Habis Gelap Terbitlah Terang Digital, Semangat Kartini di Era Siber

Rabu, 22 April 2026 - 14:44 WIB
loading...
Habis Gelap Terbitlah...
Rimba Mahardika, Humas BSSN, Praktisi Ilmu Komunikasi Universitas Nasional. Foto/istimewa
A A A
Rimba Mahardika
Humas BSSN, Praktisi Ilmu Komunikasi Universitas Nasional

SETIAP tanggal 21 April, bangsa Indonesia selalu terjebak dalam romantisme seremonial. Kebaya, sanggul, dan lomba-lomba seru menjadi pemandangan biasa di perkantoran maupun sekolah. Namun, di tahun 2026 ini – tepat 147 tahun setelah kelahiran Raden Ajeng Kartini – kita harus jujur bertanya: Apakah peringatan ini masih sekadar "meminjam" nama Kartini, atau kita benar-benar melanjutkan perjuangannya?

Dalam diskursus ilmu komunikasi, Kartini bukan sekadar pahlawan emansipasi, melainkan seorang komunikator brilian yang mematahkan dinding patriarki melalui pena (surat-menyurat). Hari ini, 21 April 2026, ketika pena telah bertransformasi menjadi keyboard dan surat telah berubah menjadi algoritma media sosial, semangat Kartini dihadapkan pada realitas baru yang kompleks: "Terang Digital".

Komunikasi Feminis: Dari Ruang Pingitan ke Ruang Siber

Perjuangan Kartini yang tertuang dalam buku Habis Gelap Terbitlah Terang adalah manifestasi dari pemikiran kritis yang menembus batas-batas komunikasi tradisional saat itu. Jika kita membedah menggunakan Teori Komunikasi Feminis (Feminist Standpoint Theory), Kartini menyuarakan realitas kehidupan perempuan dari sudut pandang perempuan itu sendiri, bukan dari perspektif laki-laki yang dominan di zaman kolonial.

Di era digital 2026, perjuangan ini berevolusi. Media sosial dan platform digital menjadi ruang baru di mana narasi perempuan harus direbut. Namun, ironisnya, ruang "terang" ini juga membawa sisi gelap. Data dari Kementerian Komunikasi dan Digital (Komdigi) per April 2026 mencatat ada lebih dari 2.000 laporan kekerasan terhadap perempuan di ruang digital setiap tahunnya, dengan mayoritas kasus adalah kekerasan seksual online.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Pertama Dalam Sejarah,...
Pertama Dalam Sejarah, Kemenag Lantik 15 Perempuan Jadi Kepala KUA
Refleksi Harkitnas 2026:...
Refleksi Harkitnas 2026: Berdaulat di Era Digital
Posisi Strategis Indonesia...
Posisi Strategis Indonesia Jadi Incaran Asing, Kesadaran Antispionase Perlu Diperkuat
Serangan kian Masif,...
Serangan kian Masif, Pembentukan UU Keamanan Siber Tak Bisa Lagi Ditunda
Politisi PDIP: RUU KKS...
Politisi PDIP: RUU KKS untuk Lindungi Hak Sipil dan Demokrasi
Waspada Phishing: Belajar...
Waspada Phishing: Belajar dari Konflik Siber Iran–Israel
Zentara Perusahaan Keamanan...
Zentara Perusahaan Keamanan Siber di Indonesia Raih Sertifikasi Sistem Manajemen AI
5 Provinsi di Indonesia...
5 Provinsi di Indonesia Jadi Target Penguatan Keamanan Siber Pemerintah
Pendampingan PNM Berperan...
Pendampingan PNM Berperan Majukan Usaha Ibu-ibu Prasejahtera dari Sabang-Merauke
Rekomendasi
Permintaan Minyak Dunia...
Permintaan Minyak Dunia Diramal Turun 1,1 Juta Barel per Hari di 2026
BMKG Ungkap Daftar Wilayah...
BMKG Ungkap Daftar Wilayah yang Bakal Alami Kemarau Panjang
Kuwait Tawarkan Minyak...
Kuwait Tawarkan Minyak ke Pembeli Asia, Pertama Kalinya Sejak Konflik Iran
Berita Terkini
Ketum All Cipayung Nusantara...
Ketum All Cipayung Nusantara Berharap Sidang Kasus Ijazah Jokowi Digelar Terbuka
Tersangka Kasus Ijazah...
Tersangka Kasus Ijazah Jokowi Desak Polisi Buat Kepastian Hukum
Pengacara Roy Suryo:...
Pengacara Roy Suryo: Polisi dan Jaksa Ragu-ragu di Kasus Ijazah Jokowi
Kecam Ketimpangan Layanan...
Kecam Ketimpangan Layanan Dialisis, KPCDI Desak Pemerintah Benahi Sistem
Pengacara Jokowi: Ada...
Pengacara Jokowi: Ada Dugaan Manipulasi Bukti Elektronik dalam Kasus Ijazah Jokowi
PKS Sebut Sinergi Pemerintah,...
PKS Sebut Sinergi Pemerintah, Dunia Usaha, hingga Masyarakat Kunci Jaga Stabilitas
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved