Tingkatkan Mutu Pendidikan, Organisasi Guru Dukung POP Kemendikbud
Senin, 22 Maret 2021 - 07:17 WIB
loading...
A
A
A
Menurut Arfah, IGI telah mengikuti seluruh rangkaian seleksi POP, termasuk revisi rancangan anggaran dan biaya (RAB) yang merupakan proses akhir. “Alhamdulillah kami saat ini sedang menunggu undangan untuk menandatangani nota kesepahaman dengan pihak kementerian,” kata dia.
IGI pun siap mendukung penuh program ini sebagai agenda meningkatkan kompetensi guru dengan menyasar kabupaten yang belum tersentuh perkembangan teknologi. Nantinya, IGI hanya menyasar Garut sebagai satu-satunya kabupaten di Jawa sebagai daerah sasaran.
Sementara sebagian besar program akan diarahkan di daerah terluar, terpencil, dan tertinggal (3T). Contohnya, Sumatera yang meliputi daerah pegunungan seperti Rokan Hulu, pesisir di Indragiri hilir, dan Aceh Utara, Kalimantan mencakup daerah yang baru terbuka seperti Gunung Mas dan Pulang Pisau, serta Sulawesi yakni, kepulauan Talaud yang berbatasan dengan Filipina, termasuk kepulauan di Sulawesi Tengah.
“Sasaran kami adalah daerah-daerah 3T karena kami yakin itulah kekuatan kami. Kami membantu pihak kementerian untuk menyasar sampai daerah-daerah pelosok. Makanya kami tidak menyasar daerah-daerah Jawa, daerah yang sudah berkembang, Makasar juga tidak kami sasar karena kami anggap sudah sangat terbantu dengan keadaan fasilitas sarana selama ini,” ulasnya.
IGI optimistis perannya di POP mampu membantu mengatasi kesenjangan pendidikan di daerah pegunungan, pesisir, dan kepulauan. Menurut Arfah, IGI tidak akan bisa bergerak sendiri tanpa kolaborasi dengan POP dan organisasi lain yang berada dalam program ini. Saat ini IGI menyesuaikan dengan persyaratan Kemendikbud dalam prosesnya sehingga hanya mengajukan 25 kabupaten kota untuk SMP dan 24 kabupaten kota untuk jenjang SD. “Kami butuh dukungan pemerintah daerah dalam bentuk akses untuk mobilisasi guru-guru dan kepala sekolah mereka untuk kami bimbing dalam program yang sudah kita desain ini,” pungkas Arfah.
IGI pun siap mendukung penuh program ini sebagai agenda meningkatkan kompetensi guru dengan menyasar kabupaten yang belum tersentuh perkembangan teknologi. Nantinya, IGI hanya menyasar Garut sebagai satu-satunya kabupaten di Jawa sebagai daerah sasaran.
Sementara sebagian besar program akan diarahkan di daerah terluar, terpencil, dan tertinggal (3T). Contohnya, Sumatera yang meliputi daerah pegunungan seperti Rokan Hulu, pesisir di Indragiri hilir, dan Aceh Utara, Kalimantan mencakup daerah yang baru terbuka seperti Gunung Mas dan Pulang Pisau, serta Sulawesi yakni, kepulauan Talaud yang berbatasan dengan Filipina, termasuk kepulauan di Sulawesi Tengah.
“Sasaran kami adalah daerah-daerah 3T karena kami yakin itulah kekuatan kami. Kami membantu pihak kementerian untuk menyasar sampai daerah-daerah pelosok. Makanya kami tidak menyasar daerah-daerah Jawa, daerah yang sudah berkembang, Makasar juga tidak kami sasar karena kami anggap sudah sangat terbantu dengan keadaan fasilitas sarana selama ini,” ulasnya.
IGI optimistis perannya di POP mampu membantu mengatasi kesenjangan pendidikan di daerah pegunungan, pesisir, dan kepulauan. Menurut Arfah, IGI tidak akan bisa bergerak sendiri tanpa kolaborasi dengan POP dan organisasi lain yang berada dalam program ini. Saat ini IGI menyesuaikan dengan persyaratan Kemendikbud dalam prosesnya sehingga hanya mengajukan 25 kabupaten kota untuk SMP dan 24 kabupaten kota untuk jenjang SD. “Kami butuh dukungan pemerintah daerah dalam bentuk akses untuk mobilisasi guru-guru dan kepala sekolah mereka untuk kami bimbing dalam program yang sudah kita desain ini,” pungkas Arfah.
(cip)
Lihat Juga :