Pandemi, Lebaran Tetap Bisa Bersilaturahmi
Selasa, 11 Mei 2021 - 05:55 WIB
loading...
Meski pandemi, silaturahmi tetap harus tetap terjaga dengan fasilitas virtual.FOTO/WIN CAHYONO
A
A
A
JAKARTA - Umat Islam di Tanah Air pekan ini akan merayakan Hari Raya Idulfitri 1442 H . Ini adalah kali kedua perayaan Lebaran dilakukan dalam suasana pandemi Covid-19.
Meski dalam suasana serba keterbatasan akibat pandemi, namun momen Idulfitri kali ini hendaknya tetap dapat dimaknai secara mendalam. Harus diingat bahwa upaya menjaga keselamatan diri dan kesehatan bersama merupakan prioritas utama saat ini.
Baca juga: Lebaran Virtual, Ini Cara Bikin Zoom Meeting Bersama Keluarga di Hari Lebaran
Seperti diketahui, pandemi Covid-19 telah mengubah sejumlah tatatanan kehidupan masyarakat, termasuk tata cara beribadah. Di bulan Ramadan pun yang di penghujungnya diikuti rutinitas mudik ke kampung halaman, kini tak bisa dilakukan oleh mayoritas umat Islam. Ini seiring dengan larangan mudik yang ditetapkan pemerintah sejak 6-17 Mei mendatang.
Begitupun salat Idulfitri. Pada 6 Mei lalu Kementerian Agama memutuskan bahwa pelaksanaan salat Idulfitri di daerah yang termasuk zona merah dan oranye agar dilakukan di rumah masing-masing. Sedangkan untuk daerah yang termasuk zona hijau dan kuning, salat Idulfitri bisa dilakukan di masjid atau lapangan terbuka dengan kapasitas tidak boleh lebih dari 50%.
Baca juga: Tak Mau Kebobolan Lagi, Polisi Ubah Strategi Penyekatan Pemudik di Perbatasan Bekasi-Karawang
Menteri Agama (Menag) Yaqut Cholil Qoumas mengungkapkan, Ramadan kali ini bangsa Indonesia dihadapkan pada sejumlah keterbatasan karena pandemi Covid-19. Akan tetapi menurut dia, hal itu jangan sampai menyurutkan semangat umat muslim untuk menjalani ibadah Ramadan dengan cara yang paling baik dan paling aman bagi kesehatan diri, keluarga, dan masyarakat.
“Idulfitri adalah hari kemenangan setelah selama sebulan umat Islam menjalani ibadah puasa Ramadan. Kita berharap tempaan saat Ramadan yang dijalani di tengah pandemi, memberi makna lebih sekaligus bekal bagi umat Islam,” ujar Yaqut kepada KORAN SINDO di Jakarta kemarin.
Dia menambahkan, untuk terus meningkatkan ketakwaan kepada Allah SWT tidak hanya tercermin dalam kesalehan secara personal, tetapi juga kesalehan sosial dalam rupa kepedulian pada sesama.
“Ketakwaan yang memiliki keseimbangan antara spiritual vertikal dengan kesalehan sosial," ujar Yaqut kepada KORAN SINDO, di Jakarta, Senin (10/5/2021).
Baca juga: Ada-ada saja, Sopir di Bali Nekat Selundupkan Pemudik di Bak Pikap Bertarif Rp300 Ribu
Yaqut menambahkan, pandemi turut mempertajam pemahaman kita bahwa salah satu inti ajaran agama adalah menjaga nilai-nilai kemanusiaan.
Meski dalam suasana serba keterbatasan akibat pandemi, namun momen Idulfitri kali ini hendaknya tetap dapat dimaknai secara mendalam. Harus diingat bahwa upaya menjaga keselamatan diri dan kesehatan bersama merupakan prioritas utama saat ini.
Baca juga: Lebaran Virtual, Ini Cara Bikin Zoom Meeting Bersama Keluarga di Hari Lebaran
Seperti diketahui, pandemi Covid-19 telah mengubah sejumlah tatatanan kehidupan masyarakat, termasuk tata cara beribadah. Di bulan Ramadan pun yang di penghujungnya diikuti rutinitas mudik ke kampung halaman, kini tak bisa dilakukan oleh mayoritas umat Islam. Ini seiring dengan larangan mudik yang ditetapkan pemerintah sejak 6-17 Mei mendatang.
Begitupun salat Idulfitri. Pada 6 Mei lalu Kementerian Agama memutuskan bahwa pelaksanaan salat Idulfitri di daerah yang termasuk zona merah dan oranye agar dilakukan di rumah masing-masing. Sedangkan untuk daerah yang termasuk zona hijau dan kuning, salat Idulfitri bisa dilakukan di masjid atau lapangan terbuka dengan kapasitas tidak boleh lebih dari 50%.
Baca juga: Tak Mau Kebobolan Lagi, Polisi Ubah Strategi Penyekatan Pemudik di Perbatasan Bekasi-Karawang
Menteri Agama (Menag) Yaqut Cholil Qoumas mengungkapkan, Ramadan kali ini bangsa Indonesia dihadapkan pada sejumlah keterbatasan karena pandemi Covid-19. Akan tetapi menurut dia, hal itu jangan sampai menyurutkan semangat umat muslim untuk menjalani ibadah Ramadan dengan cara yang paling baik dan paling aman bagi kesehatan diri, keluarga, dan masyarakat.
“Idulfitri adalah hari kemenangan setelah selama sebulan umat Islam menjalani ibadah puasa Ramadan. Kita berharap tempaan saat Ramadan yang dijalani di tengah pandemi, memberi makna lebih sekaligus bekal bagi umat Islam,” ujar Yaqut kepada KORAN SINDO di Jakarta kemarin.
Dia menambahkan, untuk terus meningkatkan ketakwaan kepada Allah SWT tidak hanya tercermin dalam kesalehan secara personal, tetapi juga kesalehan sosial dalam rupa kepedulian pada sesama.
“Ketakwaan yang memiliki keseimbangan antara spiritual vertikal dengan kesalehan sosial," ujar Yaqut kepada KORAN SINDO, di Jakarta, Senin (10/5/2021).
Baca juga: Ada-ada saja, Sopir di Bali Nekat Selundupkan Pemudik di Bak Pikap Bertarif Rp300 Ribu
Yaqut menambahkan, pandemi turut mempertajam pemahaman kita bahwa salah satu inti ajaran agama adalah menjaga nilai-nilai kemanusiaan.
Lihat Juga :