Satgas Minta Operator Sediakan Layanan Telekomunikasi Berkualitas saat Idul Fitri

Kamis, 22 April 2021 - 15:01 WIB
loading...
Satgas Minta Operator Sediakan Layanan Telekomunikasi Berkualitas saat Idul Fitri
Jubir Satgas Penanganan COVID-19, Wiku Adisasmito mengatakan silaturahmi kepada keluarga di kampung halaman dapat dilakukan secara virtual dengan memanfaatkan teknologi komunikasi. Foto/BNPB
A A A
JAKARTA - Pemerintah memastikan masyarakat dilarang mudik pada Idul Fitri 2021 yang akan datang. Oleh karena itu, silaturahmi dengan keluarga bisa dilakukan secara virtual.

“Silaturahmi kepada keluarga di kampung halaman dapat dilakukan secara virtual dengan memanfaatkan teknologi komunikasi,” ujar Juru Bicara Satgas Penanganan COVID-19, Wiku Adisasmito dalam update Perkembangan Penanganan COVID-19 di Indonesia secara virtual, Kamis (22/4/2021). Baca juga: Jangan Mudik! Satgas: Hasil Tes Negatif Tidak Berarti Bebas dari COVID-19

Wiku pun meminta kepada seluruh operator telekomunikasi untuk menyediakan layanan komunikasi yang berkualitas dan terjangkau. “Terkait dengan hal ini pemerintah meminta kepada seluruh operator telekomunikasi untuk menyediakan layanan komunikasi yang berkualitas dan terjangkau. Sehingga masyarakat yang ingin bersilaturahmi secara virtual dapat melakukannya dengan baik,” jelasnya.

Dia menjelaskan kebijakan pelarangan mudik dibuat oleh pemerintah mengutamakan prinsip Solus Populi Suprema Lexto atau mengusahakan keselamatan rakyat di tengah pandemi COVID-19 untuk menghindari peningkatan kasus yang dapat memicu meningkatkan beban fasilitas kesehatan, serta potensi tingginya korban jiwa yang ditimbulkan.

“Pemerintah memahami mudik merupakan sebuah tradisi yang sudah sangat melekat dalam kebudayaan masyarakat Indonesia. Dan menjadi momen saling bermaafan kepada keluarga dan tidak sedikit dari mereka yang berusia lanjut,” tegasnya.

Namun, kata Wiku, masyarakat perlu memahami bahwa melakukan mudik di tengah kondisi pandemi COVID-19 saat ini tentunya akan sangat membahayakan mereka yang lansia. “Apalagi dalam tradisi ini interaksi fisik yang menjabat tangan akan berpotensi untuk menjadi titik awal penularan COVID-19.

Penting untuk diingat lagi, kata Wiku, lansia merupakan populasi yang mendominasi kematian akibat konflik Indonesia dengan persentase 48,3%. Baca juga: Aturan Perjalan Diperketat Jelang Pelarangan Mudik, Begini Penjelasan Satgas

“Oleh karena itu, pemerintah meminta kepada masyarakat untuk mengurungkan niatnya untuk menjalankan kegiatan mudik untuk melindungi diri kita dan juga keluarga di kampung halaman agar tidak tertular COVID-19,” paparnya.
(kri)
Komentar
Copyright © 2022 SINDOnews.com
read/ rendering in 0.1972 seconds (10.55#12.26)