Menakar Kiprah Pertamina di Masa Pandemi

Senin, 22 Februari 2021 - 06:12 WIB
loading...
Menakar Kiprah Pertamina...
Menakar Kiprah Pertamina di Masa Pandemi
A A A
Oleh: Tulus Abadi, Ketua Pengurus Harian YLKI

Berkisar satu tahun lamanya pandemi Covid-19 telah bercokol di muka bumi, dan telah meluluhlantakkan sendi-sendi kehidupan yang sangat mendasar bagi kehidupan manusia. Krisis kesehatan sudah pasti, selebihnya adalah krisis ekonomi, bahkan krisis sosial dan politik. Seluruh negara terpuruk karenanya, pertumbuhan ekonomi runtuh ke titik nadir, krisis ekonomi pun tak terhindarkan. Termasuk pertumbuhan ekonomi Indonesia yang “meroket” ke bawah, yakni minus 2,3% (2020). Begitu pun sektor korporasi nasional dan multinasional berguguran, juga kalangan BUMN di negeri ini.

Salah satu sektor korporasi multinasional yang terpuruk adalah sektor minyak dan gas (migas). Berbagai perusahaan migas multinasional finansialnya berdarah-darah (bleeding) seperti British Petroleum (BP) merugi sebesar USD5,7 miliar, Exxon Mobil merugi USD22,4 miliar, padahal tahun sebelumnya (2019) masih membukukan keuntungan sebesar USD14,34 miliar atau sekitar Rp200,9 triliun. Kemudian Chevron juga merugi sebesar USD5,5 miliar. Tetapi, ada juga perusahaan migas dunia yang untung, yaitu Shell, untung USD4,85 miliar; namun anjlok dibanding tahun sebelumnya (2019), yang menangguk untung USD16,5 miliar.

Kerugian yang dialami multinasional oil company tersebut bisa dipahami dan sangat wajar sebab sektor migas mengalami triple shock,yaitu runtuhnya harga minyak mentah dunia, hingga hanya 20 dolar Amerika per barel, dan permintaan (demand) minyak yang terjun bebas hingga rata-rata 50%. Dan, berikutnya adalah depresiasi mata uang terhadap dolar Amerika. Nilai rupiah menyundul di angka lebih dari Rp14.000 per dolar Amerika. Tiga triple shock ini yang menjungkalkan perusahaan di sektor migas. Ketika perusahaan migas multinasional berguguran, lalu bagaimana perusahaan migas kita, yaitu PT Pertamina? Apakah profilnya juga senasib dan sepenanggungan dengan perusahaan migas multinasional?

Sungguh menakjubkan, sebagaimana Shell, pada 2020 finansial PT Pertamina masih menangguk untung sebesar USD1 miliar atau berkisar Rp14 triliun! Menakjubkan sebab pada semester I 2020 BUMN migas ini masih buntung sebesar Rp11 triliun. Dalam situasi supersulit seperti ini, keberuntungan PT Pertamina patut mendapatkan apresiasi tinggi. Pertamina menerapkan beberapa jurus sehingga bisa tetap menangguk untung seperti efisiensi biaya usaha, prioritas belanja modal, peningkatan penjualan BBM pada kuartal IV, penerapan marketing fee,dan menetapkan waktu terbaik untuk membeli minyak. Dengan kiprah yang kinclong ini wajar jika Dirut PT Pertamina Nicke Widyawati pada 2020 juga menangguk beberapa penghargaan dari komunitas internasional, yaitu dinobatkan sebagai Perempuan Paling Berpengaruh di Dunia (Most Powerfull Women International) oleh majalah Fortune, dan meraih status Top CEO 2020, dari perusahaan minyak multinasional The Aramco Trading, Arab Saudi.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Varian Delta Dongkrak...
Varian Delta Dongkrak Lagi Kasus Covid-19 di Singapura
Sukses Keluar dari Krisis...
Sukses Keluar dari Krisis Covid-19, Indonesia Perlu Tiru 4 Trik Selandia Baru?
Semester-1 2021, Pertamina...
Semester-1 2021, Pertamina Catat Laba Positif Rp2,6 Triliun
Darurat Krisis Corona,...
Darurat Krisis Corona, PKS Desak Pemerintah Upaya Keras Selamatkan Rakyat
Krisis Pandemi, Asosiasi...
Krisis Pandemi, Asosiasi Ungkap Stok Tabung Oksigen Masih Cukup
Perkuat Manajemen Subholding...
Perkuat Manajemen Subholding & Anak Perusahaan, Pertamina Lanjutkan Transformasi Jawab Tantangan Transisi Energi
Pendapatan Pertamina...
Pendapatan Pertamina Tahun 2025 Diprediksi Tembus Rp1.127 Triliun, Laba Bersih Rp54 T
Harga BBM Terjun Bebas!...
Harga BBM Terjun Bebas! Pertamina, Shell, BP, dan Vivo Kompak Banting Harga, tapi Ada yang Naik!
6 Faktor yang Menyebabkan...
6 Faktor yang Menyebabkan Endapan di Filter Bensin Mobil
Rekomendasi
Bentley Gunakan Suara...
Bentley Gunakan Suara Drum untuk Gantikan Suara V8 di EV Pertamanya
AS Tak Dapat Lindungi...
AS Tak Dapat Lindungi 50.000 Pasukannya di Timur Tengah dari Persenjataan Iran yang Besar
Timnas Argentina Pulang...
Timnas Argentina Pulang Tanpa Trofi Disambut Bak Juara, Bagaimana Masa Depan Lionel Messi?
Berita Terkini
UU PFII Bukti Pemerintah...
UU PFII Bukti Pemerintah Serius Bangun Fondasi Ekonomi Jangka Panjang
BGN Perkenalkan Deputi-Sestama...
BGN Perkenalkan Deputi-Sestama Baru, Ada Mantan Kapuspenkum Kejagung
Dugaan Penyamaran Aset...
Dugaan Penyamaran Aset Mantan Jampidsus Febrie Adriansyah Disorot
Jadi Investor Fiktif,...
Jadi Investor Fiktif, 10 WNA Ditangkap Imigrasi
Penguatan Kualitas Lulusan...
Penguatan Kualitas Lulusan Terus Digencarkan SGU
Cerita Megawati Pergoki...
Cerita Megawati Pergoki Intelijen: Hidup Saya Ini Diinteli Terus
Infografis
20 Universitas Terbaik...
20 Universitas Terbaik di Indonesia Versi QS WUR 2027
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved