Divonis 10 Tahun Penjara, SYL Singgung Proyek dan Izin Impor Ratusan Triliun
Kamis, 11 Juli 2024 - 17:38 WIB
loading...
Mantan Menteri Pertanian Syahrul Yasin Limpo (SYL) memberikan keterangan kepada media seusai sidang pembacaan putusan di Pengadilan Tipikor Jakarta, Kamis (11/7/2024). FOTO/MPI/NUR KHABIBI
A
A
A
JAKARTA - Mantan Menteri Pertanian (Mentan) Syahrul Yasin Limpo (SYL) menyatakan bahwa kasus yang menjeratnya bukan terkait bagi-bagi proyek maupun perizinan impor. Namun, kata SYL, jaksa malah mengaitkan dengan pembelian sejumlah barang yang bersumber bukan dari hasil korupsi.
"Saya ingatkan ini bukan proyek, ini bukan rekomendasi-rekomendasi, dan izin-izin impor yang ratusan triliun, kalau saya mau korupsi ini bukan, yang ditarik adalah skincare, yang ditarik adalah pembelian parfum dan lain-lain," kata SYL seusai sidang pembacaan putusan di Pengadilan Tipikor Jakarta, Kamis (11/7/2024).
SYL menyatakan dirinya tidak pernah menerima uang yang disebutkan pada dakwaan secara langsung. "Saya tidak pernah menerima atau megang uang yang dituduhkan untuk saya bayar-bayar sendiri. Uang ini orang lain yang bayar dan berproses sesuai SOP yang ada," ujarnya.
Mantan Gubernur Sulawesi Selatan (Sulsel) itu berharap kasus yang menjerat dirinya tidak membuat pejabat lainnya takut untuk mengambil kebijakan di tengah situasi yang rawan. "Mudah-mudahan tidak ada pejabat yang takut mengambil kebijakan untuk kepentingan rakyat dan bangsa, hanya karena persoalan saya," ucapnya.
"Saya ingatkan ini bukan proyek, ini bukan rekomendasi-rekomendasi, dan izin-izin impor yang ratusan triliun, kalau saya mau korupsi ini bukan, yang ditarik adalah skincare, yang ditarik adalah pembelian parfum dan lain-lain," kata SYL seusai sidang pembacaan putusan di Pengadilan Tipikor Jakarta, Kamis (11/7/2024).
SYL menyatakan dirinya tidak pernah menerima uang yang disebutkan pada dakwaan secara langsung. "Saya tidak pernah menerima atau megang uang yang dituduhkan untuk saya bayar-bayar sendiri. Uang ini orang lain yang bayar dan berproses sesuai SOP yang ada," ujarnya.
Mantan Gubernur Sulawesi Selatan (Sulsel) itu berharap kasus yang menjerat dirinya tidak membuat pejabat lainnya takut untuk mengambil kebijakan di tengah situasi yang rawan. "Mudah-mudahan tidak ada pejabat yang takut mengambil kebijakan untuk kepentingan rakyat dan bangsa, hanya karena persoalan saya," ucapnya.
Lihat Juga :