Dewan Pers Sebut UKW Bukan untuk Membatasi Karier Jurnalis
Kamis, 18 Maret 2021 - 12:04 WIB
loading...
Suasana kegiatan Uji Kompetensi Wartawan (UKW) MNC Media yang dilaksanakan bekerja sama dengan Dewan Pers di Ballroom Hotel Sari Pan Pacific, Jalan MH Thamrin, Jakarta Pusat, Kamis (18/3/2021). Foto/Carlos Roy Fajarta
A
A
A
JAKARTA - Dewan Pers menyebut pelaksanaan Uji Kompetensi Wartawan (UKW) tidak dimaksudkan untuk membatasi level atau jenjang karier seorang jurnalis di sebuah perusahaan media.
Hal tersebut ditekankan Ketua Komisi Pengaduan dan Penegakan Etika Pers Dewan Pers Arief Zulkifli seusai membuka Uji Kompetensi Wartawan (UKW) yang diadakan oleh MNC Media bekerja sama dengan Dewan Pers di Ballroom Hotel Sari Pan Pacific Jalan MH Thamrin, Jakarta Pusat, Kamis (18/3/2021).
"Kita berterima kasih kepada pihak-pihak yang membantu kita sehingga Uji Kompetensi Wartawan bisa berjalan dengan baik. Uji kompetensi pada akhirnya bermanfaat untuk mengukur dan menstandarkan kemampuan dasar wartawan," ujar Arief Zulkifli.
Baca juga: Dewan Pers Minta Media Rutin Laksanakan UKW
Dia mengatakan, pada dasarnya di Dewan Pers sertifikasi kompetensi seorang jurnalis dibagi menjadi tiga level yakni level muda, madya, dan utama. "Pemimpin redaksi selayaknya dipilih dari level utama, jadi setiap level ada tolok ukurnya," ungkap Arief Zulkifli.
Hal tersebut ditekankan Ketua Komisi Pengaduan dan Penegakan Etika Pers Dewan Pers Arief Zulkifli seusai membuka Uji Kompetensi Wartawan (UKW) yang diadakan oleh MNC Media bekerja sama dengan Dewan Pers di Ballroom Hotel Sari Pan Pacific Jalan MH Thamrin, Jakarta Pusat, Kamis (18/3/2021).
"Kita berterima kasih kepada pihak-pihak yang membantu kita sehingga Uji Kompetensi Wartawan bisa berjalan dengan baik. Uji kompetensi pada akhirnya bermanfaat untuk mengukur dan menstandarkan kemampuan dasar wartawan," ujar Arief Zulkifli.
Baca juga: Dewan Pers Minta Media Rutin Laksanakan UKW
Dia mengatakan, pada dasarnya di Dewan Pers sertifikasi kompetensi seorang jurnalis dibagi menjadi tiga level yakni level muda, madya, dan utama. "Pemimpin redaksi selayaknya dipilih dari level utama, jadi setiap level ada tolok ukurnya," ungkap Arief Zulkifli.
Lihat Juga :