Sosok Intelektual Transformatif
Senin, 08 Februari 2021 - 05:08 WIB
loading...
A
A
A
Intensitas pertemuan di IVL membuat saya mengenal lebih dekat Mas Fiz. Sosok intelektual yang selalu berbicara dengan santun, tenang, mendedah pemikirannya dengan runtut, terukur, dan sangat berbobot. Selalu menghargai pendapat orang lain. Sebagai sesama expert panelist di IVL, sering kami berbeda pandangan mengenai sosok dan kiprah tokoh yang kami nilai, tetapi Mas Fiz piawai menghadirkan perspektif secara mendalam. Basis rasionalitas lebih dikedepankan, bukan emosionalitas sekalipun banyak di antara sosok yang kami nilai saling mengenal dan akrab dengan Mas Fiz. Itulah sikap independen dan profesionalitas dia.
Saya ingat betul di luar urusan expert panel, kerap kali kami ngobrol banyak hal. Mas Fiz begitu antusias saat bercerita tentang anak semata wayangnya. Karunia terbesar yang begitu didambakannya sejak lama. Saat usianya 44 tahun, putrinya kini seingat saya baru berusia 4 tahun. “Mas Gun, kelahiran putri saya menjadi titik balik perubahan saya. Dulu saya begitu sibuk di luar rumah, sekarang saya betul-betul memiliki kebahagiaan saat momong anak saya. Prioritas saya sekarang keluarga yang utama,” paparnya suatu ketika saat kami ngobrol selepas salat berjamaah di Kantor Redaksi KORAN SINDO. Hal lain lagi yang menarik buat saya saat Mas Fiz bicara soal sikap dan integritas. Dia bilang jabatan itu sementara, tetapi integritas selamanya. Berkarya itu soal berbuat baik bukan untuk prestise sesaat. Selamat jalan Mas Fiz, warisan kebaikanmu akan abadi dalam ingatan banyak orang.
Saya ingat betul di luar urusan expert panel, kerap kali kami ngobrol banyak hal. Mas Fiz begitu antusias saat bercerita tentang anak semata wayangnya. Karunia terbesar yang begitu didambakannya sejak lama. Saat usianya 44 tahun, putrinya kini seingat saya baru berusia 4 tahun. “Mas Gun, kelahiran putri saya menjadi titik balik perubahan saya. Dulu saya begitu sibuk di luar rumah, sekarang saya betul-betul memiliki kebahagiaan saat momong anak saya. Prioritas saya sekarang keluarga yang utama,” paparnya suatu ketika saat kami ngobrol selepas salat berjamaah di Kantor Redaksi KORAN SINDO. Hal lain lagi yang menarik buat saya saat Mas Fiz bicara soal sikap dan integritas. Dia bilang jabatan itu sementara, tetapi integritas selamanya. Berkarya itu soal berbuat baik bukan untuk prestise sesaat. Selamat jalan Mas Fiz, warisan kebaikanmu akan abadi dalam ingatan banyak orang.
(bmm)
Lihat Juga :