Din Syamsuddin Dilaporkan Radikal ke KASN, IMM: Tuduhan Penuh Kebencian
Jum'at, 12 Februari 2021 - 23:08 WIB
loading...
Utusan Khusus Presiden untuk Dialog Antar Agama dan Peradaban Din Syamsuddin menyampaikan pidato saat membuka lokakarya bertema Penguatan Karakter Generasi Milenia untuk Indonesia Berkemajuan. FOTO/DOK.SINDOnews
A
A
A
JAKARTA - Ketua Umum DPP Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah (IMM) Najih Prastyo memandang bahwa pelaporan Din Syamsuddin kepada Komisi Aparatur Negara (KASN) adalah bentuk kebencian tanpa dasar. Pelapor dinilai penuh emosional dengan menuduh Din Syamsuddin sebagai orang radikal.
"Pelaporan ayahanda Din Syamsuddin ke KASN oleh pihak tertentu adalah bentuk kebencian yang tak berdasar data yang kokoh. Menyerang pribadi ayahanda Din dengan data yang unvalid," kata Najih dalam keterangan tertulisnya, Jumat (12/2/2021).
Najih melihat bahwa pelapor penuh ketidaksukaan dan emosional, sehingga Din Syamsuddin dituduh radikal. Padahal Din Syamsuddin adalah Ketua Umum Muhammadiyah dua periode (2005-2015) yang konsisten meneguhkan Islam dan Pancasila sebagai satu kesatuan yang utuh. Hal ini dapat terlihat dari gagasannya tentang Negara Pancasila, Darul Ahdy wa Syahadah.
Baca juga: Din Syamsuddin Dicap Radikal, Dahnil Anzar Heran: Saya Enggak Habis Pikir
"Itulah komitmen keislaman, kebangsaan dan kemanusiaan ayahanda Din Syamsuddin," katanya.
"Pelaporan ayahanda Din Syamsuddin ke KASN oleh pihak tertentu adalah bentuk kebencian yang tak berdasar data yang kokoh. Menyerang pribadi ayahanda Din dengan data yang unvalid," kata Najih dalam keterangan tertulisnya, Jumat (12/2/2021).
Najih melihat bahwa pelapor penuh ketidaksukaan dan emosional, sehingga Din Syamsuddin dituduh radikal. Padahal Din Syamsuddin adalah Ketua Umum Muhammadiyah dua periode (2005-2015) yang konsisten meneguhkan Islam dan Pancasila sebagai satu kesatuan yang utuh. Hal ini dapat terlihat dari gagasannya tentang Negara Pancasila, Darul Ahdy wa Syahadah.
Baca juga: Din Syamsuddin Dicap Radikal, Dahnil Anzar Heran: Saya Enggak Habis Pikir
"Itulah komitmen keislaman, kebangsaan dan kemanusiaan ayahanda Din Syamsuddin," katanya.
Lihat Juga :