Kartini, Emansipasi dan Pendidikan Antikekerasan

Rabu, 21 April 2021 - 05:30 WIB
loading...
A A A
Untuk ukuran saat itu, sekolah bagi seorang perempuan adalah hal yang tabu. Perempuan dianggap sebagai konco wingking yang apabila telah akil baligh kemudian dikawinkan secara paksa oleh kedua orang tuannya. Di sinilah bisa dilihat bagaimana kontribusi Kartini. Dia membangun sebuah sekolah di Jepara tanpa dibantu oleh dana pemerintah kolonial Belanda. Konsep sekolah yang dibangunnya adalah penuh dengan perasaan kemanusiaan dan jauh dari sikap otoriter Belanda.

Bahkan wanita ketika itu layaknya barang dagangan yang dijual dengan harga murah. Belenggu feodalisme dan patriarkisme yang mencengkeram mayoritas masyarakat Jawa pada waktu itu memang kuat. Layaknya zaman jahiliah sebelum era kerasulan Muhammad, di Arab terdapat tradisi mengubur bayi perempuan hidup-hidup karena perempuan dianggap makhluk yang lemah dan hina. Tidak kuasa memanggul senjata untuk membela kehormatan dan kemuliaan suku atau klan. Bahkan semenjak di Rembang, cita-cita Kartini untuk mendirikan sekolah demi sekolah terpenuhi. Suaminya yang juga berpikiran maju itu menyetujui bahwa ia mendirikan sekolah di sebelah timur pintu gerbang kompleks kantor Bupati Rembang. Sekolah Kartini kemudian berkembang pesat, banyak siswa-siswa yang belajar di sekolahnya dengan tanpa subsidi dari pemerintah.

Jika kita membaca surat-surat Kartini yang ditujukan kepada Ny Abandenon kebanyakan adalah berisi kritik dan solusi dari seorang perempuan untuk kemajuan bangsanya. Pada tahun itu, ia sudah mampu menelurkan gagasan-gagasan yang maju, bahkan terlalu maju bagi zamannya di Hindia Belanda saat itu untuk bandingan kaum pribumi. Sehingga sering disebut bahwa Kartini dengan gagasan-gagasannya adalah suatu ramalan tentang masa depan. Sebuah surat Kartini yang penting untuk dijadikan sebagai alat melihat bagaimana tekad dan komitmennya dalam pendidikan adalah suratnya ke Stella. Bagi saya, hanya ada dua macam keningratan: keningratan pikiran dan keningratan budi. Tidak ada yang lebih gila dan bodoh menurut persepsi saya daripada melihat orang yang membanggakan asal keturunannya…”(Surat Kartini kepada Stella, 18 Agustus 1899).

Bagi saya, surat Kartini sebagaimana di atas merupakan ”dentuman besar” pemikiran persamaan dan penghargaan terhadap seseorang karena intelektualitas dan karakter yang baik. Di negara kita tercinta ini, banyak slogan sekolah yang ingin merengkuh dua hal itu, intelek dan berkarakter baik. Kartini sangat concern terhadap pendidikan dan sikap antikekerasan.

Ide emansipasi dan pendidikan antikekerasan yang digelorakan oleh RA Kartini perlu untuk digelorakan sampai ke tingkatan pendidikan sekolah dasar, sekolah menengah, dan tingkatan yang lebih atas lagi.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
TASPEN Salurkan Bantuan...
TASPEN Salurkan Bantuan Sosial dan Fasilitas Belajar, Rayakan Hari Kartini dan HUT ke-63
Habis Gelap Terbitlah...
Habis Gelap Terbitlah Terang Digital, Semangat Kartini di Era Siber
Perindo Silaturahmi...
Perindo Silaturahmi dengan Siti Rohmi di Hari Kartini, Perkuat Konsolidasi di NTB
Puti PDIP: Hari Kartini...
Puti PDIP: Hari Kartini Bukan Selebrasi Tahunan, Simbol Kesempatan Setara bagi Perempuan
Di Balik Terang Kartini:...
Di Balik Terang Kartini: Jejak Sunyi Sosrokartono
Peringati Hari Kartini,...
Peringati Hari Kartini, Perindo Dorong Perempuan Jadi Motor Ekonomi Kerakyatan Inklusif
Srikandi Vol. 2 Angkat...
Srikandi Vol. 2 Angkat Peran Perempuan Lewat Aktivitas Inspiratif
Kisah Mak Netty dan...
Kisah Mak Netty dan Fitri, Kartini Era Kini di Ekosistem Grab
Lewat Bincang Bisnis...
Lewat Bincang Bisnis dan Bazaar UMKM, bank bjb Ajak Kartini Masa Kini Melek Digital
Rekomendasi
Jet Tempur China dan...
Jet Tempur China dan Rusia Kompak Masuk ke Zona Pertahanan Udara Korsel
RT 11 Gandaria Utara...
RT 11 Gandaria Utara Luncurkan Jingle KomLing Mania, Lagu Edukasi yang Bikin Warga Semangat Pilah Sampah!
Rudal Ukraina Hancurkan...
Rudal Ukraina Hancurkan Pabrik Senjata Rusia
Berita Terkini
Saatnya Muktamar NU...
Saatnya Muktamar NU Hadirkan Kepemimpinan yang Tak Lagi Wariskan Pertengkaran Berkepanjangan
Bareskrim Didesak Pulihkan...
Bareskrim Didesak Pulihkan Hak Korban Penipuan dan Penggelapan Dana Syariah Indonesia
Pengamat: Penegakan...
Pengamat: Penegakan Hukum Jadi Cermin Kualitas Demokrasi
Kemendagri dan DPR Sinergi...
Kemendagri dan DPR Sinergi Pemberdayaan Ormas untuk Percepat Kesejahteraan Masyarakat NTB
Survei Puspoll Indonesia,...
Survei Puspoll Indonesia, Kepuasan Publik Atas Kinerja Presiden Prabowo Capai 64,8 Persen
Jokowi Minta Kader PSI...
Jokowi Minta Kader PSI Hidupkan Mesin Partai sampai Tingkat Desa
Infografis
5 Alasan Perdamaian...
5 Alasan Perdamaian Amerika Serikat dan Iran Sulit Terwujud
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved