Mengejar Persiapan Pembelajaran Tatap Muka

Kamis, 20 Mei 2021 - 06:23 WIB
loading...
Mengejar Persiapan Pembelajaran...
Pembelajaran Tatap Muka akan segera dimulai pada Juli mendatang. FOTO/WIN CAHYONO
A A A
JAKARTA - Pandemi Covid-19 memaksa proses kegiatan belajar mengajar dilaksanakan Pembelajaran Jarak Jauh (PJJ). Kondisi in tentu tidak ideal. Berdasar evaluasi yang dilakukan pemerintah dari sisi efektivitas, PJJ tidak bisa disamakan dengan pembelajaran tatap muka (PTM).

Karena itulah, pemerintah pemerintah merencanakan kegiatan pembelajaran tatap muka bisa kembali digelar pada Juli mendatang. Program ini telah tertuang dalam Surat Keputusan Bersama Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Riset Teknologi (Kemendikbud Ristek), Menteri Agama, Menteri Kesehatan (Kemenkes) dan Menteri Dalam Negeri (SKB 4 Menteri) tentang panduan penyelenggaraan pembelajaran di masa pandemi Coronavirus Disease 2019 (Covid-19).

Langkah ini diambil seiring dengan dimulainya kegiatan vaksinasi Covid-19 bagi pendidik dan tenaga pendidik serta penerapan protokol kesehatan ketat di lingkungan sekolah. Untuk mengejar target terebut Kemenkes berupaya memenuhi kebutuhan vaksin, demi memenuhi target prioritas vaksinasi pada guru dan tenaga pendidik.

"Tentu upaya kita sebagaimana yang kita rencanakan, kita akan terus mengupayakan untuk menyelesaikan target ini. Karena kita tahu bahwa vaksin adalah barang langka di dunia. Beberapa negara juga ada yang bahkan belum bisa menerima vaksin," ujar Plt Dirjen Kesehatan Masyarakat Kemenkes Kartini Rustandi.

Indonesia saat in sudah mendapatkan vaksin dan melakukan vaksinasi. Namun, jumlahnya masih sangat terbatas dan belum sesuai dengan yang diharapkan. Sehingga, penetapan prioritas penerima vaksin menjadi penting. Guru adalah salah satu bagian dari petugas publik yang menjadi prioritas. Beberapa kabupaten atau kota sudah langsung menganggap guru sebagai prioritas vaksinasi.

Baca juga: Kapan Pandemi COVID-19 Berakhir? IDI: Kemungkinan 'Permanen'

Menurut Kartini, pihaknya juga telah memberikan informasi kepada pemerintah mengenai prioritas tersebut. Namun, dia mengaku tidak memiliki data terkait jumlah guru yang telah divaksinasi hingga pertengahan Mei ini."Karena ini kategori pelayanan publik jadi institusi terkait yang mendata,"lanjutnya.

Walau pun demikian, Kartini mengatakan selain ketersediaan vaksin yang terbatas, kendala lain yang dihadapi dalam pemberian vaksin untuk guru adalah kondisi tubuh penerima vaksin yang berbeda, sehingga tidak semuanya bisa langsung divaksin. "Mungkin ketika divaksin dalam keadaan sakit atau tensinya lagi naik, sehingga ada keterlambatan,"jelasnya.

Direktur Jendral PAUD, Pendidikan Dasar dan Pendidikan Menengah Kemendikbud Ristek, Jumeri menegaskan, untuk bisa mensukseskan pelaksanaan vaksinasi terhadap guru dan tenaga pendidik di Indonesia kuncinya ada pada dukungan pemerintah daerah, baik kabupaten, kota maupun provinsi.

"Selain itu, karena jumlah vaksinnya terbatas tidak bisa langsung serentak seluruh Indonesia. Kami berharap pada bulan Juni nanti total seluruh wilayah sudah bisa divaksinasi. Dan wilayah-wilayah yang sudah lebih dahulu menerima vaksinasi secara tuntas, diharapkan bisa segera memulai pembelajaran tatap muka dan segera berkordinasi dengan Gugus Tugas Covid-19 setempat sesuai SKB 4 Menteri tentang pembejaran tatap muka,"‎ tegasnya.

Baca juga: Pandemi Corona, Satgas Ungkap Potensi Lonjakan Kasus Minggu Depan
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Terbitkan SE Pengendalian...
Terbitkan SE Pengendalian Gratifikasi SPMB, KPK Soroti Calon Siswa Titipan
Ferdy Sambo Kuliah S2...
Ferdy Sambo Kuliah S2 di Lapas Cibinong, Ini Penjelasan Ditjen Pemasyarakatan
Ekonomi Digital dan...
Ekonomi Digital dan Pendidikan: Peluang Besar atau Ancaman Baru?
Pendidikan di Antara...
Pendidikan di Antara Keinginan Pasar dan Janji Kesejahteraan
Prabowo Pimpin Ratas...
Prabowo Pimpin Ratas di Hambalang, Isu Hankam hingga Pendidikan Dibahas
Hardiknas 2026, SPK...
Hardiknas 2026, SPK Ungkap Upah Dosen Rendah hingga Minim Perlindungan
Dari Pulau Terpencil...
Dari Pulau Terpencil ke Dunia yang Lebih Luas, PNM Bangun Ruang Literasi untuk Anak Rinca
Pendidikan Dinilai Kunci...
Pendidikan Dinilai Kunci Pelestarian Budaya, Yulius Aho Salurkan Beasiswa
Sengketa Satuan Pendidikan...
Sengketa Satuan Pendidikan Tuntas, UIN Jakarta: Proses Integrasi Disepakati Bersama
Rekomendasi
MNC University Umumkan...
MNC University Umumkan Penerima MNCU Future Leader Scholarship Batch 2
Tiket Kereta Liburan...
Tiket Kereta Liburan Sekolah Diskon 30%, Pemesanan Mulai 6 Juni
Transaksi Digital Melonjak,...
Transaksi Digital Melonjak, Visa Tekankan Pentingnya Pengelolaan Risiko
Berita Terkini
KPK Lelang 106 Lot Barang...
KPK Lelang 106 Lot Barang Rampasan Korupsi dari 26 Perkara, Ada Handphone hingga Bidang Tanah
Geledah Rumah Silmy...
Geledah Rumah Silmy Karim, KPK Yakin Ada Bukti Tambahan
Gugatan Paulus Tannos...
Gugatan Paulus Tannos di Singapura Ditolak, KPK: Percepat Proses Ekstradisi ke Indonesia
Tumbuhkan Asa Jurnalis...
Tumbuhkan Asa Jurnalis Muda di Era Disruspi Digital, IJTI Gelar Konferensi Jurnalis Kampus se-Indonesia
Kemenag Catat 2 Juta...
Kemenag Catat 2 Juta Hewan Kurban Senilai Rp18,28 Triliun Dipotong saat Iduladha
KPK Kembali Geledah...
KPK Kembali Geledah Rumah Silmy di Jalan Brawijaya Jaksel
Infografis
Alasan Tentara Israel...
Alasan Tentara Israel Tidak Berani Perang Tatap Muka dengan Hamas
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved