Pertumbuhan Ekonomi dan Pelajaran dari India
Kamis, 03 Juni 2021 - 06:48 WIB
loading...
Pertumbuhan Ekonomi dan Pelajaran dari India
A
A
A
Oleh:
Cucun Ahmad Syamsurijal
Wakil Ketua Badan Anggaran DPR
Ketua Fraksi PKB
Saat ini India menjadi salah satu negara yang mengalami pandemi Covid-19 paling parah di dunia. Bahkan Covid-19 yang berada di India sebagiannya sudah bermutasi menjadi jenis virus baru yang konon katanya lebih cepat penyebarannya dan efeknya jauh lebih mematikan. Bahkan tingkat persebaran Covid-19 di India sempat beberapa kali memecahkan rekor dunia. Tingkat persebaran Covid-19 di India sempat melebihi angka 400.000 orang dalam sehari. Hal yang sama terjadi pada tingkat kematiannya. Tingkat kematian akibat Covid-19 di sana sempat mencapai angka lebih dari 4.000 orang dalam sehari dan saat ini angka tersebut menjadi angka tertinggi di dunia.
Padahal, sebelumnya India menjadi negara yang paling sukses mengendalikan penyebaran Covid-19. Pada pertengahan bulan Februari tahun 2021, kasus harian penyebaran Covid-19 di India berada di bawah angka 10.000 kasus. Dengan jumlah penduduk lebih dari satu miliar, angka sebaran harian yang berada di bawah 10.000 kasus merupakan prestasi yang sangat luar biasa. Kondisi inilah yang kemudian menjadikan India percaya diri untuk melonggarkan peraturan protokol kesehatan guna menggenjot pertumbuhan ekonomi yang terpuruk akibat pandemi. India mencoba melakukan langkah-langkah pemulihan dengan mengizinkan beberapa aktivitas masyarakat yang dapat mendorong pemulihan ekonomi lebih cepat seperti aktivitas sosial dan keagamaan. Namun, langkah tersebut sepertinya menjadi bumerang tatkala jutaan masyarakat tidak dapat menjaga pelaksanaan protokol kesehatan dengan baik. Virus menyebar dengan sangat cepat dan varian baru tercipta akibat interaksi yang sangat masif. Angka kematian pun melonjak tajam seiring ketidaksiapan sektor kesehatan merespons lonjakan tersebut. Korban-korban berjatuhan dan bergelimpangan yang menjadikan seluruh aktivitas masyarakat berhenti total.
Cucun Ahmad Syamsurijal
Wakil Ketua Badan Anggaran DPR
Ketua Fraksi PKB
Saat ini India menjadi salah satu negara yang mengalami pandemi Covid-19 paling parah di dunia. Bahkan Covid-19 yang berada di India sebagiannya sudah bermutasi menjadi jenis virus baru yang konon katanya lebih cepat penyebarannya dan efeknya jauh lebih mematikan. Bahkan tingkat persebaran Covid-19 di India sempat beberapa kali memecahkan rekor dunia. Tingkat persebaran Covid-19 di India sempat melebihi angka 400.000 orang dalam sehari. Hal yang sama terjadi pada tingkat kematiannya. Tingkat kematian akibat Covid-19 di sana sempat mencapai angka lebih dari 4.000 orang dalam sehari dan saat ini angka tersebut menjadi angka tertinggi di dunia.
Padahal, sebelumnya India menjadi negara yang paling sukses mengendalikan penyebaran Covid-19. Pada pertengahan bulan Februari tahun 2021, kasus harian penyebaran Covid-19 di India berada di bawah angka 10.000 kasus. Dengan jumlah penduduk lebih dari satu miliar, angka sebaran harian yang berada di bawah 10.000 kasus merupakan prestasi yang sangat luar biasa. Kondisi inilah yang kemudian menjadikan India percaya diri untuk melonggarkan peraturan protokol kesehatan guna menggenjot pertumbuhan ekonomi yang terpuruk akibat pandemi. India mencoba melakukan langkah-langkah pemulihan dengan mengizinkan beberapa aktivitas masyarakat yang dapat mendorong pemulihan ekonomi lebih cepat seperti aktivitas sosial dan keagamaan. Namun, langkah tersebut sepertinya menjadi bumerang tatkala jutaan masyarakat tidak dapat menjaga pelaksanaan protokol kesehatan dengan baik. Virus menyebar dengan sangat cepat dan varian baru tercipta akibat interaksi yang sangat masif. Angka kematian pun melonjak tajam seiring ketidaksiapan sektor kesehatan merespons lonjakan tersebut. Korban-korban berjatuhan dan bergelimpangan yang menjadikan seluruh aktivitas masyarakat berhenti total.
Lihat Juga :