Diserang Teroris, Fahri Hamzah Nilai Mabes Polri Bobol
Kamis, 01 April 2021 - 19:01 WIB
loading...
Mantan Wakil Ketua DPR, Fahri Hamzah mengkritisi pernyataan Presiden Jokowi terkait terorisme di Gereja Katedral Makassar dan aksi teror di Mabes Polri. Foto/SINDOnews
A
A
A
JAKARTA - Mantan Wakil Ketua DPR RI, Fahri Hamzah mengkritisi pernyataan Presiden Joko Widodo (Jokowi) terkait tindakan terorisme di Gereja Katedral Makassar dan aksi teror di Mabes Polri, Jakarta.
Baca juga: Pengamat Sebut Penyerangan Mabes Polri Aksi Teror ke-553 Sejak Tahun 2000
Hal ini dikatakan Fahri dalam Dialektika Demokrasi DPR yang bertajuk “Lawan Geliat Radikal-Terorisme di Tanah Air” di Media Center DPR, Kompleks Parlemen Senayan, Jakarta, Kamis (1/4/2021).
Baca juga: Polri Pastikan Senjata yang Digunakan Pelaku Teror Mabes Polri Jenis Airgun
"Faktanya pakai jilbab, pakai cadar teriak Allahuakbar, apalagi kemudian yang di bom gereja, nama grupnya Jamaah Ansharut Daulah (JAD) dan lain-lain lah, terus presiden mengatakan jangan hubungkan dengan agama, mana bisa," kata Fahri.
Wakil Ketua DPN Partai Gelora ini mengajak pemerintah, membangun pola pikir antara agama dan negara yang semestinya tidak dicampur adukan. Karena, kalau dua hal ini dicampur maka persoalan ini tidak akan pernah selesai.
Menurutnya, negara tidak mungkin dapat memperbaiki agama. Sebaliknya, agama dapat me-reform negara atau membentuk negara. Baca juga: Dikabarkan Jual Airgun ke Pelaku Teror Mabes Polri, Toko Ini Tutup
Baca juga: Pengamat Sebut Penyerangan Mabes Polri Aksi Teror ke-553 Sejak Tahun 2000
Hal ini dikatakan Fahri dalam Dialektika Demokrasi DPR yang bertajuk “Lawan Geliat Radikal-Terorisme di Tanah Air” di Media Center DPR, Kompleks Parlemen Senayan, Jakarta, Kamis (1/4/2021).
Baca juga: Polri Pastikan Senjata yang Digunakan Pelaku Teror Mabes Polri Jenis Airgun
"Faktanya pakai jilbab, pakai cadar teriak Allahuakbar, apalagi kemudian yang di bom gereja, nama grupnya Jamaah Ansharut Daulah (JAD) dan lain-lain lah, terus presiden mengatakan jangan hubungkan dengan agama, mana bisa," kata Fahri.
Wakil Ketua DPN Partai Gelora ini mengajak pemerintah, membangun pola pikir antara agama dan negara yang semestinya tidak dicampur adukan. Karena, kalau dua hal ini dicampur maka persoalan ini tidak akan pernah selesai.
Menurutnya, negara tidak mungkin dapat memperbaiki agama. Sebaliknya, agama dapat me-reform negara atau membentuk negara. Baca juga: Dikabarkan Jual Airgun ke Pelaku Teror Mabes Polri, Toko Ini Tutup
Lihat Juga :