Begini Alasan Realistis Pilkada 2022 dan 2023 Dilakukan Sesuai Waktu

Kamis, 28 Januari 2021 - 14:13 WIB
loading...
Begini Alasan Realistis...
Direktur Eksekutif LIMA, Ray Rangkuti menilai perlu ada pemisahan antara pemilu lokal dan pemilu nasional. FOTO/DOK.SINDOnews
A A A
JAKARTA - Direktur Eksekutif Lingkar Madani untuk Indonesia (LIMA), Ray Rangkuti ikut berkomentar terkait jadwal pilkada serentak yang muncul dalam draf UU Pemilu. Komentar ini dikatakan Ray karena adanya keinginan Fraksi PDIP yang meminta keserentakan pilkada 2022 dan 2023 dilaksanakan pada 2024. Sedangkan mayoritas fraksi di DPR setuju dilakukan sesuai waktu.

"Persoalannya adalah apakah mungkin melaksanakan pilkada dan pemilu sekaligus dalam satu hari? Jawaban yang tersedia, dari semua aspek, di luar dana, sangat sulit melaksanakan hal itu," kata Ray saat dihubungi SINDOnews, Kamis (28/1/2021).

Oleh karena itu, Ray menegaskan harus dilakukan pemisahan. Ada banyak format. Namun, menurutnya, yang paling baik adalah pemilu lokal dan pemilu nasional. Pemilu lokal untuk memilih anggota DPRD dan kepala daerah. Sementara pemilu nasional memilih presiden dan DPR/DPD. Kedua pemilu ini dilakukan di dua waktu berbeda tapi dalam satu tahun yang sama.

Baca juga: Pilkada Serentak Dilaksanakan 2024, Anies Kehilangan Panggung Popularitas 2 Tahun

"Jika ini pilihan realistisnya, memang pilkada 2022 dan 2023 bagusnya dilakukan sesuai waktu. Secara teknis, keduanya bisa digabung misalnya di tahapannya akhir tahun 2022 dan pungut hitungnya di tahun 2023," ujarnya.

Untuk hal ini, lanjut Ray maka diperlukan revisi UU No 10/2016. Dia menilai, yang paling mungkin revisi dilakukan terbatas terkait dengan jadwal dan waktu pilkada. Dia percaya, revisi ini bisa dilakukan cepat jika semua parpol setuju dengan idenya. Tapi akan lama bila parpol-parpol kurang setuju.

Lebih lanjut Ray mengatakan, kenapa diperlukan revisi? pertama untuk mencegah penumpukan pemilu dan pilkada dalam satu waktu serentak, yang mengakibatkan akan lebih banyak mudharatnya dari pada manfaatnya.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Komisi II DPR Bakal...
Komisi II DPR Bakal Panggil KPU Imbas Penggunaan Jet Pribadi
Saraswati Rahayu Mundur...
Saraswati Rahayu Mundur dari DPR, PB PII: Jadi Teladan Politik Generasi Muda
Megawati Sentil Kader...
Megawati Sentil Kader PDIP Babak Belur di Pemilu 2024
Pengamat Minta Bawaslu...
Pengamat Minta Bawaslu Tangani Dugaan Pelanggaran dalam PSU Pilkada Bengkulu Selatan
7 Gugatan Hasil PSU...
7 Gugatan Hasil PSU Pilkada 2024 Telah Diputus MK, 5 Ditolak dan 2 Lanjut Pemeriksaan
Gugatan PSU Pilkada...
Gugatan PSU Pilkada Puncak Jaya Papua Kandas di MK
Prabowo Tantang Lawan...
Prabowo Tantang Lawan Politik: Nggak Suka Sama Saya? Silakan Maju di 2029!
15 Tahun Jalan Tak Diperbaiki,...
15 Tahun Jalan Tak Diperbaiki, Warga Cilegon Ancam Golput di Pemilu 2029
Perlindungan Hak Konstitusional...
Perlindungan Hak Konstitusional Warga dalam Pemilu dan Pemilihan
Rekomendasi
Ngaku Tentara saat Ditegur...
Ngaku Tentara saat Ditegur di Trotoar Depok, Pria Ini Akhirnya Minta Maaf
Konser HS Hey Slank...
Konser HS Hey Slank Sambangi Bandung, Spirit Dukung Industri Kreatif
Kisah Arga, Mahasiswa...
Kisah Arga, Mahasiswa Penerima KIP Kuliah yang Raih Penghargaan Berkat Temuan Celah Claude AI
Berita Terkini
IM57+ Desak KPK Usut...
IM57+ Desak KPK Usut Tuntas Amplop Bupati Kuansing untuk Menhut
Wamenkomdigi Sebut 3...
Wamenkomdigi Sebut 3 dari 5 Anak Palsukan Usia untuk Akses Medsos
Terungkap Alasan Roy...
Terungkap Alasan Roy Suryo Ajukan Praperadilan Lagi soal Pasal Penetapan Tersangka
Penasihat Ahli Kapolri...
Penasihat Ahli Kapolri Optimistis Irjen Wibowo Tingkatkan Pelayanan Korlantas Semakin Modern
Transformasi Strategis...
Transformasi Strategis Memasuki Era Quantum Globalisasi 2.0
Daftar Kapolda Baru...
Daftar Kapolda Baru yang Dilantik Kapolri pada Juli 2026, Ada Irjen Pipit Rismanto
Infografis
2 Alasan Buaya Hidup...
2 Alasan Buaya Hidup Berdampingan dan Tidak Mau Memakan Capybara
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved