Eks Legislator Fahri Hamzah Minta Wakil Rakyat Lebih Kritis ke Pemerintah

loading...
Eks Legislator Fahri Hamzah Minta Wakil Rakyat Lebih Kritis ke Pemerintah
Wakil Ketua Umum Partai Gelora, Fahri Hamzah tiba-tiba menyinggung kinerja wakil rakyat baik di Dewan Perwakilan Rakyat maupun Dewan Perwakilan Daerah (DPD). Foto/SINDOnews
JAKARTA - Wakil Ketua Umum Partai Gelora, Fahri Hamzah tiba-tiba menyinggung kinerja wakil rakyat baik di Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) maupun Dewan Perwakilan Daerah (DPD). Menurutnya, para wakil rakyat saat inu kurang kritis terhadap pemerintahan.

(Baca juga: Demokrasi AS Kacau, Begini Komentar 'Nyelekit' Duo Fadli Zon-Fahri Hamzah)

Atas dasar itulah, mantan Wakil Ketua DPR RI tersebut meminta agar para wakil rakyat bersuara lebih keras kepada pemerintahan untuk mewakili masyarakat di lapisan bawah. Sebab, anggota DPR maupun DPD punya keistimewaan hak bertanya kepada pemerintah.

(Baca juga: Soroti Rusuh Capitol Hill, Fahri Hamzah: Elite Jangan Membelah Masyarakat)



"Sebagai rakyat kita harus menuntut 575 anggota @DPR_RI dan 134 anggota @DPDRI untuk bersuara lebih keras. Agar suara-suara tak terdengar di lapisan paling bawah terwakili. Mereka punya #HakBertanya, imunitas dan protokoler sebagai hak pribadi selain hak kelembagaan yang tinggi," ujar Fahri Hamzah melalui akun resmi twitternya @Fahrihamzah yang diunggah pada Minggu (17/1/2021).

(Baca juga: Risma Blusukan, Fadli Zon dan Fahri Hamzah Diminta Tak Perlu 'Kepanasan')

Menurut Fahri, sudah seharusnya para anggota DPR maupun DPD menyuarakan kegelisahan rakyatnya. Sebab, suara rakyat ada di para anggota parlemen.



"Begitulah jika seorang mendapat mandat dari rakyat, mereka menjadi kuat dan rakyat menjadi kuat terwakili. Adapun kita, sebagai rakyat sebenarnya kita ingin kerja, urus keluarga dan ibadah. Tapi kalau ada masalah dengan fungsi-fungsi kekuasaan negara kita tetap harus menempuh jalan hukum," ungkapnya.

Baca juga : Dapat Hidayah, Bocah Asal AS Putuskan Peluk Agama Islam

"Saya juga demikian, rakyat harus terus maju ke depan. Karena rakyat itu permanen, membawa suara kebenaran. Pemerintah berganti sepanjang jalan. Selama kita mengusung kebenaran maka kita adalah saudara...cara boleh beda..tapi tujuan tetap sama. Kita mencintai negeri kita," sambungnya.
(maf)
preload video
TULIS KOMENTAR ANDA!
Top