Pengamat Politik Sebut Fokus Kritikan Kubu Moeldoko Adalah Politik Dinasti

Kamis, 08 April 2021 - 11:41 WIB
loading...
Pengamat Politik Sebut...
AHY dan Ibas. Foto/Dok SINDO
A A A
JAKARTA - Belum lama ini, kubu Moeldoko mengusulkan Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) menjadi calon Gubernur DKI Jakarta pada 2024 mendatang. Alasan Kubu Moeldoko yakni untuk menguji elektabilitas AHY melawan petahana Anies Baswedan.

Salah satu Juru Bicara Kubu Moeldoko, Saiful Huda Ems, menilai AHY selevel camat karena mundur sebagai prajurit TNI Angkatan Darat (AD) pada September 2016 dengan pangkat terakhir mayor. Menanggapi hal tersebut, pengamat politik Universitas Jayabaya Igor Dirgantara menilai fokus kritikan kuat kubu Moeldoko terhadap Partai Demokrat kepemimpinan AHY adalah politik dinasti.

"Ini memunculkan tiga paradoks dalam praktik demokrasi di Indonesia," ujar Igor Dirgantara kepada SINDOnews, Kamis (8/4/2021).

Baca juga: Kubu Moeldoko Apresiasi Pelaporan SBY dan AHY ke Mabes Polri

Pertama, kata Igor, di satu sisi regenerasi politik adalah hukum alam dan wajib dilakukan oleh partai politik. "Namun di sisi yang lain regenerasi tersebut memunculkan fenomena KB, Keluarga Berkuasa," kata Igor, Direktur lembaga Survei dan Polling Indonesia (SPIN) ini.

Kedua, kata Igor, hukum besi oligarki bahwa kekuasaan yang bersumber dari segelintir elite politik cenderung membangun tradisi turun-temurun di dalam kenyataan. "Jika tidak bisa dalam aturan hukum dan undang-undang," katanya.

Ketiga, Igor mengatakan bahwa dulu raja itu dilahirkan, tetapi sekarang raja itu harus diciptakan melalui 'image building'. Dia menuturkan, salah satu pencitraan yang mudah mendapat tempat di hati masyarakat adalah faktor keturunan. "Tampilnya AHY, Gibran Rakabuming, Hanafi Rais, atau Puan Maharani, misalnya, akan tetap mendapat tempat di kalangan publik," imbuhnya.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Said Didu: Jangan Juga...
Said Didu: Jangan Juga Semua Orang Kritis Ditakut-takuti
Boni Hargens Apresiasi...
Boni Hargens Apresiasi Gagasan Resiprokalitas Kapolri
Pengamat: Seskab Teddy...
Pengamat: Seskab Teddy Punya Kapasitas untuk Dipercaya Presiden Prabowo
Pembentukan DSI Dinilai...
Pembentukan DSI Dinilai Langkah Revolusioner Prabowo
AHY Ingatkan Kader Demokrat...
AHY Ingatkan Kader Demokrat Hasilkan Kebijakan yang Berpihak kepada Rakyat
AHY Dukung Putusan MK...
AHY Dukung Putusan MK yang Pertegas Kuota 30 Persen Caleg Perempuan
AHY Ungkap Ego Sektoral...
AHY Ungkap Ego Sektoral Jadi Hambatan Tata Kelola Kebandarudaraan
AHY Targetkan Bandara...
AHY Targetkan Bandara Soekarno-Hatta Tembus 10 Besar Terbaik Dunia di 2029
Bebas dari Penjara,...
Bebas dari Penjara, Thaksin Shinawatra Dapat Pengampunan Raja Thailand
Rekomendasi
Italia Blokir Bantuan...
Italia Blokir Bantuan Militer NATO kepada Ukraina Senilai Rp1.436 Triliun, Sinyal Kemenangan bagi Rusia?
Gratis! Kemnaker Buka...
Gratis! Kemnaker Buka Pendaftaran Sertifikasi Kompetensi untuk Lulusan Magang Nasional
PN Jaktim Tutup Area...
PN Jaktim Tutup Area Parkir Jelang Sidang Perdana Dokter Tifa Besok
Berita Terkini
Selain Kasus Suap Jabatan,...
Selain Kasus Suap Jabatan, KPK Endus Bupati Kuansing Terima Uang Pelepasan HPT
Golkar: Capres-Cawapres...
Golkar: Capres-Cawapres Jangan Terlalu Sedikit dan Jangan juga Terlalu Banyak
Hari Ini Sidang Perdana...
Hari Ini Sidang Perdana Dokter Tifa, Area PN Jaktim Disekat Ketat
Minat Gen Z Meningkat,...
Minat Gen Z Meningkat, Diaspora RI Hadirkan Ruang Belajar tentang Jepang
ASEAN Diminta Jaga Sentralitas...
ASEAN Diminta Jaga Sentralitas di Tengah Tarik-Menarik Kepentingan Laut China Selatan
Lelang Jabatan Sekda,...
Lelang Jabatan Sekda, Bupati Kuansing Minta Mobil Land Cruiser
Infografis
Kaleidoskop 2025: 6...
Kaleidoskop 2025: 6 Peristiwa Politik Nasional yang Menggemparkan
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved