Tingkat Keberhasilan Tinggi, Terapi Plasma Konvalesen Diharapkan Mampu Atasi Pandemi

Sabtu, 22 Mei 2021 - 21:59 WIB
loading...
Tingkat Keberhasilan...
Terapi plasma konvalesen merupakan salah satu bentuk dari vaksinasi pasif yang diambil dari pasien sembuh Covid-19. FOTO/DOK.SINDOnews
A A A
JAKARTA - Terapi plasma konvalesen bagi pasien COVID-19 hingga saat ini masih menimbulkan pro-kontra di masyarakat. Ada yang mendukung, tapi tidak sedikit pula yang meragukan efektivitas untuk kesembuhan pasien tersebut.

Dokter Theresia Monica dari Fakultas Kedokteran Universitas Kristen Maranatha (FK UKM) menjelaskan bahwa terapi plasma konvalesen merupakan salah satu bentuk dari vaksinasi pasif yang diambil dari pasien sembuh Covid-19. Plasma yang dimiliki pasien sembuh ini mengandung kekebalan tubuh yang cukup tinggi. Dengan penanganan yang tepat, terapi ini dapat membantu pasien membentuk antibodi untuk melawan infeksi virus corona.

"Hanya saja antibodi yang terkandung di dalam plasma berfungsi untuk menghilangkan virus bukan untuk memperbaiki organ yang rusak," kata Monica dalam webinar internasional "Convalescent Plasma Therapy" yang diselenggarakan FK UKM dan didukung oleh PT Itama Ranoraya Tbk dan PT Terumo Indonesia, Jumat (21/5/2021) malam.

Baca juga: Terapi Plasma Meningkat, Permintaan Plasma Konvalesen di Kota Bandung Tinggi

Selain Theresia Monica dan dr Ria Syafitri Evi Gantini dari Palang Merah Indonesia (PMI), perwakilan Indonesia, webinar ini menghadirkan 3 narasumber bertaraf Internasional dari AS dan merupakan pakar dalam penelitian TPK, Masing-masing Profesor Michael J Joyner dari Mayo Clinic, Profesor Arturo Casadevall dari Johns Hopkins dan Profesor Pirofski dari Albert Einstein College of Medicine.

Menurut Monica, selama ini banyak penelitian untuk memahami penyakit akibat SARS-CoV-2, dari mulai vaksinasi, pengobatan, efeknya pada tubuh, hingga terapi plasma konvalesen. Khusus untuk terapi plasma konvalesen, banyak penelitian yang hasilnya berbeda, ada yang memberikan hasil mendukung dan sebaliknya. Namun, kata Monica, keberhasilan dari terapi plasma konvalesen ini tergantung dari beberapa faktor utama yaitu dosis, kadar antibodi, dan waktu pemberian.

"Supaya terapi plasma ini maksimal, terdapat kondisi atau kriteria tertentu yang harus diperhatikan," kata Ketua PPIDK (Pusat Pengembangan, Inovasi & Kerjasama) Fakultas Kedokteran UKM ini.

Baca juga: Donor Plasma Konvalesen, Solidaritas Penyintas Menjadi Penyelamat

Monica mengatakan bahwa saat ini banyak penelitian tentang terapi plasma konvalesen yang sudah dan sedang dilakukan di Indonesia. Salah satunya adalah kolaborasi antara FK UKM dan RS Primaya. Penelitian lain diadakan di RS Mayapada dan RS Mandara Bali. Ada pun RS Saiful Anwar juga sudah melaksanakan penelitian TPK. Demikan pula, sementara dilaksanakan penelitian nasional multi centre yang melibatkan 10 RS di Indonesia.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Ganjar Pranowo Jelaskan...
Ganjar Pranowo Jelaskan Program Gaspol di Hadapan Mahasiswa Universitas Maranatha
Status Pandemi Dicabut,...
Status Pandemi Dicabut, Pemerintah Tetap Jamin Vaksinasi dan Pengobatan Pasien Covid-19
Satgas Cabut Penggunaan...
Satgas Cabut Penggunaan 5 Obat Ini untuk Covid-19
Catat! Ini Pedoman Pengobatan...
Catat! Ini Pedoman Pengobatan Covid-19 Terbaru dari WHO
PMI: Donor Plasma Konvalesen...
PMI: Donor Plasma Konvalesen Efektif untuk Gejala Ringan-Sedang Bukan Akut
Jusuf Kalla Tinjau Proses...
Jusuf Kalla Tinjau Proses Donor Plasma Konvalesens di PMI Jakarta
UK Maranatha Resmi Buka...
UK Maranatha Resmi Buka PPDS Obstetri dan Ginekologi
Kenalkan 3 Inovasi Batik,...
Kenalkan 3 Inovasi Batik, UK Maranatha Dorong Pengembangan UMKM
Ribuan Siswa SMA Jajal...
Ribuan Siswa SMA Jajal Suasana Kuliah Kampus Unggul di Maranatha Vaganza
Rekomendasi
Jerman vs Paraguay:...
Jerman vs Paraguay: Kenangan Pahit 2002 Hantui La Albirroja
Penembakan di Fan Zone...
Penembakan di Fan Zone Piala Dunia 2026, Satu Orang Tewas dan Satu Kritis
Awkarin Dicecar 33 Pertanyaan...
Awkarin Dicecar 33 Pertanyaan soal Kerja Sama dengan Hanania Group
Berita Terkini
Rakor dengan Pimpinan...
Rakor dengan Pimpinan BGN, Dasco Tegaskan DPR Awasi Ketat Program MBG agar Tepat Sasaran
Besok Komisi I DPR Tetapkan...
Besok Komisi I DPR Tetapkan 7 Anggota KIP 2026-2030
5 Calon Manajer Kopdes...
5 Calon Manajer Kopdes dan Kampung Nelayan Meninggal, Kemhan Ganti Nama Latsarmil
Politikus PDIP Ungkap...
Politikus PDIP Ungkap Anggaran Pelatihan SPPI Lebih Besar untuk Latsarmil ketimbang Substansi Koperasi
Implementasi B50 Perkuat...
Implementasi B50 Perkuat Ketahanan Energi dan Tingkatkan Nilai Tambah Sawit
Wamensesneg: Presiden...
Wamensesneg: Presiden Sangat Paham dan Menghargai Kebebasan Akademik di Kampus
Infografis
Ranking FIFA Terbaru:...
Ranking FIFA Terbaru: Argentina Gusur Spanyol di Puncak, Indonesia Meroket 4 Tingkat
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved