Mantan Kepala BAIS Minta Kejagung Tuntaskan Kasus Korupsi Asabri
Senin, 25 Januari 2021 - 18:29 WIB
loading...
Mantan Kepala Bais TNI Laksda (Purn) Soleman B Ponto meminta Kejaksaan Agung (Kejagung) mengungkap orang-orang terlibat dalam kasus dugaan korupsi di PT Asabri. Foto/SINDOnews
A
A
A
JAKARTA - Mantan Kepala Bais TNI Laksda (Purn) Soleman B Ponto meminta Kejaksaan Agung (Kejagung) mengungkap orang-orang terlibat dalam kasus dugaan korupsi di PT Asabri . Ponto juga meminta Kejagung tidak memandang apakah pelaku merupakan orang besar atau orang kecil di institusi TNI.
“Kalaupun memang mereka orang besar (pejabat tinggi di TNI) harus mempertanggung jawabkan bahkan hukumannya harus lebih berat karena mengorbankan prajuritnya,” tegas Purnawirawan TNI AL, Senin (25/1/2021). Baca juga: Penyidik Kejagung Periksa Mantan Dirut PT Asabri
Ponto menilai orang-orang yang menyalahgunakan kewenangannya di Asabri telah merusak budaya TNI yang patuh terhadap pimpinan dan atasannya. “Kita berasumsi bahwa pimpinan tersebut tidak akan berbuat jelek terhadap anak buahnya,” jelas Ponto. Baca juga: Selidiki Dugaan Korupsi Asabri, Kejagung Periksa 4 Pejabat
Dengan kejadian Asabri ini memunculkan budaya yang bertolak belakang dengan budaya TNI yang menuntut agar terbuka. “Saya sebagai purnawirawan kecewa. Hak prajurit hilang dan budaya di militer hilang. Orang yang harus kita hormati tapi tidak terhormat, hilang, yang seharusnya melindungi dan membina malah kita dihisap darahnya,” tambah Ponto. Baca juga: Kejagung Periksa Mantan Dirut PT Asabri Berinisial ARD Terkait Kasus Dugaan Korupsi
Karena itulah Ponto menekankan kepada Kejagung agar membuka kasus ini secara terang benderang agar kasus Asabri tak terulang dan tidak melukai para prajurit dan purnawirawan. Selain itu, Ponto menyarankan kepada pemerintah agar mengontrol Asabri lebih ketat lagi dan professional. “Asabri harus bersifat Tbk sehingga masyarakat dan anggota tahu kemana dan untuk apa dana yang dikelola oleh Asabri,” ungkap Ponto.
“Kalaupun memang mereka orang besar (pejabat tinggi di TNI) harus mempertanggung jawabkan bahkan hukumannya harus lebih berat karena mengorbankan prajuritnya,” tegas Purnawirawan TNI AL, Senin (25/1/2021). Baca juga: Penyidik Kejagung Periksa Mantan Dirut PT Asabri
Ponto menilai orang-orang yang menyalahgunakan kewenangannya di Asabri telah merusak budaya TNI yang patuh terhadap pimpinan dan atasannya. “Kita berasumsi bahwa pimpinan tersebut tidak akan berbuat jelek terhadap anak buahnya,” jelas Ponto. Baca juga: Selidiki Dugaan Korupsi Asabri, Kejagung Periksa 4 Pejabat
Dengan kejadian Asabri ini memunculkan budaya yang bertolak belakang dengan budaya TNI yang menuntut agar terbuka. “Saya sebagai purnawirawan kecewa. Hak prajurit hilang dan budaya di militer hilang. Orang yang harus kita hormati tapi tidak terhormat, hilang, yang seharusnya melindungi dan membina malah kita dihisap darahnya,” tambah Ponto. Baca juga: Kejagung Periksa Mantan Dirut PT Asabri Berinisial ARD Terkait Kasus Dugaan Korupsi
Karena itulah Ponto menekankan kepada Kejagung agar membuka kasus ini secara terang benderang agar kasus Asabri tak terulang dan tidak melukai para prajurit dan purnawirawan. Selain itu, Ponto menyarankan kepada pemerintah agar mengontrol Asabri lebih ketat lagi dan professional. “Asabri harus bersifat Tbk sehingga masyarakat dan anggota tahu kemana dan untuk apa dana yang dikelola oleh Asabri,” ungkap Ponto.
Lihat Juga :