UU Pemilu Tak Direvisi, PDIP Diuntungkan karena Bisa Usung Capres Sendiri

Senin, 01 Februari 2021 - 11:10 WIB
loading...
UU Pemilu Tak Direvisi, PDIP Diuntungkan karena Bisa Usung Capres Sendiri
Ketua Umum DPP PDIP Megawati Soekarnoputri. Foto/Dok SINDO
A A A
JAKARTA - Jika UU Pemilu tidak jadi direvisi, ambang batas pencalonan presiden dan wakil presiden tetap 20 persen kursi DPR. Dengan kondisi ini, Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) yang diuntungkan karena bisa usung capres sendiri.

Menurut ahli hukum tata negara Refly Harun , kursi PDIP sudah mencapai 20 persen, sehingga tidak pusing lagi untuk mengajukan calon presiden dan calon wakil presiden pada Pilpres 2024 . PDIP tinggal mencari mitra koalisi dan calon yang oke.

Refly mengatakan, ada kemungkinan calon yang diusung PDIP ini akan memborong parpol. Namun, ada pula kemungkinan Partai Nasdem dan Partai Golkar keluar dari gerbong koalisi ini.

"Sementara, Partai Gerindra wait and see, berharap skenario yang dikatakan orang selama ini betul-betul terwujud, yaitu pasangan Prabowo-Puan Maharani (P2)," ujar Refly dikutip dari video berjudul JOKOWI TAK SETUJU REVISI UU PEMILU!! TAK SETUJU JUGA PILKADA 2022!!.

Baca juga: Pilkada 2022 Ditiadakan Hanya untuk Ganjal Anies Baswedan? Refly Harun: Kebangetan Juga

Refly mengatakan, kalau Ganjar Pranowo tetap rangking satu di survei capres, Ganjar yang akan didukung jadi capres. Hal ini akan berimplikasi pada berubahnya cara pandang Partai Gerindra. "Sekarang belum karena mereka (Gerindra) masih berpikir PDIP akan meng-endorse Prabowo-Puan. Sementara, Golkar dan Nasdem itu sudah mencium, mereka tidak akan mendapatkan kereta apa-apa, hanya sekadar penguat, sebagai partai yang mengusung calon dari Gerindra dan PDIP," jelas Refly.

Karena itulah, kata Refly, Nasdem sepertinya mulai melirik alternatif lain. Ada skenario Nasdem memunculkan Anies Baswedan misalnya sebagai calon presiden dan menggandeng partai-partai tertentu. "Yang namanya politik itu dinamis. Tiba-tiba Nasdem berkoalisi dengan Golkar, berkoalisi dengan PKS, mengusung Anies-Airlangga (Ketua Umum Partai Golkar Airlangga Hartarto) misalnya. Atau Anies-Gatot. Airlangga tiba-tiba 'menculik' Golkar menjadi Airlangga-Ganjatr atau Ganjar-Airlangga."

Baca juga: 5 Politisi Senayan Ini Berpeluang Menjadi Pesaing Anies Baswedan


Refly pun kembali berharap agar presidential threshold dihapuskan biar politik fair. "Saya membayangkan semuanya bisa dapat tiket," ujarnya.
(zik)
Komentar
Copyright © 2022 SINDOnews.com
read/ rendering in 0.1455 seconds (10.177#12.26)