Terapi Plasma Konvalesen Bisa Sembuhkan COVID-19, Ini Faktor Penentunya

Senin, 01 Maret 2021 - 20:02 WIB
loading...
Terapi Plasma Konvalesen...
Kegiatan Donor Darah Umum dan Screening Donor Plasma Konvalesen di drop-off depan Exhibition Hall Grand City Convex, Surabaya, Jawa Timur, Sabtu (27/2/2021). FOTO/DOK.SINDOnews/ALI MASDUKI
A A A
JAKARTA - Perkembangan kasus aktif di tingkat nasional saat ini berada pada angka 12%. Sedangkan target pemerintah adalah menurunkan angka kasus aktif dengan meningkatkan angka kesembuhan pasien COVID-19 dan menghindari angka kematian. Karena itu, pemerintah terus mengupayakan pengobatan melalui berbagai kajian ilmiah yang terus dikembangkan, salah satunya yaitu terapi plasma konvalesen .

Deputi Bidang Penelitian Translasional dan Kepala Laboratorium Hepatitis, Lembaga Eijkman, David Handojo Muljono mengatakan, ada dua faktor penentu keberhasilan terapi plasma konvalesen dalam menyembuhkan pasien COVID-19.

"Memang ini bervariasi karena ada dua hal yang sangat menentukan yaitu donornya, donor itu termasuk ketersediaannya dan juga antibodinya. Nah itu aspek donor," kata David dalam dialog "Pekembangan Penggunaan Plasma Konvalesen Dalam Pengobatan Covid-19" secara virtual, Senin (1/3/2021).

Baca juga: Terapi Plasma Konvalesen Diharapkan Bisa Dipakai di Wilayah dengan Kasus COVID-19 Tinggi

Faktor penentu lainnya dari aspek timing. "Sedangkan aspek pasien adalah timing. Nah, timing ini penting itu. Timing artinya harus dini, dini dalam arti waktu tapi juga dini dari arti penyakit. Penyakitnya jangan tunggu terlambat tapi sedang yang nantinya mengarah ke berat, itu sudah seyogyanya sudah diberikan," kata David.

Kedua faktor ini, tegas David, menjadi faktor penentu utama agar khasiat dari terapi plasma sesuai yang diinginkan sehingga bisa menyembuhkan pasien COVID-19. "Dengan demikian khasiat yang diinginkan dari plasma ini itu bisa berguna betul. Yaitu antivirusnya dan juga regulator sistem imunnya. Jadi begitu," katanya.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Status Pandemi Dicabut,...
Status Pandemi Dicabut, Pemerintah Tetap Jamin Vaksinasi dan Pengobatan Pasien Covid-19
Ivermectin, Klorokuin,...
Ivermectin, Klorokuin, Oseltamivir hingga Plasma Konvalesen Dicabut, Ini Pengganti Obat Covid-19
Satgas Cabut Penggunaan...
Satgas Cabut Penggunaan 5 Obat Ini untuk Covid-19
Catat! Ini Pedoman Pengobatan...
Catat! Ini Pedoman Pengobatan Covid-19 Terbaru dari WHO
Sejarah LBM Eijkman,...
Sejarah LBM Eijkman, Laboratorium Berkelas Dunia Peninggalan Belanda
Eijkman Dilebur ke BRIN,...
Eijkman Dilebur ke BRIN, PKS Khawatir Riset Vaksin Merah Putih Terbengkalai
Muncul Varian Baru Covid-19...
Muncul Varian Baru Covid-19 Deltacron, Begini Gejala dan Cara Pengobatannya
Pengobatan Baru untuk...
Pengobatan Baru untuk Covid-19, Para Ilmuwan Identifikasi Zat Biologis Kulit Manusia
Vaksin Booster Merah...
Vaksin Booster Merah Putih Belum Bisa Digunakan Pertengahan 2022, Ini Alasannya
Rekomendasi
Sinopsis Microdrama...
Sinopsis Microdrama Swift Vows Love Story Unfolds di V+Short, Kisah Cinta CEO
Para Pemimpin Yahudi...
Para Pemimpin Yahudi Ultra-Ortodoks Sebut Tentara Guru Dosa-dosa Terberat dan Israel Najis
Pejabat AS Bertemu Hamas...
Pejabat AS Bertemu Hamas Saat Washington Sampaikan Tuntutan Gaza pada Israel
Berita Terkini
Badan Siber PP GP Ansor...
Badan Siber PP GP Ansor Kritik Ketertutupan Pembahasan RUU Keamanan dan Ketahanan Siber
OTT Kuansing, Bupati...
OTT Kuansing, Bupati Suhardiman Amby dan Sekda Zulkarnain Menyerahkan Diri ke KPK
Apartemen Disita Jelang...
Apartemen Disita Jelang Sidang Ijazah Jokowi, Dokter Tifa Buka Suara
Tepis Isu Pecah Kongsi...
Tepis Isu Pecah Kongsi dengan Dokter Tifa, Roy Suryo: Saling Membersamai
Nilai Hakim Abaikan...
Nilai Hakim Abaikan Fakta Persidangan, Nadiem Makarim Bakal Lapor ke KY
Tim Hukum Jokowi Endus...
Tim Hukum Jokowi Endus Strategi Pecah Sidang Roy Suryo dan Dokter Tifa
Infografis
Iran Paksa AS Terima...
Iran Paksa AS Terima Kekalahan setelah 40 Hari Berperang, Ini 10 Poin Gencatan Senjata
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved