Kuasa Hukum Miss Landscape Sebut Profesor M Tawar Biaya Damai Rp200 Juta

Selasa, 06 April 2021 - 20:34 WIB
loading...
Kuasa Hukum Miss Landscape...
Kuasa hukum Era Setyowati atau Miss Landscape 2019 yang akrab disapa Sierra, Razman A Nasution membantah tudingan pemerasan yang dialamatkan kepadanya. FOTO/DOK.SINDOnews/YULIANTO
A A A
JAKARTA - Kuasa hukum Era Setyowati atau Miss Landscape Indonesia 2019 yang akrab disapa Sierra, Razman A Nasution membantah tudingan tim kuasa hukum Profesor M yang menyebut pihaknya telah mengancam dan memeras kliennya atas kasus dugaan menelantarkan anak Sierra yang disebut juga buah hati dari Prof M.

"Kalau orang merasa diperas, enggak ada tawaran. Ada tawarannya kok, berapa tawarannya? Rp200 juta. Itu menghina, marah saya, saya tersinggung," kata Razman saat ditemui MNC Portal Indonesia di klinik kecantikan kawasan Jakarta Selatan, Selasa (6/4/2021).

Razman pun mengaku marah atas tawaran tersebut. Dia pun membandingkan kasus kliennya itu dengan kasus prostitusi online yang pernah menyeret artis Vanessa Angel.

Baca juga: Komisaris Independen BUMN Tersangkut Skandal Istri Siri

"Lu tidurin artis aja, apalagi ini Miss Landscape. Saya tanya kau, berapa pasaran Vanessa Angel? 80 juta, satu kali. Ini berapa nih, 5 tahun kau tiduri. Jangan buat malu lah kau Profesor M," ujarnya.

Dia pun menceritakan kembali kronologis adanya permintaan biaya sebesar Rp1 miliar tersebut. Setelah mendengar cerita dari Sierra, dia pun langsung mencoba mengubungi Profesor M dan mengajak untuk duduk bersama.

"Dia datang ke kantor, ketemu. Ada buktinya, dia kirim ke saya, saya udah di kantor bang. Pertama, tidak ada unsur terpaksa, tidak ada di situ unsur tekanan. Nih ada saksi datang kan? Dia dateng dengan istrinya, saya ada juga keluarga saya, ada tim saya. Di situ saya bicarakan tentang bagaimana nasib Era ini, dalam hal ini anaknya, Galia," tuturnya.

Baca juga: Soal Tudingan Komisaris BUMN Telantarkan Anak, Ini Respons Kementerian

Sebelum meminta biaya pertanggungjawaban, Razman sebelumnya sudah mempertanyakan terlebih dahulu kepada Profesor M terkait kesediaannya menikahi Sierra. Namun tawaran itu ditolak lantaran statusnya sebagai pegawai negeri dan juga tidak mendapatkan restu dari istrinya.

Razman pun menegaskan bahwa permintaan biaya pertanggungjawaban datang dari Sierra. Dia selaku kuasa hukumnya hanya untuk bermaksud untuk memfasilitasinya saja.

"Yang saya bilang angka Rp1 miliar itu datangnya dari Era, Era minta pertanggungjawaban anaknya, logis dong. Anak umur 8 bulan, harus masuk TK, harus masuk SMP, harus masuk SMA, kuliah, wajar. Sangat kecil sekali itu, sangat kecil," katanya.

Pernyataan Razman ini membantah kronologi yang diceritakan kuasa hukum Profesor M. Dalam hal ini, kedatangan Prof M ke kantor Razman karena ada 'kesediaan' memberikan sejumlah uang sebagai bentuk 'pengakuan' atas anak yang dilahirkan ES adalah tidak benar. Fakta yang sebenarnya adalah Profesor M datang ke kantor hukum Razman Arif Nasution atas undangan Razman.

Baca juga: KPAI Dalami Dugaan Penelantaran Anak oleh Komisaris Independen BUMN

Dalam pertemuan itu, Razman Arif Nasution meminta uang sebesar Rp1 miliar dengan dalih biaya hidup anak yang dilahirkan oleh ES, yang merupakan hasil hubungan dengan Profesor M.

Terhadap permintaan ini, Prof. M menyatakan keberatan karena merasa anak tersebut bukanlah anaknya, dan jika pun ada kesediaan memberikan bantuan, itu hanya karena Profesor M mengetahui bahwa ES tidak memiliki pekerjaan tetap.

Sambil menunggu ES lulus kuliah, atas dasar pertimbangan kemanusiaan, Profespr M bersedia memberikan sejumlah bantuan untuk biaya hidup anak tersebut.

Namun belakangan, malah Razman Arif Nasution meminta kenaikan angka yang harus diserahkan naik menjadi Rp2 miliar, atau permasalahan ini akan dipublikasi.

Tindakan yang dilakukan oleh ES bersama-sama dengan kuasa hukumnya ini, dianggap merupakan tindak pemerasan kepada Profesor M.
(abd)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
KPK Telusuri Dugaan...
KPK Telusuri Dugaan Permintaan Uang oleh Kanim Ngurah Rai dan Denpasar saat Periksa 2 Biro Jasa
Breaking News! Razman...
Breaking News! Razman Arif Nasution Dijebloskan di Lapas Cipinang!
KPK Kembali Periksa...
KPK Kembali Periksa Silmy Karim, Bukti-bukti Dugaan Pemerasan dan Gratifikasi Didalami
Sudewo Klaim Namanya...
Sudewo Klaim Namanya Dicatut Soal Pemerasan Jabatan Perangkat Desa, KPK: Publik Bisa Cermati Dakwaan
7 Terdakwa Kasus Suap...
7 Terdakwa Kasus Suap Sertifikasi K3 Kemnaker Dihukum 4 hingga 6,5 Tahun Penjara
KPK Ungkap Silmy Karim...
KPK Ungkap Silmy Karim Masih Terima Aliran Uang Hasil Pemerasan saat Jabat Wamen Imipas
Penampakan Razman Nasution...
Penampakan Razman Nasution Pakai Peci dan Sarung saat Dijebloskan ke Lapas Cipinang
Inarasati Dikabarkan...
Inarasati Dikabarkan sakit, Insanul Fahmi Doakan Cepat Sembuh
Denada Akhirnya Pamer...
Denada Akhirnya Pamer Foto Bareng Ressa Rizky: Alhamdulillah
Rekomendasi
Breaking News! Pesawat...
Breaking News! Pesawat Dibakar OTK di Bandara Ipdeheik Yahukimo Papua
Sistem Isi Daya Dua...
Sistem Isi Daya Dua Arah Memicu Persaingan antara BMW, VW, dan BYD
AI for Life: Ketika...
AI for Life: Ketika Kampus Mulai Bicara Etika, Bukan Sekadar Teknologi
Berita Terkini
Dokter Tifa Tolak Berdamai...
Dokter Tifa Tolak Berdamai dengan Jokowi, Pilih Lanjutkan Persidangan
Prabowo dan Lukashenko...
Prabowo dan Lukashenko Luncurkan Roadmap Bilateral Indonesia-Belarus 2026-2030
Semarang Raih Predikat...
Semarang Raih Predikat Kota Transformer Nasional Berkat Kepemimpinan Wali Kota Agustina
Indonesia Perkuat Diplomasi...
Indonesia Perkuat Diplomasi Gambut Tropis melalui ITPC di Forum GPI Peru
Sidang Ijazah Jokowi,...
Sidang Ijazah Jokowi, Dokter Tifa Didakwa Pasal Berlapis Pencemaran Nama Baik dan UU ITE
Kapolri Anugerahi Medali...
Kapolri Anugerahi Medali Kehormatan ke Prabowo, Bukti Kuatnya Sinergi Pemerintah-Polri
Infografis
Kaleidoskop 2025: 7...
Kaleidoskop 2025: 7 Peristiwa Hukum yang Menyita Perhatian Publik
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved