McDonald’s sebagai Magnet Kapitalisme

Jum'at, 11 Juni 2021 - 06:35 WIB
loading...
McDonald’s sebagai...
Asrudin. FOTO/DOk Sindonews
A A A
Asrudin Azwar
Peneliti, Pendiri The Asrudian Center

Sudah dua kali McDonald’s membuat kerumunan massa di tengah pandemi korona (Covid-19). Pertama , saat McDonald’s menutup gerainya di Sarinah pada 10 Mei 2020 lalu. Penutupan itu menjadi momen emosional bagi sebagian orang yang memiliki kenangan di tempat nongkrong legendaris tersebut. Karenanya banyak warga berkerumun saat acara dilangsungkan. Padahal status Jakarta saat itu adalah Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB).

Kedua , ketika McDonald’s meluncurkan promo menu baru BTS Meal pada Rabu (9/6) lalu. Menu ini merupakan hasil dari kerja sama antara restoran cepat saji itu dengan boyband papan atas asal Korea Selatan, Bangtan Boys (BTS). Alhasil, baru hari pertama promo dilakukan, banyak warga yang menyerbu McDonald’s dengan memesan pembelian menu itu melalui ojek online (ojol). Akibatnya antrean panjang ojol pun timbul hampir merata di seluruh gerai McDonald’s Indonesia dengan mengabaikan protokol kesehatan.

Melalui dua insiden itu, kita patut bertanya, apa yang membuat McDonald’s begitu memiliki daya tarik sehingga warga rela berkerumun walaupun ada pandemi yang mungkin bisa membahayakan nyawa mereka?

Daya Tarik
Bisa dikatakan McDonald’s hadir di Indonesia pada saat Perang Dingin berakhir (1991). Penandanya adalah tembok Berlin runtuh dan Uni Soviet bubar. Era ini, kata Francis Fukuyama,adalah era akhir sejarah, atau kemenangan mutlak demokrasi liberal Amerika atas komunisme Soviet.

Di era ini, dunia menjadi homogen. Sebab tanpa tantangan ideologi lain, Amerika lebih leluasa memasarkan ide demokrasi ke seluruh penjuru dunia. Dunia, dengan demikian, berada di dalam selimut demokrasi dan ini diyakini bisa memberikan implikasi bagi perdamaian global. Ilmuwan hubungan internasional biasa menyebut gagasan Fukuyama ini sebagai teori perdamaian demokrasi. Teori ini menjelaskan bahwa negara-negara demokrasi tidak akan berperang satu sama lain.

Namun tesis Fukuyama tentang teori perdamaian demokrasi ini dinilai sejumlah pemikir hubungan internasional belumlah memuaskan. Sebab masih ada bukti yang menunjukkan sesama negara demokrasi berkonflik satu sama lain. Untuk itu penulis hubungan internasional dan jurnalis top asal Amerika Thomas L Friedman, misalnya, berupaya untuk menutupi kelemahan teori tersebut dengan gagasannya yang dia sebut sebagai The Golden Aches Theory sebagai upaya pencegahan konflik.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Kasus BTS 4G, Jemmy...
Kasus BTS 4G, Jemmy Sutjiawan Divonis 3 Tahun Penjara
Spirit Bermain, Tragedi...
Spirit Bermain, Tragedi dan Kematian Jenaka
Hari Ini Satu Terdakwa...
Hari Ini Satu Terdakwa Kasus BTS Kominfo Jalani Sidang Putusan
Kasus BTS Kominfo, Mantan...
Kasus BTS Kominfo, Mantan Anggota BPK Achsanul Qosasi Dituntut 5 Tahun Penjara
Kejagung Tetapkan Sadikin...
Kejagung Tetapkan Sadikin Rusli Tersangka Kasus Korupsi BTS BAKTI Kominfo
Edward Hutahaean Tersangka...
Edward Hutahaean Tersangka Baru Kasus BTS Bakti Kominfo, Diduga Terima Uang 1 Juta Dolar AS
BTS Bakal Gelar The...
BTS Bakal Gelar The City, London Eye hingga Sungai Thames Disulap Jadi Pusat Perayaan ARMY
BTS Pilih Konser di...
BTS Pilih Konser di GBK Ketimbang JIS, Pramono: Yang Penting Pajaknya Masuk Jakarta
Konser BTS Jakarta 2026...
Konser BTS Jakarta 2026 Jadi 3 Hari, Pramono Sebut Berdampak Besar bagi Ekonomi
Rekomendasi
Larangan dan Sanksi...
Larangan dan Sanksi MPLS 2026, Atribut Tidak Relevan hingga Pungutan Biaya Dilarang
Pemadaman Listrik Ungkap...
Pemadaman Listrik Ungkap Pentingnya Sinkronisasi RKAB dan Pasokan Batu Bara
Breaking News! Pesawat...
Breaking News! Pesawat Dibakar OTK di Bandara Ipdeheik Yahukimo Papua
Berita Terkini
Menekraf Ajak Generasi...
Menekraf Ajak Generasi Muda Berperan Aktif dalam Kebangkitan Ekonomi Kreatif Indonesia
Breaking News! Kejagung...
Breaking News! Kejagung Tetapkan Brigjen Pol LMI Jadi Tersangka Korupsi Pengadaan Ompreng MBG
Sahroni Minta Siber...
Sahroni Minta Siber Polri Kejar Dalang Spam Judi Online di Medsos: Bukan Hal Sulit bagi Polisi
Pasar Global Meluas,...
Pasar Global Meluas, UMKM Wajib Perluas Jangkauan dan Kompetitif
Prabowo: Indonesia-Belarus...
Prabowo: Indonesia-Belarus Sepakat Mendukung Perdamaian dan Stabilitas Dunia
Dokter Tifa Tolak Berdamai...
Dokter Tifa Tolak Berdamai dengan Jokowi, Pilih Lanjutkan Persidangan
Infografis
Respons Donald Trump...
Respons Donald Trump usai Gambarnya sebagai Paus Viral
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved