Tak Ingin Bernasib Sama dengan India, Menkes Imbau Tetap Disiplin Prokes

loading...
Tak Ingin Bernasib Sama dengan India, Menkes Imbau Tetap Disiplin Prokes
Menteri Kesehatan (Menkes), Budi Gunadi Sadikin mengatakan kepatuhan terhadap protokol kesehatan tidak boleh kendur meski vaksinasi massal sudah berlangsung. Foto/MNC Media
JAKARTA - Menteri Kesehatan ( Menkes), Budi Gunadi Sadikin mengatakan kepatuhan terhadap protokol kesehatan tidak boleh kendur meski vaksinasi massal sudah berlangsung.

Budi tak ingin Indonesia bernasib seperti India. Di sana laju penularan Corona naik sangat tinggi karena adanya strain baru virus serta kendurnya prokes meski vaksinasi sudah jalan. Baca juga: Vaksinasi Tenaga Pendidikan di Kota Bandung Capai 50 Persen

"Pasti rekan-rekan sudah menerima banyak video, berita mengenai apa yang terjadi di India, di mana kenaikan jumlah kasusnya melonjaknya sangat tinggi di saat vaksinasinya sukses dan jumlah kasusnya menurun drastis," ujar Budi saat jumpa pers di Kantor Presiden, Jakarta, Senin (19/4/202.

Budi mengungkapkan ada dua penyebab naiknya kasus Corona di India. Pertama, karena adanha strain baru virus yang masuk. Kedua, kendurnya prokes meski vaksinasinya sudah berjalan. Masyarakat di sana disebut kurang waspada.

"Penyebabnya ada dua. Pertama, mutasi baru sudah masuk, juga di Indonesia walaupun kita masih sangat sedikit insidennya. Kedua, yang paling penting adalah karena mereka sudah vaksinasinya tinggi jumlah konfirmasi kasusnya menurun, mereka lupa, kurang waspada, mereka mengendurkan prokes," tuturnya.



Menurut Budi, di Indonesia Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) mikro dan vaksinasi sudah berhasil menurunkan laju penularan virus Corona beserta keterisian rumah sakit. Baca juga: Terima Vaksinasi Covid-19, Bimbim Slank: Alhamdulillah Lancar

"Tolong kita jaga diri kita tetap waspada kita tetap hati-hati kita disiplin menjalankan prokes 3M mematuhi PPKM Mikro yang menurut kami sudah cukup baik jalannya kalau itu bisa tetap kita jalankan insya Allah di masa Ramadan dan Idul Fitri kita tak usah mengalami seperti yang ada di India," tutup Budi.
(kri)
preload video
TULIS KOMENTAR ANDA!
Top