Hati-hati dengan Term Radikal

Selasa, 16 Februari 2021 - 07:43 WIB
loading...
Hati-hati dengan Term...
ilustrasi. Koran Sindo Wawan Bastian
A A A
Term atau istilah “radikal” dan “radikalisme” menghangat dalam sepekan terakhir. Pemicunya, Gerakan Anti Radikalisme (GAR) Alumni Institut Teknologi Bandung (ITB) yang melaporkan Din Syamsuddin ke Badan Kepegawaian Negara (BKN) dan Komisi Aparatur Sipil Negara (KASN) atas dugaan tindakan radikalisme.Sejatinya, laporan GAR ini sudah dilakukan cukup lama, yakni 28 Oktober 2020. Namun, respons dari KASN pada 4 Februari yang disebar dan tersebar ke media membuat laporan ini menjadi ramai.

Polemik soal pelaporan tersebut hingga hari ini pun tak berkesudahan. Banyak tokoh dan kelompok yang menentang sekaligus tidak sepakat dengan cara-cara GAR Alumni ITB. Din yang juga Presidium Koalisi Aksi Menyelamatkan Indonesia (KAMI) dianggap bukanlah radikal atau berpaham radikalisme. Din sekadar tokoh nasional dengan cara pandang kritis, khususnya dalam menyikapi persoalan yang tengah dihadapi bangsa ini.

Kritis jelas beda dengan radikal. Demikianlah inti sederet pandangan para tokoh menyikapi laporan GAR Alumni ITB, sebagaimana diungkapkan Menkopolhukam Mahfud MD, Menteri Agama Yaqut Cholil Qoumas, mantan Rektor UIN Syarif Hidayatullah Jakarta Azumardi Azra, dan Ketua MUI Sudarnoto Abdul Hakim. Kemarin gaung dukungan kepada Din bahkan kian membuncah lewat petisi online.

Apakah ada yang salah dengan pelaporan GAR Alumni ITB ini hingga begitu banyak mendapat perlawanan? Soal benar dan salah, tentu masih bisa diperdebatkan. Apalagi, GAR seperti disampaikan juru bicaranya, Shinta Madesari, memiliki setumpuk dugaan pelanggaran Din. Intinya, bagi GAR, Din yang kini masih menyandang status dosen di UIN Syarif Hidayatullah Jakarta diduga kuat melakukan pelanggaran substansial atas norma dasar, kode etik, kode perilaku ASN, dan pelanggaran disiplin PNS.

Din sering dianggap bersikap konfrontatif terhadap lembaga negara. Dia dinilai mendiskreditkan dan membangkitkan perlawanan terhadap pemerintah. GAR memang tidak asal tuduh dan membuat laporan. Pernyataan Din dalam webinar “Menyoal Kebebasan Berpendapat dan Konstitusionalitas Pemakzulan Presiden di Era Pandemi Covid-19” yang diselenggarakan Masyarakat Hukum Tata Negara Muhammadiyah (Mahutama) dan Kolegium Jurist Institute (KJI), 1 Juni 2020 menjadi salah satu buktinya. Di luar bukti itu, GAR menilai Din kerap menebar fitnah kepada pemerintah yang itu berpotensi mengancam keutuhan bangsa.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Densus Ungkap 247 Anak...
Densus Ungkap 247 Anak Terpapar Radikalisme dan Kekerasan Sepanjang 2026
Sinergi Sekolah-Densus...
Sinergi Sekolah-Densus 88: Perkuat Guru sebagai Lini Terdepan Pelindung Remaja dari Radikalisme
Ekstremisme Kekerasan...
Ekstremisme Kekerasan di Asia Tenggara
Densus 88 Ungkap Ciri...
Densus 88 Ungkap Ciri Anak Terpapar Radikalisme
Pengamat Dorong Densus...
Pengamat Dorong Densus 88 Selidiki Profil Keluarga 68 Anak yang Terpapar Ideologi Ekstrem
Densus 88 Antiteror...
Densus 88 Antiteror Tangkap 7 Teroris Selama Momen Nataru
Terhubung dengan Radikalisme,...
Terhubung dengan Radikalisme, Telegram Memblokir Hampir 190.000 Akun Berbahaya
Pemuda Bogor Gelar Deklarasi...
Pemuda Bogor Gelar Deklarasi Peduli Kondusifitas dan Tolak Keras Radikalisme
Sekolah Damai di Bali,...
Sekolah Damai di Bali, BNPT Cegah Paparan Ideologi Intoleran
Rekomendasi
Gubernur Bushehr Ungkap...
Gubernur Bushehr Ungkap Target Serangan AS, Pemakaman Khamenei Tak Terdampak
Indonesia Temukan Cadangan...
Indonesia Temukan Cadangan Emas Baru di Papua, Prabowo: Sangat Besar
Khamenei Dimakamkan...
Khamenei Dimakamkan Hari Ini, Dihadiri Lebih dari 2,3 Juta Orang
Berita Terkini
Prabowo Kembali Ingatkan...
Prabowo Kembali Ingatkan untuk Hentikan Korupsi, Penyelundupan, Narkoba, hingga Judi
Maruf Cahyono Gunakan...
Maruf Cahyono Gunakan Uang Gratifikasi untuk Renovasi Rumah dan Biayai Resepsi Pernikahan Anak
Yusril Minta Perpres...
Yusril Minta Perpres Pertahanan Negara Dipahami Utuh: Tidak Secara Khusus Berbicara mengenai LBGTQ
Menhut Siapkan Generasi...
Menhut Siapkan Generasi Baru Pemimpin Kehutanan melalui Penguatan SDM
Mantan Sekjen MPR Maruf...
Mantan Sekjen MPR Maruf Cahyono Minta Fee Proyek Pakai Istilah Uang Assalammualaikum
Kejagung Hormati Penggeledahan...
Kejagung Hormati Penggeledahan 12 Titik oleh Polri
Infografis
Profil Letjen TNI (Purn)...
Profil Letjen TNI (Purn) Setyo Sularso yang Dikait-kaitkan dengan Tiyo UGM
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved