Webinar MWA UI: Sinergi Triple Helix untuk Penanganan Pandemi Covid-19
Jum'at, 26 Maret 2021 - 11:44 WIB
loading...
A
A
A
Sementara itu, Budi Wiweko, Wakil Direktur IMERI-FKUI, menjelaskan tentang teknologi mahadata (big data) yaitu sebuah potensi pelayanan kesehatan di masa mendatang.
Dia memaparkan bahwa di masa depan, big data akan menjadi suatu jenis pelayanan kesehatan baru. Sumber big data dalam bidang kesehatan diperoleh dari rumah sakit, laboratorium, emergency, disease registries, Biobank, dan lain sebagainya.
Perpaduan perilaku, manusia, teknologi dan big data akan menghasilkan apa yang disebut “kedokteran presisi”, yaitu kedokteran yang menyesuaikan dengan kebutuhan pasien, yang dapat memprediksi masa depan kesehatan pasien.
Big data yang telah diolah dapat menjadi "model" dan dapat digunakan untuk pengobatan. Misalnya, dari big data dapat diketahui bahwa dalam 10 tahun ke depan, seseorang dapat mengidap suatu penyakit seperti cenderung rentan darah tinggi, atau rentan mengidap penyakit kanker payudara, dan lain-lain.
Ini dapat dipakai sebuah negara untuk mengelola kesehatan daerahnya melalui apa yang disebut “presisi public health”. Tenaga kesehatan di masa depan akan sangat dibutuhkan kemampuan dalam bidang teknologi, perilaku manusia, dan pemahaman data.
Dia memaparkan bahwa di masa depan, big data akan menjadi suatu jenis pelayanan kesehatan baru. Sumber big data dalam bidang kesehatan diperoleh dari rumah sakit, laboratorium, emergency, disease registries, Biobank, dan lain sebagainya.
Perpaduan perilaku, manusia, teknologi dan big data akan menghasilkan apa yang disebut “kedokteran presisi”, yaitu kedokteran yang menyesuaikan dengan kebutuhan pasien, yang dapat memprediksi masa depan kesehatan pasien.
Big data yang telah diolah dapat menjadi "model" dan dapat digunakan untuk pengobatan. Misalnya, dari big data dapat diketahui bahwa dalam 10 tahun ke depan, seseorang dapat mengidap suatu penyakit seperti cenderung rentan darah tinggi, atau rentan mengidap penyakit kanker payudara, dan lain-lain.
Ini dapat dipakai sebuah negara untuk mengelola kesehatan daerahnya melalui apa yang disebut “presisi public health”. Tenaga kesehatan di masa depan akan sangat dibutuhkan kemampuan dalam bidang teknologi, perilaku manusia, dan pemahaman data.
(dam)
Lihat Juga :