Ajak Masyarakat Patuhi PSBB, Merry Riana: Jangan Lengah, Jangan Kasih Kendor

Senin, 18 Mei 2020 - 13:40 WIB
loading...
Ajak Masyarakat Patuhi...
Pengunjung memilih pakaian di Pasar Senen, Jakarta Pusat, Minggu (17/5/2020). Foto/SINDOnews/Eko Purwanto
A A A
JAKARTA - Motivator Merry Riana mengingatkan masyarakat Indonesia tetap mematuhi protokol kesehatan dan tidak melonggarkan upaya pencegahan penyebaran virus corona ( Covid-19 ) yang telah dilakukan selama dua bulan ini.

Merry menegaskan, upaya ini harus tetap dipatuhi agar pandemi Covid-19 segera berakhir. "Hati-hati saya bilang kepada Anda semua, situasi kita memang membaik, tapi situasi kita belum baik sepenuhnya. Membaik bukan berarti baik sepenuhnya. Jangan lengah, jangan kasih kendor," ungkapnya di Media Center Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19, Graha BNPB Jakarta, Senin (18/5/2020).

Ia pun menyayangkan meskipun ada peraturan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB), masyarakat saat ini justru memadati fasilitas-fasilitas umum seperti pusat perbelanjaan. Padahal, kata Merry, kondisi Indonesia akan baik dengan masyarakat mematuhi yang telah dikeluarkan oleh pemerintah. (Baca juga: Serukan Lawan Covid-19, AHY: Ini Total War ).

"Jika awal PSBB diberlakukan ternyata relatif berhasil dan membuat jalanan menjadi sepi tetapi itu berbeda halnya dengan saat ini. Banyak kendaraan lalu lalang, bahkan di beberapa tempat ada kemacetan," katanya.

"Kemudian ada beberapa tempat umum yang kini menjadi ramai karena masyarakat sudah menganggap situasi saat ini biasa dan menjadi lemah. Padahal situasi kita membaik tetapi bukan berarti baik, jangan lengah dan kendor kemudian anggap remeh. Ada saatnya menunda kesenangan sesaat untuk kemenangan sesungguhnya," tambah Merry.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Sikapi Penyakit Super...
Sikapi Penyakit Super Flu di Indonesia, Menkes: Tak Mematikan seperti Covid-19
Tantangan Penyakit Menular...
Tantangan Penyakit Menular Kita
Eks Mensos Juliari Batubara...
Eks Mensos Juliari Batubara Diperiksa KPK Terkait Korupsi Bansos Presiden 2020
Kasus APD Covid-19,...
Kasus APD Covid-19, KPK Ajukan Banding atas Vonis 3 Tahun Eks Pejabat Kemenkes
Covid-19 di Asia Naik,...
Covid-19 di Asia Naik, Mantan Komandan Satgas RS Wisma Atlet Imbau Masyarakat Waspada
Kasus Korupsi APD Covid-19,...
Kasus Korupsi APD Covid-19, Mantan Pejabat Kemenkes Divonis 3 Tahun Penjara
Bagaimana Industri Farmasi...
Bagaimana Industri Farmasi Besar AS Raup Untung dari Pandemi dengan Perlakukan Warga Seperti Kelinci Percobaan?
Zat Kimia Persisten...
Zat Kimia Persisten Ditemukan dalam 98,8% Darah Warga AS
Kepala WHO Peringatkan...
Kepala WHO Peringatkan Lebih Banyak Kasus Hantavirus akan Muncul
Rekomendasi
Pasar Cemas Tarif Baru...
Pasar Cemas Tarif Baru AS, Rupiah Ditutup Melemah ke Rp17.963
Suami Istri Pemilik...
Suami Istri Pemilik Hanania Travel Ditetapkan Jadi Tersangka Penipuan Jemaah Umrah
Proses Pemeliharaan...
Proses Pemeliharaan dan Pengisian Galon Bermerek Dipastikan Penuhi Standar Industri
Berita Terkini
Breaking News! Febrie...
Breaking News! Febrie Adriansyah Ditahan Kejagung
Eks Jampidsus Febrie...
Eks Jampidsus Febrie Adriansyah Belum Selesai Diperiksa, 2 Mobil Tahanan Siaga di Kejagung
Pemeriksaan Febrie Adriansyah...
Pemeriksaan Febrie Adriansyah di Kejagung, Eks Penyidik KPK: Penahanan Penting agar Penyidikan Tak Diintervensi
Kritisi Rapat Pleno...
Kritisi Rapat Pleno IX AMPI, Wasekjen Leriadi: Produknya Cacat Hukum
Petani Tebu yang Belum...
Petani Tebu yang Belum Merdeka
Pemerintah Perkuat Pengelolaan...
Pemerintah Perkuat Pengelolaan Dana Lingkungan Hidup via BPDLH
Infografis
Kemenkes Imbau Masyarakat...
Kemenkes Imbau Masyarakat Waspada, Virus HMPV Merebak di China
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved