipulangkan,mengingat kondis COVID-19 di Serbia masih dapat dikendalikan oleh pemerintah setempat. Dalam hal ini, Pemerintah Serbia dinilai cukup sigap dalam menanggapi pandemi sehingga masyarakat setempat dan masyarakat Indonesia merasa aman tinggal di Serbia.

Sementara itu, dalam kategori yang berbeda, KBRI Beograd, bekerjasama dengan otoritas setempat dan Kedutaan Besar asing di Serbia, juga telah membantu mempercepat kepulangan ke tanah air untuk kelompok-kelompok wisatawan WNI yang stranded akibat penutupan bandara Nicola Tesla, Beograd.

Berapa jumlah WNI di Serbia, apa saja profesi mereka?
Tercatat 110 anggota masyarakat Indonesia di Serbia. Jumlah ini sudah termasuk staf KBRI dan keluarga. Di luar staf KBRI, mereka sebagian besar merupakan pekerja swasta, mahasiswa, ibu rumah tangga, WNI yang menikah dengan WN setempat, dan pensiunan atau yang telah tinggal di Serbia selama lebih dari 30 tahun.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
3 WNI Ditangkap di Makkah,...
3 WNI Ditangkap di Makkah, Diduga Terlibat Penipuan-Penggelapan Layanan Haji
Sikapi Penyakit Super...
Sikapi Penyakit Super Flu di Indonesia, Menkes: Tak Mematikan seperti Covid-19
Tantangan Penyakit Menular...
Tantangan Penyakit Menular Kita
Eks Mensos Juliari Batubara...
Eks Mensos Juliari Batubara Diperiksa KPK Terkait Korupsi Bansos Presiden 2020
Kasus APD Covid-19,...
Kasus APD Covid-19, KPK Ajukan Banding atas Vonis 3 Tahun Eks Pejabat Kemenkes
Covid-19 di Asia Naik,...
Covid-19 di Asia Naik, Mantan Komandan Satgas RS Wisma Atlet Imbau Masyarakat Waspada
Bagaimana Industri Farmasi...
Bagaimana Industri Farmasi Besar AS Raup Untung dari Pandemi dengan Perlakukan Warga Seperti Kelinci Percobaan?
Zat Kimia Persisten...
Zat Kimia Persisten Ditemukan dalam 98,8% Darah Warga AS
Kepala WHO Peringatkan...
Kepala WHO Peringatkan Lebih Banyak Kasus Hantavirus akan Muncul
Rekomendasi
Jasaraharja Putera Raih...
Jasaraharja Putera Raih Pertumbuhan Berkelanjutan dan RBC Capai 371,90%
Teknologi Deteksi Deepfake...
Teknologi Deteksi Deepfake Nvidia Mencapai Akurasi 94%
Gavi Akhirnya Buka Mulut...
Gavi Akhirnya Buka Mulut setelah Dibanting Paredes di Final Piala Dunia 2026
Berita Terkini
Fiscal Dominance dan...
'Fiscal Dominance' dan Depresiasi Rupiah
Amanat Lengkap Presiden...
Amanat Lengkap Presiden Prabowo di Upacara Prasetya Perwira TNI-Polri Tahun 2026
Jenderal Agus Subiyanto...
Jenderal Agus Subiyanto Pastikan TNI Siap Dukung Swasembada Beras
PN Jakarta Selatan Tunda...
PN Jakarta Selatan Tunda Sidang Praperadilan Roy Suryo Jilid 3 Pekan Depan
Sidang Praperadilan...
Sidang Praperadilan Jilid 3 Roy Suryo Digelar di PN Jakarta Selatan Hari Ini
TNI-Polri Harus Profesional,...
TNI-Polri Harus Profesional, Prabowo: Jangan Ada Loyalitas Korps yang Sempit
Infografis
Jadwal Imsakiyah Ramadan...
Jadwal Imsakiyah Ramadan 1447 H, Kamis 19 Februari 2026
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved