Pendidikan dan Pandemi Covid-19: Alternatif Meningkatkan Soft Skill Siswa

Kamis, 25 Februari 2021 - 12:38 WIB
loading...
A A A
Hal demikian bisa menjadi bahan evaluasi bersama. Harapannya agar mampu memunculkan sebuah grand design baru untuk kelanjutan proses belajar agar mampu menciptakan peserta didik yang progresif visioner.

Di era saat ini, bisa dikatakan sekolah bisa dilakukan kapan saja dan dimana saja, bahkan tanpa materi yang diberikan guru secara langsung, seorang siswa mampu mendapatkan ilmu tersebut melalui gadget yang mereka genggam setiap harinya.

Sudah saatnya pemerintah mempunyai konsep pendidikan yang progresif visioner dengan memberikan fasilitas skill dan kemampuan yang tujuannya untuk mempersiapkan siswa menghadapi kehidupan yang seasungguhnya. Penulis berharap sekolah mampu menjadi ruang kreativitas siswa dalam meningkatkan kemampuan dirinya dengan metode basic needed dan basic interested.

Basic needed dan basic interested artinya seorang guru harus mengetahui kebutuhan siswa sesuai dengan kemampuan dirinya dan membuat siswa tertarik untuk mendalami materi/pelajaran tersebut. Hal demikian akan membuat siswa menemukan jati diri dan kemampuannya secara langsung dengan bimbingan dari guru.

Tentu setiap siswa memiliki kemampuan dan keahlian yang berbeda-beda. Dengan penerapan metode tersebut akan membuat guru dan siswa tentunya lebih mudah untuk mengkelompokkan siswa sesuai dengan keinginan dan kemampuannya masing-masing.

Sudah saatnya pendidikan di Indonesia mengedepankan sebuah kemerdekaan individu untuk setiap siswa agar memilih skill dan pengetahuan yang mereka inginkan. Tentu sudah menjadi rahasia umum bahwa tidak semua siswa mampu memahami belasan mata pelajaran dalam 1 tahun dan menjadi ahli dibidangnya. Jika akhirnya siswa memilih untuk menjadi menekuni bidang tertentu saat dibangku kuliah, lalu mengapa hal demikian tidak diberikan pada saat di sekolah menengah atas.

Penerapan pembelajaran yang konvensional dengan menghafal semua materi pelajaran akan membuat siswa semakin kebingungan dalam menentukan keahlian dan meningkatkan kemampuan dirinya. Tentu semua mata pelajaran merupakan hal yang penting, namun sebutuh-butuhnya siswa jika proses pembelajaran tidak menarik dan tidak dibenturkan dengan realita kehidupan maka siswa akan selalu beranggapan bahwa pembelajaran dikelas hanya sebuah khayalan yang tidak akan pernah bisa diterapkan dikehidupan nyata.

Dengan metode basic needed dan basic interested yang akan diberikan kepada siswa dalam proses pembelajaran daring, maka akan membentuk karakter siswa dan meningkatkan skill kemampuan siswa sesuai dengan keinginan dan harapannya. Guru tetap menjadi pemantau dan pembimbing yang masif kepada siswa agar tidak salah arah serta guru membantu siswa jika menghadapi kesulitan dalam proses belajarnya.

Namun guru sudah tidak perlu lagi mendikte siswa untuk menghafal materi yang diberikan setiap harinya. Guru hanya memberikan kesempatan pada siswa untuk berkreasi dan berlatih skill dan kemampuannya seperti melukis, bernyanyi, olahraga, desain, dan lain sebagainya.

Tentu adanya proses belajar dari rumah akan mempermudah siswa untuk melakukannya dan guru cukup meminta laporan berupa bukti dengan video atau dokumentasi yang dibantu oleh orang tuanya dirumah.

Semoga catatan diatas dapat menjadi satu pandangan bagi para guru dan pemerintah dalam menerapkan metode pembelajarannya. Ada 2 poin yang akan didapatkan ketika penerapan ini bisa berjalan dengan baik.

Pertama, siswa akan memiliki kesempatan untuk meningkatkan potensi dirinya dengan kreativitas yang tinggi dengan langsung diawasi oleh guru sehingga mampu menentukan jati diri dan profesinya untuk masa depan. Kedua, penerapan ini sangat mudah diterapkan di masa pandemi karena siswa mendapatkan kesempatan untuk dibantu oleh orang tua dan jaringan internet dalam menciptakan sebuah karya yang kreatif.
(poe)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
TNI di Kejaksaan: Antara...
TNI di Kejaksaan: Antara Persepsi Backing, Kepastian Hukum, dan Konsolidasi Negara
Meraih Hak Pemajakan...
Meraih Hak Pemajakan Indonesia melalui Implementasi PPh Digital Asing yang Sederhana
Membaca Arah Baru Fleksibilitas...
Membaca Arah Baru Fleksibilitas Fiskal Indonesia
Indonesia Menggugat:...
Indonesia Menggugat: Perlawanan Dokter Tifa dalam Sidang Kasus Dugaan Ijazah Palsu Joko Widodo
Membaca Penguatan Kelompok...
Membaca Penguatan Kelompok Rentan dalam Revisi UU HAM
NU, Antara Tradisi Pesantren,...
NU, Antara Tradisi Pesantren, Profesionalisme Organisasi, dan Kemandirian Ekonomi
Museum ITB Diresmikan,...
Museum ITB Diresmikan, Ruang Baru Membaca Masa Lalu dan Merajut Masa Depan
Ngkaji Pendidikan di...
Ngkaji Pendidikan di Jogja: Ketika Pendidikan Lupa Memahami Manusia
Inspirasi Lulusan Kampus...
Inspirasi Lulusan Kampus Reformasi, Anwar Hafid Komitmen Wujudkan Pendidikan Berkualitas
Rekomendasi
Norwegia vs Inggris:...
Norwegia vs Inggris: Duel Panas Menuju Empat Besar
Hardiyanto Kenneth PDIP...
Hardiyanto Kenneth PDIP Apresiasi Pemprov DKI Jakarta Luncurkan Mobil Klinik Hewan Keliling
Spanyol Lolos ke Semifinal...
Spanyol Lolos ke Semifinal Piala Dunia 2026 Usai Kalahkan Belgia 2-1
Berita Terkini
TNI di Kejaksaan: Antara...
TNI di Kejaksaan: Antara Persepsi Backing, Kepastian Hukum, dan Konsolidasi Negara
Febrie Adriansyah Mundur...
Febrie Adriansyah Mundur dari Jampidsus, Pengamat: Proses Hukum Harus Tetap Berjalan
Dekopin Tegaskan Komitmen...
Dekopin Tegaskan Komitmen Modernisasi Koperasi melalui Estafet Generasi Muda
Sugiono Bertemu Menlu...
Sugiono Bertemu Menlu Iran saat Hadiri Pemakaman Ali Khamenei
Adara Ajak Masyarakat...
Adara Ajak Masyarakat Berkarya untuk Al-Aqsa dan Palestina melalui Art & Craft for Palestine
Pesan Prabowo untuk...
Pesan Prabowo untuk Aparat Negara: Benahi Diri, Rakyat Tidak Ingin Ada Korupsi
Infografis
Piala Dunia 2026: Panggung...
Piala Dunia 2026: Panggung Terakhir Messi-Ronaldo dan Lahirnya Era Baru
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved