Cagub Sulteng Ahmad Ali Diskusi Soal Pendidikan Bersama Mahasiswa
Sabtu, 09 November 2024 - 14:17 WIB
loading...
Cagub Sulteng Ahmad Ali menjawab pertanyaan mahasiswa terkait solusi terhadap permasalahan di daerah dalam acara Kongkow Aktivis Bareng Calon Pemimpin Sulawesi Tengah. (Foto: istimewa)
A
A
A
PALU - Gagasan Calon Gubernur (cagub) Sulawesi Tengah (Sulteng) nomor urut 1 Ahmad HM Ali "dikuliti" oleh para aktivis mahasiswa se-Sulawesi Tengah, Jumat (8/11/2024) malam.
Hadir dalam acara Kongkow Aktivis Bareng Calon Pemimpin Sulawesi Tengah yang digelar oleh Sinergi Muda Indonesia di Sin Coffe, Ahmad Ali menjawab berbagai pertanyaan mahasiswa terkait solusi terhadap permasalahan di daerah.
Salah satu masalah yang banyak dipersoalkan aktivis mahasiswa adalah terkait pendidikan. Bagaimana akses pendidikan masih sulit bagi anak-anak di pelosok daerah, beasiswa pendidikan yang kerap tidak tepat sasaran, hingga jumlah anak putus sekolah yang masih tinggi di Sulawesi Tengah.
"Salah satu contoh di Uwentumbu, di sana ada sekitar 200 anak sekolah yang ketika intensitas hujan tinggi sungai menjadi banjir, sehingga anak-anak tidak bisa ke sekolah. Bagaimana solusi bapak agar anak-anak itu bisa dipermudah akses pendidikan mereka?" tanya Muhammad Fauzan, salah satu mahasiswa dari Universitas Tadulako (Untad) Palu.
Mendengar itu, Ahmad Ali mengaku miris. Uwentumbu yang merupakan salah satu daerah di wilayah satelit ibu kota provinsi masih terdapat anak-anak yang terhambat akses pendidikan.
"Kenapa kita tidak berfikir untuk membangun sekolah di situ? Kalau ingin anak-anak sekolah nyaman, dekatkan sekolah ke masyarakat, termasuk mengadakan bus sekolah," kata Ahmad Ali.
Hadir dalam acara Kongkow Aktivis Bareng Calon Pemimpin Sulawesi Tengah yang digelar oleh Sinergi Muda Indonesia di Sin Coffe, Ahmad Ali menjawab berbagai pertanyaan mahasiswa terkait solusi terhadap permasalahan di daerah.
Salah satu masalah yang banyak dipersoalkan aktivis mahasiswa adalah terkait pendidikan. Bagaimana akses pendidikan masih sulit bagi anak-anak di pelosok daerah, beasiswa pendidikan yang kerap tidak tepat sasaran, hingga jumlah anak putus sekolah yang masih tinggi di Sulawesi Tengah.
"Salah satu contoh di Uwentumbu, di sana ada sekitar 200 anak sekolah yang ketika intensitas hujan tinggi sungai menjadi banjir, sehingga anak-anak tidak bisa ke sekolah. Bagaimana solusi bapak agar anak-anak itu bisa dipermudah akses pendidikan mereka?" tanya Muhammad Fauzan, salah satu mahasiswa dari Universitas Tadulako (Untad) Palu.
Mendengar itu, Ahmad Ali mengaku miris. Uwentumbu yang merupakan salah satu daerah di wilayah satelit ibu kota provinsi masih terdapat anak-anak yang terhambat akses pendidikan.
"Kenapa kita tidak berfikir untuk membangun sekolah di situ? Kalau ingin anak-anak sekolah nyaman, dekatkan sekolah ke masyarakat, termasuk mengadakan bus sekolah," kata Ahmad Ali.
Lihat Juga :