Varian Delta Dongkrak Lagi Kasus Covid-19 di Singapura
Selasa, 17 Agustus 2021 - 15:23 WIB
loading...
Varin delta membuat kasus Covid-19 di Singpura yang sempat melandai kembali melonjak. Foto/ilustrasi.SINDOnews
A
A
A
JAKARTA - Duta besar (dubes) RI untuk Singapura Suryo Pratomo mengungkap ckondisi penanganan pandemi di Singapura yang juga termasuk salah satu negara yang berhasil bangkit dari krisis Covid-19. Menurutnya, mirip dengan apa yang dilakukan Selandia Baru, namun ada beberapa perbedaan.
“Saya kira Singapura dengan Selandia Baru itu hampir mirip, kuncinya adalah konsistensi dan komunikasi yang baik. Bedanya dengan yang disampaikan mas Tantowi orang yang biasanya di paling ujung datangya ke Selandia Baru, sementara Singapur itu hap, sehingga tempat orang untuk datang bahkan transit,” kata Suryo dalam webinar Indonesia Tangguh bertajuk “Penanggulangan Covid-19 di Negara Sahabat”, Selasa (17/8/2021).
Suryo memaparkan, Singapura kalau dilihat kurvanya, pertama kasus muncul di Februari 2020, kemudian mampu menekan kasus Covid-19 bahkan sampai Mei 2021, sehingga bisa dikatakan kasus penularan di masyarakat tidak ada.
Baca juga: Sukses Keluar dari Krisis Covid-19, Indonesia Perlu Tiru 4 Trik Selandia Baru?
Setelah itu muncul varian delta pada 8 Mei. Varian ini membuat kasus Covid-19 di Singapura meningkat kembali. Apalagi, pada 12 Juli muncul tindakan dari masyarakat yang tidak patuh menjalankan protokol kesehatan, sehingga kasusnya sempat meningkat dan sempat direm lagi.
“Sehingga sekarang kasusnya cenderung mulai kembali. Saat ini di Singapura total kasus dalam 7 hari terakhir ada 389 kasus, kasus aktifnya 53, 5 kasus impor, sementara kasus lokal di masyarakat ada 48,” ujarnya.
Suryo menambahkan, ada 9 kementerian yang bertanggung jawab mengurusi Covid ini dan ada 2 orang ketua. Pertama, Menteri Perdagangan dan Industri Gan Kim Yong. Ini menarik kenapa dia diangkat menjadi ketua, karena Gan Kim Yong sebelumnya Menteri Kesehatan, karena pada 15 Mei ada reshuffle kabinet di Singapura. Namu, karena pemerintah Singapura melihan Gan Kim Yong sudah 1 tahun lebih menangani Covid, jadi pengalamannya sudah cukup banyak.
“Saya kira Singapura dengan Selandia Baru itu hampir mirip, kuncinya adalah konsistensi dan komunikasi yang baik. Bedanya dengan yang disampaikan mas Tantowi orang yang biasanya di paling ujung datangya ke Selandia Baru, sementara Singapur itu hap, sehingga tempat orang untuk datang bahkan transit,” kata Suryo dalam webinar Indonesia Tangguh bertajuk “Penanggulangan Covid-19 di Negara Sahabat”, Selasa (17/8/2021).
Suryo memaparkan, Singapura kalau dilihat kurvanya, pertama kasus muncul di Februari 2020, kemudian mampu menekan kasus Covid-19 bahkan sampai Mei 2021, sehingga bisa dikatakan kasus penularan di masyarakat tidak ada.
Baca juga: Sukses Keluar dari Krisis Covid-19, Indonesia Perlu Tiru 4 Trik Selandia Baru?
Setelah itu muncul varian delta pada 8 Mei. Varian ini membuat kasus Covid-19 di Singapura meningkat kembali. Apalagi, pada 12 Juli muncul tindakan dari masyarakat yang tidak patuh menjalankan protokol kesehatan, sehingga kasusnya sempat meningkat dan sempat direm lagi.
“Sehingga sekarang kasusnya cenderung mulai kembali. Saat ini di Singapura total kasus dalam 7 hari terakhir ada 389 kasus, kasus aktifnya 53, 5 kasus impor, sementara kasus lokal di masyarakat ada 48,” ujarnya.
Suryo menambahkan, ada 9 kementerian yang bertanggung jawab mengurusi Covid ini dan ada 2 orang ketua. Pertama, Menteri Perdagangan dan Industri Gan Kim Yong. Ini menarik kenapa dia diangkat menjadi ketua, karena Gan Kim Yong sebelumnya Menteri Kesehatan, karena pada 15 Mei ada reshuffle kabinet di Singapura. Namu, karena pemerintah Singapura melihan Gan Kim Yong sudah 1 tahun lebih menangani Covid, jadi pengalamannya sudah cukup banyak.
Lihat Juga :