Bangun Literasi Digital Pancasila Melalui Pesantren Kilat
Jum'at, 23 April 2021 - 18:45 WIB
loading...
Direktur Pengkajian Materi Badan Pembinaan Ideologi Pancasila (BPIP) Muhammad Sabri. Foto/Istimewa
A
A
A
JAKARTA - Pesantren Kilat Digital yang setiap tahun dilaksanakan oleh Sobat Cyber Indonesia kini terselenggara kembali di bulan Ramadhan tahun ini. Adapun tema yang diangkat adalah Ramadhan Membawa Pesan Positif di Ruang Digital.
Pelaksanaan kegiatan ini sudah memasuki hari keempat pada Kamis 22 April 2021. Hadir sebagai pemateri hari keempat, yakni Direktur Pengkajian Materi Badan Pembinaan Ideologi Pancasila (BPIP) Muhammad Sabri.
Dalam paparannya, Sabri memberikan pembekalan materi nilai dan pengamalan Pancasila dalam ruang digital. Di antaranya mengenai pembuatan konten positif yang menguatkan Pancasila sebagai falsafah kehidupan berbangsa dan bernegara.
“Kaum milenial bisa membuka ruang digital dengan konten-konten positif yang tentunya bisa membuat Indonesia maju. Pesantren Kilat Digital 2021 ini adalah ruang diskusi dan ruang edukasi masa depan Indonesia, karena masa depan Indonesia ditentukan oleh kaum milenial dan juga ruang digital yang sehat akan informasi,” tutur Sabri. Baca juga: MUI Imbau Masyarakat di Zona Merah Laksanakan Salat Idul Fitri di Rumah
Menurut dia, ruang digital saat ini adalah permasalahan serius bagi bangsa Indonesia. Dia mengatakan acara yang digagas oleh Sobat Cyber Indonesia ini penting untuk dilakukan bersama dalam mencapai ruang digital yang sadar akan pengamalan Pancasila.
“Untuk permasalahan utama dalam meningkatkan kesadaran masyarakat dalam ruang digital, BPIP telah mengajak Sobat Cyber Indonesia dalam meningkatkan Literasi Diigitalisasi Pancasila,” katanya.
Untuk itu, sambung dia, pemerintah harus berkolaborasi dengan pihak-pihak yang mendukung literasi digital Pancasila. "Ada 50 juta anak-anak muda di Indonesia yang harus diliterasi digital Pancasila, kami sangat apresiasi dari gagasan dan juga ide dari Sobat Cyber Indonesia untuk membangun gerakan literasi digital ideologi Pancasila,” tambah Sabri. Baca juga: Personel Angkatan Bersenjata Singapura Sudah di KRI Soeharso
Pelaksanaan kegiatan ini sudah memasuki hari keempat pada Kamis 22 April 2021. Hadir sebagai pemateri hari keempat, yakni Direktur Pengkajian Materi Badan Pembinaan Ideologi Pancasila (BPIP) Muhammad Sabri.
Dalam paparannya, Sabri memberikan pembekalan materi nilai dan pengamalan Pancasila dalam ruang digital. Di antaranya mengenai pembuatan konten positif yang menguatkan Pancasila sebagai falsafah kehidupan berbangsa dan bernegara.
“Kaum milenial bisa membuka ruang digital dengan konten-konten positif yang tentunya bisa membuat Indonesia maju. Pesantren Kilat Digital 2021 ini adalah ruang diskusi dan ruang edukasi masa depan Indonesia, karena masa depan Indonesia ditentukan oleh kaum milenial dan juga ruang digital yang sehat akan informasi,” tutur Sabri. Baca juga: MUI Imbau Masyarakat di Zona Merah Laksanakan Salat Idul Fitri di Rumah
Menurut dia, ruang digital saat ini adalah permasalahan serius bagi bangsa Indonesia. Dia mengatakan acara yang digagas oleh Sobat Cyber Indonesia ini penting untuk dilakukan bersama dalam mencapai ruang digital yang sadar akan pengamalan Pancasila.
“Untuk permasalahan utama dalam meningkatkan kesadaran masyarakat dalam ruang digital, BPIP telah mengajak Sobat Cyber Indonesia dalam meningkatkan Literasi Diigitalisasi Pancasila,” katanya.
Untuk itu, sambung dia, pemerintah harus berkolaborasi dengan pihak-pihak yang mendukung literasi digital Pancasila. "Ada 50 juta anak-anak muda di Indonesia yang harus diliterasi digital Pancasila, kami sangat apresiasi dari gagasan dan juga ide dari Sobat Cyber Indonesia untuk membangun gerakan literasi digital ideologi Pancasila,” tambah Sabri. Baca juga: Personel Angkatan Bersenjata Singapura Sudah di KRI Soeharso
Lihat Juga :