Korona dan Kebangkitan Produk Dalam Negeri
Senin, 18 Mei 2020 - 07:03 WIB
loading...
A
A
A
Meski beberapa sektor usaha terpuruk, namun secercah harapan muncul di masa pendemi ini. Satu di antaranya e-commerce. Setidaknya ini diakui oleh satu di antara penyedia jasa e-commerce, yakni Blibli.com yang mengklaim terjadi kenaikan transaksi hingga 50% selama masa pandemi. Bahkan, untuk produk-produk UMKM lokal yang bergerak di bidang tertentu seperti makanan-minuman dan kesehatan, kenaikannya bisa mencapai 2-6 kali lipat.
Dalam sebuah diskusi virtual pertengahan pekan lalu, CEO Blibli.com Kusumo Martanto menyebutkan, potensi pasar untuk produk-produk UMKM ini sangat besar. Maklum saja, jumlah penduduk di Indonesia yang sebayak 270 juta orang merupakan yang terbesar keempat di dunia setelah China, India, dan Amerika Serikat. Pada kesempatan itu dia juga mengajak para pelaku usaha memanfaatkan pasar dalam negeri melalui platform digital. Bukan tidak ingin go global, ujar dia, ini karena pasar di Tanah Air juga tak kalah seksi.
Pemerintah kini sedang menggencarkan kampanye berupa gerakan nasional #BanggaBuatanIndonesia yang diresmikan Presiden Joko Widodo pekan lalu. Dalam program ini, pemerintah ingin agar produk-produk buatan dalam negeri harus menjadi andalan bangsa, menumbuhkan kepercayaan diri bangsa Indonesia, sebagai bangsa yang besar, bangsa yang bangga terhadap karya bangsa sendiri, bangga terhadap kreativitas dan inovasi.
Potensi produk lokal untuk menjadi besar ini bukan mustahil. Apalagi, kini produk-produk nasional bisa terakselerasi secara baik dan masif ke pasar-pasar potensial melalui pemanfaatan teknologi digital. Harapannya, krisis yang sedang dihadapi bisa memunculkan kesempatan baru untuk memanfaatkan produk-produk buatan Indonesia seiring dengan masa adaptasi dengan kondisi new normal di masa pandemi Covid-19.
Kementerian Perdagangan (Kemendag) pun tak ingin ketinggalan. Instansi tersebut berkomitmen secara konsisten untuk terus mendorong pembelian penggunaan produk buatan dalam negeri agar terus berkiprah. Dengan membangkitkan upaya ini, setidaknya ada harapan bagi para pelaku usaha di Indonesia untuk terus berproduksi dan terserap pasar di negeri sendiri.
Dalam sebuah diskusi virtual pertengahan pekan lalu, CEO Blibli.com Kusumo Martanto menyebutkan, potensi pasar untuk produk-produk UMKM ini sangat besar. Maklum saja, jumlah penduduk di Indonesia yang sebayak 270 juta orang merupakan yang terbesar keempat di dunia setelah China, India, dan Amerika Serikat. Pada kesempatan itu dia juga mengajak para pelaku usaha memanfaatkan pasar dalam negeri melalui platform digital. Bukan tidak ingin go global, ujar dia, ini karena pasar di Tanah Air juga tak kalah seksi.
Pemerintah kini sedang menggencarkan kampanye berupa gerakan nasional #BanggaBuatanIndonesia yang diresmikan Presiden Joko Widodo pekan lalu. Dalam program ini, pemerintah ingin agar produk-produk buatan dalam negeri harus menjadi andalan bangsa, menumbuhkan kepercayaan diri bangsa Indonesia, sebagai bangsa yang besar, bangsa yang bangga terhadap karya bangsa sendiri, bangga terhadap kreativitas dan inovasi.
Potensi produk lokal untuk menjadi besar ini bukan mustahil. Apalagi, kini produk-produk nasional bisa terakselerasi secara baik dan masif ke pasar-pasar potensial melalui pemanfaatan teknologi digital. Harapannya, krisis yang sedang dihadapi bisa memunculkan kesempatan baru untuk memanfaatkan produk-produk buatan Indonesia seiring dengan masa adaptasi dengan kondisi new normal di masa pandemi Covid-19.
Kementerian Perdagangan (Kemendag) pun tak ingin ketinggalan. Instansi tersebut berkomitmen secara konsisten untuk terus mendorong pembelian penggunaan produk buatan dalam negeri agar terus berkiprah. Dengan membangkitkan upaya ini, setidaknya ada harapan bagi para pelaku usaha di Indonesia untuk terus berproduksi dan terserap pasar di negeri sendiri.
(thm)
Lihat Juga :