Demokrat Samakan Nasib Ilmuwan Eijkman dengan Mantan Pegawai KPK
Senin, 03 Januari 2022 - 09:22 WIB
loading...
Peleburan LBM Eijkman ke dalam BRIN mengingatkan politikus Partai Demokrat Sartono Hutomo tentang tes TWK mantan pegawai KPK. Foto/Instagram
A
A
A
JAKARTA - Anggota Komisi VII DPR dari Partai Demokrat Sartono Hutomo menilai wajar bila peleburan Lembaga Biologi Molekuler (LBM) Eijkman ke Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) banyak diprotes. Selain aspek kesejarahan, peran LBM Eijkman dalam situasi pandemi Covid-19 sangat dibutuhkan dan strategis.
Sartono mengaku teringat tes wawasan kebangsaan (TWK) terhadap pegawai Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) untuk menjadi aparatur sipil negara (ASN). Ada kesan, para peneliti dan ilmuwan LBM Eijkman yang kompeten sengaja disingkirkan.
"Problem utama setiap peleburan itu ada dua hal. Pertama, masalah SDM. Kedua, persoalan Quality Control. Masih hangat di memori masyarakat kita, bagaimana dengan alasan ujian TWK beberapa penyedik senior di KPK disingkirkan. Kesan menyingkirkan para peneliti dan ilmuwan yang kompeten ini harus dijawab dengan baik oleh pihak BRIN," kata Sartono dalam keterangannya, Senin (3/1/2022).
Baca juga: 120 Ilmuwan dan Staf Eijkman Tersingkir, BRIN Tawarkan 5 Opsi
Menurut Sartono, peleburan ini tidak akan menjadi polemik jika kualitas dan pengawasannya bisa dipertanggungjawabkan. Apalagi, dia melihat kemunculan BRIN memiliki keterkaitan dengan partai politik (parpol) tertentu dalam pemerintah. "Terlebih lagi, struktur organisasi dari BRIN ini sejak awal tidak bisa dipisahkan dari partai politik tertentu," tukas politikus Partai Demokrat ini.
Sartono mengaku teringat tes wawasan kebangsaan (TWK) terhadap pegawai Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) untuk menjadi aparatur sipil negara (ASN). Ada kesan, para peneliti dan ilmuwan LBM Eijkman yang kompeten sengaja disingkirkan.
"Problem utama setiap peleburan itu ada dua hal. Pertama, masalah SDM. Kedua, persoalan Quality Control. Masih hangat di memori masyarakat kita, bagaimana dengan alasan ujian TWK beberapa penyedik senior di KPK disingkirkan. Kesan menyingkirkan para peneliti dan ilmuwan yang kompeten ini harus dijawab dengan baik oleh pihak BRIN," kata Sartono dalam keterangannya, Senin (3/1/2022).
Baca juga: 120 Ilmuwan dan Staf Eijkman Tersingkir, BRIN Tawarkan 5 Opsi
Menurut Sartono, peleburan ini tidak akan menjadi polemik jika kualitas dan pengawasannya bisa dipertanggungjawabkan. Apalagi, dia melihat kemunculan BRIN memiliki keterkaitan dengan partai politik (parpol) tertentu dalam pemerintah. "Terlebih lagi, struktur organisasi dari BRIN ini sejak awal tidak bisa dipisahkan dari partai politik tertentu," tukas politikus Partai Demokrat ini.
Lihat Juga :