Warteg: Wareg dan Teteg

Kamis, 18 Februari 2021 - 07:22 WIB
loading...
A A A
Makan di warteg juga mengajak orang untuk mengonsumsi tubuh ini sesuai dengan kondisi kesehatan. Ini tak berlebihan sebab di warteg banyak sayuran dan lauk sehat ditawarkan. Bagi yang menderita kolesterol tinggi, sayuran bayam bening dan tahu tempe misalnya bisa jadi pilihan.

Di restoran, jenis ini tentu tak mudah kita dapatkan. Begitu banyaknya sayuran dan lauk yang tersedia membuat orang akan menumpahkan kebebasannya sesuai selera dan lagi-lagi tergantung dompet.

Di meja makan, di tengah perbedaan lauk yang disajikan, para pembeli tak saling mempertentangkan. Mereka saling paham bahwa apa yang dikonsumsi adalah benar-benar berpijak pada kebutuhan diri. Perbedaan inilah yang menggambarkan toleransi sejatinya juga tertanam di warteg.

Dengan makan di warteg, tak ada lagi rasa khawatir dicibir karena sebenarnya di situlah seluruh protret diri tertuang dengan apa adanya. Orang sepenuhnya percaya diri dan jujur. Di warteg, orang akhirnya menjaditetegatau tangguh. Modal percaya diri, kejujuran dan ketangguhan diri inilah yang hakikatnya membuat orang akan melangkah lebih mudah dan nyaman dalam mengarungi kehidupan.

Mereka juga tak perlu khawatir soal finansial, kesehatan dan relasi sosialnya. Warteg jelas memitigasi orang untuk mengonsumsi sesuai kapasitas diri. Kesadaran seseorang dalam memahami kekuatan diri inilah yang juga menjadi sarana penting agar orang tidak hidup liar tanpa arah. Lebih-lebih dalam menjaga kesehatan di tengah pandemi seperti saat ini, tentu menjadi manusia sehat dan waras kian menjadi hal inti.

Situasi ini selaras dengan pepatah Jawa yang berbunyi, sopo sing tetegmengko bakal tutug. Ini bermakna bahwa keteguhan seseorang dalam memahami betul kelebihan dan kekurangannya akan menjadi modal besar untuk menggapai tahapan serta tujuan hidup.

Tutugbermakna sampai. Dari sini, kita mungkin bisa memaknai bahwa keberhasilan menapaki kehidupan hanya bisa diraih dengan keberanian seseorang untuk memegang kuat prinsip diri. Prinsip ini berbasis pada isi hati, bukan lagi citra diri apalagi gengsi.

Di masa pandemi ini, hakikatnya warteg tak goyah mendapatkan hati di tengah masyarakat kita. Warteg tetap menjadi penyelamat rakyat banyak, kekuatan ekonomi nasional dan pembangun karakter bangsa. Namun lantaran ekonomi terkontraksi, tak sedikit yang harus undur diri dan sebagian berusaha setengah mati agar tetap kokoh berdiri.

Butuh leverage yang jitu dan bersifat segera agar warteg terus berdaya. Di balik ribuan warteg yang kini tutup, ada nasib ratusan ribu nyawa di dalamnya. Saya pribadi berharap, pandemi ini segera teratasi sehingga era seret warteg ini tersudahi. Dan, warteg kembali mengokohkan marwahnya sebagai warung rakyat yang bisa bikinwaregdanteteg. Semoga.
(ynt)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Setelah Pandemi, Pemerintah...
Setelah Pandemi, Pemerintah Diminta Tak Gegabah Keluarkan Kebijakan
Jokowi: Indonesia Salah...
Jokowi: Indonesia Salah Satu Negara Terbaik Atasi Covid-19 dan Dampak Ekonominya
Cerita Titik Terendah...
Cerita Titik Terendah Anies Baswedan, Kehilangan Adik dan Pandemi Covid-19
Selama Pandemi Mendagri...
Selama Pandemi Mendagri Apresiasi Sinergi Lintas Kementerian, Lembaga dan Pemda
SDGs Kesehatan dan Litbang
SDGs Kesehatan dan Litbang
Mendeteksi Sinyal Pemulihan...
Mendeteksi Sinyal Pemulihan Ekonomi
Hantavirus: Potensi...
Hantavirus: Potensi Pandemi Kecil, Tapi Kewaspadaan Harus Tetap Tinggi
AS Waspada, Blokir Pelancong...
AS Waspada, Blokir Pelancong dari Zona Wabah Ebola
Lebih Mengerikan Dibandingkan...
Lebih Mengerikan Dibandingkan Hantavirus, WHO: Wabah Ebola sebagai Darurat Kesehatan Global
Rekomendasi
Hadiri Konsolidasi Nasional...
Hadiri Konsolidasi Nasional MBG, Ketum Garuda Komitmen Wujudkan Generasi Emas 2045
Preview Timnas Indonesia...
Preview Timnas Indonesia vs Oman: Rizky Ridho Jadi Kapten, Calvin Verdonk Siap Tampil
Kebijakan Tambang RI...
Kebijakan Tambang RI Berubah-ubah, Investor China Mulai Alihkan Investasi Nikel ke Afrika
Berita Terkini
Alasan Prabowo Pilih...
Alasan Prabowo Pilih Nanik S Deyang jadi Kepala BGN Gantikan Dadan Hindayana
Silmy Karim Tersangka...
Silmy Karim Tersangka Korupsi, Komisi III DPR: Usut Tuntas Tanpa Pandang Bulu
Hebat! Kota Semarang...
Hebat! Kota Semarang Raih Penghargaan Nasional Creative Financing, Bukti Inovasi Pemkot Hadirkan Pembangunan yang Berdampak
2 Wamen Kabinet Prabowo...
2 Wamen Kabinet Prabowo Terjerat Korupsi, Nomor 1 Divonis 4,5 Tahun Penjara
Perang Iran 2026: Ketika...
Perang Iran 2026: Ketika Diplomasi Berbicara dengan Bahasa Rudal
Prabowo akan Menerima...
Prabowo akan Menerima Surat Kepercayaan dari 17 Dubes pada 8 Juni 2026
Infografis
4 Alasan Selat Hormuz...
4 Alasan Selat Hormuz Jadi Medan Perang Mematikan Antara Iran dan AS
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved