Isra Miraj Jadi Momentum Perkuat Komitmen Perjuangan Bangsa
Kamis, 11 Maret 2021 - 05:31 WIB
loading...
A
A
A
Oleh karena itu, menurut dia, Pancasila adalah model Piagam Madinah yang dicetuskan oleh para ulama dan para pendiri bangsa Indonesia. Semua umat beragama, suku, semua dinaungi di bawah Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI).
Sistem dalam Piagam Madinah adalah sistem yang menghormati kebinekaan, menghormati kelompok lain yang tidak sejalan. Termasuk terhadap umat Nasrani, Majusi dan Yahudi, itu semua diberikan penghormatan dan juga hak-haknya.
”Karena itu, kalau kita belajar dari sikap Nabi setelah Isra dan Miraj, kemudian Nabi membangun kota Madinah dengan Piagam Madinah ini artinya bahwa Nabi meletakkan dasar berbangsa dan bernegara yang bisa mengayomi semua anak bangsa, baik yang berbeda agama maupun berbeda suku,” tuturnya.Baca juga: Libur Isra Miraj, Cuaca Jabodetabek Pagi Ini Berawan dan Siang hingga Malam Hujan
Pengasuh Pesantren al Rabbani Islamic College Cikeas ini menambahkan, jika sampai ada orang yang memiliki pemikiran ingin mencoba sebuah ideologi yang sebenarnya hanya imajinasi tentu sangat berbahaya sekali.
”Sistem yang dimunculkan oleh HTI dengan mengusung khilafah sudah tidak relevan lagi. Pancasila inilah sebagai pemersatu bangsa, semua agama diberikan kebebasan untuk menjalankan perintah agamanya masing-masing tanpa saling mengganggu,” kata Ali.Baca juga: Peringati Isra Miraj, Ma'ruf Amin Ajak Masyarakat Berikhtiar Agar Pandemi COVID-19 Cepat Berakhir
Untuk itu, kata dia, masyarakat harus diedukasi secara kontinyu, terus menerus, baik berdasarkan ayat Alquran maupun dengan Hadist. Karena menurut Kiai Ali, tidak ada satu pun ayat yang menjelaskan tentang perintah mendirikan khilafah, yang ada adalah khalifah. Karena manusia punya peran di kehidupan masing-masing dan itu namanya adalah khalifah.
”Ada yang jadi presiden, ada yang jadi menteri, ada yang jadi kiai, ada yang jadi ketua RT/RW, ini memiliki peran masing-masing. Itulah fungsi khalifah untuk membangun sistem kehidupan di dunia ini, tetapi ini bukan khilafah,” tuturnya.
Sistem dalam Piagam Madinah adalah sistem yang menghormati kebinekaan, menghormati kelompok lain yang tidak sejalan. Termasuk terhadap umat Nasrani, Majusi dan Yahudi, itu semua diberikan penghormatan dan juga hak-haknya.
”Karena itu, kalau kita belajar dari sikap Nabi setelah Isra dan Miraj, kemudian Nabi membangun kota Madinah dengan Piagam Madinah ini artinya bahwa Nabi meletakkan dasar berbangsa dan bernegara yang bisa mengayomi semua anak bangsa, baik yang berbeda agama maupun berbeda suku,” tuturnya.Baca juga: Libur Isra Miraj, Cuaca Jabodetabek Pagi Ini Berawan dan Siang hingga Malam Hujan
Pengasuh Pesantren al Rabbani Islamic College Cikeas ini menambahkan, jika sampai ada orang yang memiliki pemikiran ingin mencoba sebuah ideologi yang sebenarnya hanya imajinasi tentu sangat berbahaya sekali.
”Sistem yang dimunculkan oleh HTI dengan mengusung khilafah sudah tidak relevan lagi. Pancasila inilah sebagai pemersatu bangsa, semua agama diberikan kebebasan untuk menjalankan perintah agamanya masing-masing tanpa saling mengganggu,” kata Ali.Baca juga: Peringati Isra Miraj, Ma'ruf Amin Ajak Masyarakat Berikhtiar Agar Pandemi COVID-19 Cepat Berakhir
Untuk itu, kata dia, masyarakat harus diedukasi secara kontinyu, terus menerus, baik berdasarkan ayat Alquran maupun dengan Hadist. Karena menurut Kiai Ali, tidak ada satu pun ayat yang menjelaskan tentang perintah mendirikan khilafah, yang ada adalah khalifah. Karena manusia punya peran di kehidupan masing-masing dan itu namanya adalah khalifah.
”Ada yang jadi presiden, ada yang jadi menteri, ada yang jadi kiai, ada yang jadi ketua RT/RW, ini memiliki peran masing-masing. Itulah fungsi khalifah untuk membangun sistem kehidupan di dunia ini, tetapi ini bukan khilafah,” tuturnya.
(dam)
Lihat Juga :