Trump dan Ilusi Perombakan Tatanan Dunia

Selasa, 18 Maret 2025 - 06:59 WIB
loading...
Trump dan Ilusi Perombakan...
Eko Ernada, Dosen Hubungan Internasional FISIP Universitas Jember.
A A A
Eko Ernada
Dosen Hubungan Internasional FISIP Universitas Jember

SETIAP zaman memiliki pemimpinnya, dan setiap pemimpin menghadapi ujian zamannya. Donald Trump adalah produk dari kegelisahan rakyat Amerika yang merasa tatanan dunia yang mereka bangun telah kehilangan relevansinya. Dengan gaya kepemimpinan yang tidak konvensional, ia menantang norma-norma internasional yang telah lama terbentuk. Kebijakan luar negerinya yang agresif dan proteksionis mengguncang panggung geopolitik, memaksa dunia untuk menakar ulang posisi dan strategi mereka. Namun, pertanyaannya tetap relevan: apakah Trump benar-benar mengubah tatanan dunia, atau hanya mempercepat tren yang telah berlangsung lama?

John J. Mearsheimer, pakar hubungan internasional dari Universitas Chicago, melihat langkah Trump sebagai perwujudan dari 'realisme ofensif', suatu pendekatan yang menantang dominasi tatanan liberal. Sementara itu, Fareed Zakaria, seorang analis geopolitik ternama, mengingatkan bahwa kebijakan Trump yang unilateralis dapat melemahkan sistem multilateral yang telah menopang stabilitas global. Dengan kebijakan skeptis terhadap organisasi seperti NATO dan PBB serta kebijakan ekonomi proteksionis, Trump menciptakan ketidakpastian yang mengubah kalkulasi geopolitik. Meski begitu, sejarah membuktikan bahwa AS kerap mengutamakan kepentingannya sendiri di atas komitmen kolektif.

Sejak abad ke-19, Amerika Serikat telah menunjukkan kecenderungan untuk bertindak secara unilateral. Doktrin Monroe (1823) menjadi pijakan bagi AS untuk menolak intervensi Eropa di belahan bumi Barat. Kebijakan ini terus berulang dalam berbagai episode sejarah, mulai dari penolakan Kongres AS terhadap Liga Bangsa-Bangsa hingga keputusan George W. Bush menarik diri dari Perjanjian Anti-Balistik (ABM) pada 2002. Trump bukanlah pelopor dalam hal ini, melainkan hanya pewaris dari tradisi panjang yang mengutamakan kepentingan nasional di atas diplomasi kolektif.

Pendekatan transaksional Trump juga bukanlah fenomena baru. Richard Nixon, misalnya, menerapkan "Realpolitik" dalam menjalin hubungan dengan Tiongkok demi menyeimbangkan kekuatan dalam Perang Dingin. Ronald Reagan pun tak ragu menggunakan diplomasi pragmatis dalam menghadapi Uni Soviet. Apa yang membedakan Trump adalah cara ia menyampaikan kebijakannya: tanpa basa-basi, blak-blakan, dan sering kali berlawanan dengan norma diplomasi yang sudah mapan. Dalam banyak hal, Trump lebih merupakan katalis daripada perombak tatanan global.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
UMB Perkuat Diplomasi...
UMB Perkuat Diplomasi Kreatif Indonesia-Tiongkok, Pamerkan 100 Karya Desain Merek Inovatif
Ray Rangkuti Singgung...
Ray Rangkuti Singgung Indonesia Masih di Level Ikut-ikutan dalam Politik Luar Negeri
Indonesia di Antara...
Indonesia di Antara Quantum Warfare dan Multipolaritas
Pertemuan Istana Elysee,...
Pertemuan Istana Elysee, Denny JA: Macron-Prabowo Arsitek Poros Baru Negara Menengah
Macron Puji Prabowo...
Macron Puji Prabowo Punya Sikap Tegas dan Berani Dukung Kemerdekaan Palestina
Kunjungan Prabowo ke...
Kunjungan Prabowo ke Eropa Dinilai Perkuat Posisi Geopolitik Indonesia
Iran Klaim Tembakkan...
Iran Klaim Tembakkan Rudal ke Arah 2 Kapal Perang AS, tapi Disangkal Amerika
Iran Berniat Kembangan...
Iran Berniat Kembangan Rudal Balistik Antarbenua biar Tambah Menakutkan
Iran Sebut Pangkalan...
Iran Sebut Pangkalan AS Target Sah dan Sumber Kekacauan Timur Tengah
Rekomendasi
Iran Klaim Tembakkan...
Iran Klaim Tembakkan Rudal ke Arah 2 Kapal Perang AS, tapi Disangkal Amerika
KKP Pertegas Komitmen...
KKP Pertegas Komitmen Perkuat Pengawasan pada Momentum Hari Internasional Anti IUU Fishing
Timnas Indonesia Hancurkan...
Timnas Indonesia Hancurkan Oman 3-0
Berita Terkini
Minta Masukan RUU Pemilu,...
Minta Masukan RUU Pemilu, DPR Bakal Kunjungi Parpol Parlemen dan Nonparlemen
Prabowo Kenang Hari...
Prabowo Kenang Hari Lahir Soekarno Lewat Potret Sang Proklamator
Kasus Dadan Cs, Saut...
Kasus Dadan Cs, Saut Situmorang: Semua hingga Eselon Terkecil Harus Bertanggung Jawab
Pigai Usul Jabatan Utama...
Pigai Usul Jabatan Utama Polri Bisa Diisi Sipil, Sahroni: Urusin HAM Saja
Revisi UU Polri: Batas...
Revisi UU Polri: Batas Usia dan Syarat Anggota Kompolnas Diusulkan Lebih Fleksibel
KontraS Kritik Tuntutan...
KontraS Kritik Tuntutan 2,5 Tahun Penjara untuk Terdakwa Penyiraman Andrie Yunus
Infografis
Skuad Timnas Spanyol...
Skuad Timnas Spanyol di Piala Dunia 2026, Tak Ada Pemain Real Madrid
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved