Stres di Masa Pandemi Banyak Diderita Usia Produktif

Senin, 22 Februari 2021 - 13:50 WIB
loading...
Stres di Masa Pandemi...
Stres di masa pandemi menyerang semua usia. Bahkan, usia produktif termasuk yang paling banyak menderita gangguan kesehatan mental ini. (Grafis: SINDOnews/Win Cahyono)
A A A
Gangguan kesehatan mental yang dipicu pandemi Covid-19 berakibat pada naiknya jumlah kunjungan ke ahli atau profesional. Hal ini diakui oleh Rama Giovani, psikiater yang membuka layanan konsultasi di Kota Bandung, Jawa Barat. Dokter spesialis kesehatan jiwa ini mengatakan sekitar 3-4 bulan pandemi, mulai datang pasien baru dengan kasus yang berhubungan dengan pandemi. Ada yang sebelumnya belum pernah mengalami gangguan kesehatan mental, ada yang memang sedang gangguan dan makin parah karena situasi pandemi, ada juga yang sudah pernah pulih tapi jadi balik lagi di masa pandemi ini.

“Jika ditanya apakah pandemi berpengaruh, jawabannya pasti ada pengaruh pada kesehatan mental orang,” ujarnya kepada KORAN SINDO, Sabtu (20/2).

Baca Juga: ( Stres Kian Mengancam )

Meningkatnya angka penderita gangguan mental di masa pandemi antara lain terkonfirmasi melalui hasil penelitian Centre of Applied Psychometrics Fakultas Psikologi UIN Syarif Hidayatullah Jakarta. Penelitian tersebut melibatkan 994 responden di seluruh Indonesia. Penelitian bertujuan untuk melihat perilaku masyarakat menghadapi pandemi ditinjau dari sikap keberagamaan, aktivitas sosial keagamaan, dan sikap terhadap Covid-19.

Salah satu yang diukur adalah dampak psikologis masyarakat akibat pandemi. Hasilnya, 74,9% responden mengalami stres, 21,5% gangguan kecemasan, dan 3,5% depresi. Penelitian ini dilakukan pada Juli 2020 atau lima bulan sejak pandemi melanda Indonesia. Dengan masa pandemi yang menginjak setahun, masalah kesehatan mental bukan tidak mungkin menjadi lebih buruk. Misalnya, orang yang tadinya hanya stres, kini berubah cemas, dan yang awalnya cemas meningkat menjadi depresi.

Pihak Kementerian Kesehatan (Kemenkes) pun mengonformasi hasil penelitian yang menunjukkan kenaikan kasus orang yang butuh penanganan akibat gangguan mental sejak pandemi. Kasus seperti gangguan tidur menempati posisi paling tinggi yakni 24%, gangguan kecemasan 5%, dan depresi 8%.

Rama menyebut mereka yang mengalami gangguan kesehatan di masa pandemi kebanyakan usia produktif. Sebelumnya memang sudah cukup naik presentase usia produktif ini, tapi kian bertambah seiring pandemi. Kecenderungan jumlah penderita meningkat terus terlihat seiring pandemi yang berkepanjangan.

“Saya malah menyebut ini ada ancaman tsunami mental healthy, kecenderungannya sedang ke arah sana, ini seperti bola salju yang makin lama bisa kian membesar,” kata founder Yayasan Sehat Mental Indonesia (YSMI) ini.

Rama menyebut gangguan kesehatan mental tidak bisa dianggap remeh. Secara mortalitas memang tidak banyak yang berakhir fatal atau menimbulkan kematian. Namun, penderita akan mengalami disabilitas, yakni tidak memiliki kemampuan dalam segala aspek . “Kalau sakit diabetes misalnya, orang masih bisa bekerja, kalau ini tidak, dia tidak bisa bekerja. Meski, sebenarnya ini bisa fatal juga karena penderita bisa alami depresi,” katanya menekankan.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Mengkhawatirkan, Indonesia...
Mengkhawatirkan, Indonesia Darurat Kesehatan Mental dan Kesadaran Digital
Covid-19 di Asia Naik,...
Covid-19 di Asia Naik, Mantan Komandan Satgas RS Wisma Atlet Imbau Masyarakat Waspada
Alumni Relawan RSDC...
Alumni Relawan RSDC Wisma Atlet Hadiri Reuni dan Halalbihalal di Markas Marinir
Mitigasi Inklusif Kolaboratif...
Mitigasi Inklusif Kolaboratif Organisasi Jadi Model Ideal Hadapi Bencana Non Alam Pandemi
3 Orang Jadi Tersangka,...
3 Orang Jadi Tersangka, Kasus Pengadaan APD Covid-19 Rugikan Negara Rp319 Miliar
SBY Lapor ke Jokowi...
SBY Lapor ke Jokowi Jadi Penasihat Khusus Aliansi Sedunia Membasmi Malaria
Stres Jadi Salah Satu...
Stres Jadi Salah Satu Pemicu GERD Kambuh, Ini Cara Mengelolanya
Cukup Baca 4 Buku Setahun,...
Cukup Baca 4 Buku Setahun, Risiko Stres dan Depresi Bisa Turun Signifikan
5 Kebiasaan Buruk yang...
5 Kebiasaan Buruk yang Diam-diam Merusak Tubuh, dari Asupan Makanan hingga Stres
Rekomendasi
Nantikan Teaser Poster...
Nantikan Teaser Poster Serial My Chef In Crime, Ada Misteri yang Siap Bikin Penasaran di VISION+
Bittime: Pasar Tokenisasi...
Bittime: Pasar Tokenisasi Aset RI Diramal Sentuh USD88 Miliar di 2030
Dorong Transformasi...
Dorong Transformasi Berkelanjutan, TelkomGroup Resmi Gelar Culture Festival 2026
Berita Terkini
Kemendagri Kawal Penanganan...
Kemendagri Kawal Penanganan Tuberkulosis dalam RPJMD, RKPD, hingga APBD
Sangkal Isu Reshuffle,...
Sangkal Isu Reshuffle, Mensesneg: Evaluasi Tak Selalu Berujung Pergantian Menteri
Dukungan Publik Jadi...
Dukungan Publik Jadi Kunci Kejagung Tuntaskan Kasus Febrie Adriansyah
Mensesneg Ungkap Anggaran...
Mensesneg Ungkap Anggaran MBG Berpotensi Turun usai Validasi Data
Kejagung Terbitkan Sprindik...
Kejagung Terbitkan Sprindik Baru, Imigrasi Pastikan Pencekalan Febrie Adriansyah Tetap Berlaku
Penampakan Bupati Lombok...
Penampakan Bupati Lombok Barat Lalu Ahmad Zaini Pakai Rompi Oranye KPK
Infografis
4 Pemicu PM Inggris...
4 Pemicu PM Inggris Mundur, dari Pemberontakan Internal hingga Terlalu Banyak Janji
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved