Pengambilalihan Demokrat Pengaruhi Investasi, Pemerintah Diminta Bersikap
Selasa, 09 Maret 2021 - 12:30 WIB
loading...
Ketua Umum Partai Demokrat Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) bersama Ketua Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Partai Demokrat dari 34 provinsi melakukan ikrar kesetiaan di Jakarta, Minggu 7 Maret 2021. Foto/SINDOnews/Yulianto
A
A
A
JAKARTA - Dampak dari upaya kekuatan eksternal untuk mengambil alih Partai Demokrat (power grab) secara sewenang-wenang dan kecenderungan adanya pembiaran dinilai mulai terasa di bidang keuangan.
Hal tersebut tercermin dalam indeks harga saham gabungan (IHSG) yang menurun. Jika kondisi tersebut dibiarkan, akan menjadi preseden buruk dan memunculkan persepsi perampasan oleh kekuasaan bisa terjadi pada siapa saja.
Oleh karena itu, pemerintah diharapkan mampu bersikap adil menggunakan landasan hukum dan bukan mencari-cari justifikasi politik.Baca juga: Ikut Moeldoko Kudeta AHY, 2 Ketua DPC Partai Demokrat di Sumatera Utara Dipecat
Demikian benang merah webinar Proklamasi Democracy Forum (PDF) seri ke-11 yang menghadirkan Prof Sulfikar Amir yang merupakan ahli sosio-teknologi dari Nanyang Technological University (NTU) Singapura, pelaku pasar modal David Sutyanto, analis politik Syarwi Pangi Chaniago, mantan wartawan senior Syahrial Nasution dan Kabalitbang DPP Partai Demokrat Tomi Satryatomo, Senin 8 Maret 2021. Webinar ini dimoderatori oleh Sekretaris Balitbang PD Muslim Andri.
“Demokrasi adalah rules of the games di antara para pelakunya, bukan abstrak,” kata Prof Sulfikar Amir.
Oleh karena itu, sambung dia, kualitas demokrasi bergantung pada kualitas partai-partai politik sebagai aktor utama. “Pertumbuhan ekonomi, kemajuan sosial tergantung pada kualitas demokrasi, dan karenanya pada kualitas partai politik,” tandasnya.
Hal tersebut tercermin dalam indeks harga saham gabungan (IHSG) yang menurun. Jika kondisi tersebut dibiarkan, akan menjadi preseden buruk dan memunculkan persepsi perampasan oleh kekuasaan bisa terjadi pada siapa saja.
Oleh karena itu, pemerintah diharapkan mampu bersikap adil menggunakan landasan hukum dan bukan mencari-cari justifikasi politik.Baca juga: Ikut Moeldoko Kudeta AHY, 2 Ketua DPC Partai Demokrat di Sumatera Utara Dipecat
Demikian benang merah webinar Proklamasi Democracy Forum (PDF) seri ke-11 yang menghadirkan Prof Sulfikar Amir yang merupakan ahli sosio-teknologi dari Nanyang Technological University (NTU) Singapura, pelaku pasar modal David Sutyanto, analis politik Syarwi Pangi Chaniago, mantan wartawan senior Syahrial Nasution dan Kabalitbang DPP Partai Demokrat Tomi Satryatomo, Senin 8 Maret 2021. Webinar ini dimoderatori oleh Sekretaris Balitbang PD Muslim Andri.
“Demokrasi adalah rules of the games di antara para pelakunya, bukan abstrak,” kata Prof Sulfikar Amir.
Oleh karena itu, sambung dia, kualitas demokrasi bergantung pada kualitas partai-partai politik sebagai aktor utama. “Pertumbuhan ekonomi, kemajuan sosial tergantung pada kualitas demokrasi, dan karenanya pada kualitas partai politik,” tandasnya.
Lihat Juga :