Demokrasi AS Kacau, Begini Komentar 'Nyelekit' Duo Fadli Zon-Fahri Hamzah
Jum'at, 08 Januari 2021 - 16:13 WIB
loading...
Fahri Hamzah dan Fadli Zon saat bersama bermain ayunan. Foto/Twitter
A
A
A
JAKARTA - Aksi penyerbuan Gedung Capitol Amerika Serikat (AS) oleh ratusan pendukung Presiden Donald Trump hingga menyebabkan empat orang tewas pada Rabu 7 Desember 2021 waktu setempat, mencoreng demokrasi di negeri tersebut.
Serangan itu tercatat yang terburuk dalam 200 tahun terakhir. Banyak pihak menilai demokrasi AS mengalami kemunduran.
(Baca juga : TikTok Hapus Semua Video dan Tagar Terkait Kerusuhan di Capitol )
Lantas bagaimana komentar Fadli Zon dan Fahri Hamzah, duo politikus yang selama ini dikenal kritis dan lantang bersuara?
Melalui akun Twitter @fahrihamzah, mantan wakil ketua DPR itu mengomentari sikap Presiden AS Donald Trump yang akhirnya menyerah. "Dan Akhirnya Presiden Trump nyerah," kata Fahri, dikutip Jumat (8/1/2021).
(Baca juga : Viki Varga Siap Ramaikan Deretan Wags Liga Primer Inggris )
Mantan politikus PKS yang sekarang mendirikan Partai Gelora itu mengaku senang melihat cara demokrasi AS. "Senang melihat cara demokrasi amerika membekuk presiden yang enggak paham demokrasi. Tidak mereka biarkan ia merusak sistem dan membelah rakyat. Selamat tinggal Trump, pengusaha memang jarang yang baca konstitusi sih. Balik saja jadi pedagang," cuitnya.(Baca juga: Viral, Trump dan Keluarganya Pesta saat Massa Perusuh Capitol Tiba )
Serangan itu tercatat yang terburuk dalam 200 tahun terakhir. Banyak pihak menilai demokrasi AS mengalami kemunduran.
(Baca juga : TikTok Hapus Semua Video dan Tagar Terkait Kerusuhan di Capitol )
Lantas bagaimana komentar Fadli Zon dan Fahri Hamzah, duo politikus yang selama ini dikenal kritis dan lantang bersuara?
Melalui akun Twitter @fahrihamzah, mantan wakil ketua DPR itu mengomentari sikap Presiden AS Donald Trump yang akhirnya menyerah. "Dan Akhirnya Presiden Trump nyerah," kata Fahri, dikutip Jumat (8/1/2021).
(Baca juga : Viki Varga Siap Ramaikan Deretan Wags Liga Primer Inggris )
Mantan politikus PKS yang sekarang mendirikan Partai Gelora itu mengaku senang melihat cara demokrasi AS. "Senang melihat cara demokrasi amerika membekuk presiden yang enggak paham demokrasi. Tidak mereka biarkan ia merusak sistem dan membelah rakyat. Selamat tinggal Trump, pengusaha memang jarang yang baca konstitusi sih. Balik saja jadi pedagang," cuitnya.(Baca juga: Viral, Trump dan Keluarganya Pesta saat Massa Perusuh Capitol Tiba )
Lihat Juga :