Reshuffle Kabinet, Pengamat: Menteri Investasi Harus Cakap Diplomasi Ekonomi
Rabu, 21 April 2021 - 05:34 WIB
loading...
Pengamat Komunikasi Politik dari UPH, Emrus Sihombing berkomentar soal siapa yang sosok yang paling berkompeten menduduki dua kementerian baru. Foto/SINDOnews
A
A
A
JAKARTA - Pengamat Komunikasi Politik dari Universitas Pelita Harapan (UPH), Emrus Sihombing berkomentar soal siapa yang sosok yang paling berkompeten menduduki dua kementerian baru. Hal tersebut dikatakannya seiring wacana reshuffle kabinet Jokowi-Ma'ruf belum lama ini.
Diketahui sebelumnya, berdasarkan Rapat Paripurna yang berlangsung di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta pada Jumat (9/4/2021) telah disepakati perubahan kementerian baru. Pertama peleburan Kementerian Riset-Teknologi (Kemenristek) dengan Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) serta dibentuknya Kementerian Investasi. Baca juga: Nadiem Makarim Unggah Foto Bareng Megawati, Warganet: Dijamin Lolos dari Reshuffle
Emrus menjelaskan setidaknya ada empat hal yang harus diperhatikan Presiden Joko Widodo (Jokowi) dalam memutuskan kebijakan itu. "Pertama kinerja seusai kementeriannya, kedua elektabilitiasnya terhadap publik, ketiga dukungan politik, loyalitas sampai dipenghujung jabatannya nanti," ujar Emrus saat dihubungi MNC Portal, Selasa (20/4/2021).
Ihwal siapa figur yang cocok untuk mengisi pos kementerian baru, Emrus menjelaskan diperlukan sosok yang tahu betul persoalan di kementerian tersebut. Untuk Menteri Investasi, ia menyebut perlunya sosok yang memiliki relasi luas dan cakap soal diplomasi ekonomi. Baik itu relasi di luar negeri (internasional) maupun dalam negeri.
"Tentu yang akan kita genjot adalah negara-negara yang belum menanamkan modalnya yang ada di Indonesia terutama membidik negara-negara jazirah Arab," ucap Emrus. Baca juga: Isu Reshuffle Kabinet, PPP: Suharso Masih Ditugaskan Kawal Ibu Kota Baru
Kendati demikian, Emrus mengatakan meskipun beberapa negara seperti Jepang dan Amerika sudah terbangun relasinya, bukan tidak mungkin perlu untuk dioptimalkan kembali.
Diketahui sebelumnya, berdasarkan Rapat Paripurna yang berlangsung di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta pada Jumat (9/4/2021) telah disepakati perubahan kementerian baru. Pertama peleburan Kementerian Riset-Teknologi (Kemenristek) dengan Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) serta dibentuknya Kementerian Investasi. Baca juga: Nadiem Makarim Unggah Foto Bareng Megawati, Warganet: Dijamin Lolos dari Reshuffle
Emrus menjelaskan setidaknya ada empat hal yang harus diperhatikan Presiden Joko Widodo (Jokowi) dalam memutuskan kebijakan itu. "Pertama kinerja seusai kementeriannya, kedua elektabilitiasnya terhadap publik, ketiga dukungan politik, loyalitas sampai dipenghujung jabatannya nanti," ujar Emrus saat dihubungi MNC Portal, Selasa (20/4/2021).
Ihwal siapa figur yang cocok untuk mengisi pos kementerian baru, Emrus menjelaskan diperlukan sosok yang tahu betul persoalan di kementerian tersebut. Untuk Menteri Investasi, ia menyebut perlunya sosok yang memiliki relasi luas dan cakap soal diplomasi ekonomi. Baik itu relasi di luar negeri (internasional) maupun dalam negeri.
"Tentu yang akan kita genjot adalah negara-negara yang belum menanamkan modalnya yang ada di Indonesia terutama membidik negara-negara jazirah Arab," ucap Emrus. Baca juga: Isu Reshuffle Kabinet, PPP: Suharso Masih Ditugaskan Kawal Ibu Kota Baru
Kendati demikian, Emrus mengatakan meskipun beberapa negara seperti Jepang dan Amerika sudah terbangun relasinya, bukan tidak mungkin perlu untuk dioptimalkan kembali.
Lihat Juga :